Anak Sekolah dan Jalanan Terindah di Bukit Tanarara Sumba

Wisata Sumba, Wisata Sumba Timur, bukit tanarara sumba timur, bukit tanarara foto, Anak Sekolah dan Jalanan Terindah di Bukit Tanarara Sumba

 Hampir sebagian orang mungkin pernah mendengar cerita, perjalanan menuju sekolah demi menuntut ilmu pada zaman dahulu begitu penuh perjuangan.

Ada yang bercerita bahwa mereka harus mendaki bukit menuruni lembah, berjalan kaki hingga peluh membasahi sekujur tubuh sebelum tiba di sekolah. 

Dulu, saya berpikir cerita tersebut terkesan hiperbola. Sebelum akhirnya, saya menginjakkan kaki di Pulau Sumba, bertemu gerombolan siswa di jalanan Bukit Tanarara, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu (26/11/2025) pagi.

Pagi itu, setelah menyongsong sunrise di Bukit Tanarara, saya berpapasan dengan gerombolan siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama yang hendak berangkat ke sekolah.

Wisata Sumba, Wisata Sumba Timur, bukit tanarara sumba timur, bukit tanarara foto, Anak Sekolah dan Jalanan Terindah di Bukit Tanarara Sumba

Gerombolan siswa sekolah di jalanan terindah Bukit Tanarara, Sumba, Nusa Tenggara Timur, Rabu (26/11/2025).

Sudut lengan baju mereka masih tampak tajam, pertanda baru disetrika. Sebagian memakai sepatu hitam, sebagian lain ada yang memakai sendal, bahkan ada pula yang melangkah bebas tanpa alas kaki.

"Mereka jalan kaki dari balik bukit sana, setiap hari," kata Hendra, pengemudi yang mengantar kami pagi itu, sembari menunjuk bukit yang menjulang nun jauh di ujung jalan.

Wisata Sumba, Wisata Sumba Timur, bukit tanarara sumba timur, bukit tanarara foto, Anak Sekolah dan Jalanan Terindah di Bukit Tanarara Sumba

Landskap Bukit Tanarara pagi hari, di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu (26/11/2025).

Saya lantas ikut menengok bukit yang dimaksud Hendra. Agaknya, dengan menyipitkan mata ke bukit tak berujung, bisa menggambarkan seberapa jauh jalan yang mereka tapaki setiap hari.

Semula, ada perasaan haru sekaligus sedih karena melihat siswa di sana perlu melangkahkan kaki lebih jauh untuk tiba di sekolah. 

Namun, setelahnya, justru saya yang memandang mereka dengan tatapan iri. Sebab, setiap hari mereka menapaki jalan yang dikenal sebagai jalan terindah di Indonesia.

Bukit Tanarara, punya jalan terindah di Indonesia

Wisata Sumba, Wisata Sumba Timur, bukit tanarara sumba timur, bukit tanarara foto, Anak Sekolah dan Jalanan Terindah di Bukit Tanarara Sumba

Landskap Bukit Tanarara pagi hari, di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu (26/11/2025).

Bukit Tanarara di Sumba Timur cukup popular bagi kalangan wisatawan, karena di sana terdapat jalanan yang seolah membelah savana dengan presisi. Sehingga, menawarkan pemandangan indah di sepanjang jalan. 

Jalanan ini berjarak sekitar satu kilometer dari spot sunrise Bukit Tanarara, dan kerap dikenal dengan nama Sexy Road.

Saat Kompas.com berkunjung ke sana, jalanan ini tampak sepi, sesekali ada sepeda motor dan bus lokal yang lewat. Sejauh mata memandang, hanya tampak hijaunya perbukitan, kontras dengan cerahnya langit biru pagi itu.

Wisata Sumba, Wisata Sumba Timur, bukit tanarara sumba timur, bukit tanarara foto, Anak Sekolah dan Jalanan Terindah di Bukit Tanarara Sumba

Potrait gerombolan anak sekolah dan mobil yang melintas di jalanan Bukit Tanarara, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu (26/11/2025).

Satu hal yang membuat saya takjub, yaitu kondisi jalan beraspal yang mulus. Tidak ada jalan rusak, tidak ada pula sampah yang mengotori sepanjang jalan.

Boleh diadu, kondisi alamnya masih asri, tidak ada hiasan buatan manusia layaknya tempat wisata pada umumya. 

Tidak ada gapura atau bahkan penanda nama yang menghalangi pandangan mata. Sungguh bertolak belakang dengan realita di kota.

Wisata Sumba, Wisata Sumba Timur, bukit tanarara sumba timur, bukit tanarara foto, Anak Sekolah dan Jalanan Terindah di Bukit Tanarara Sumba

Landskap jalanan sepanjang Bukit Tanarara pada pagi hari, di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu (26/11/2025).

Usut punya usut, Wakil Bupati Sumba Timur Yonathan Hani mengatakan, pernah ada tawaran untuk pembangunan gapura di Bukit Tanarara. 

Namun, tawaran tersebut ditolak, termasuk dari masyarakat setenpat, karena mereka ingin menjaga bentang alam tetap asri.

"Kita sadarkan bahwa alam itu adalah rumah kita, jadi kalau kamu merusak alam, berarti kamu mengubah rumahmu, dan itu tidak nyaman. Bukan cuma buat kita, tapi juga buat wisatawan," kata Yonathan saat ditemui di Myze Hotel Waingapu, pada Rabu (26/11/2025).

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang