Harapan Anak Tukang Tambal Ban Raih Beasiswa di Cambridge University Lewat Sekolah Garuda
Cornelis Christian, siswa kelas 12 SMAN Unggulan MH Thamrin, Jakarta, menyatakan optimistis bisa menempuh pendidikan hingga ke Cambridge University melalui program Sekolah Garuda.
Program Sekolah Garuda memberikan akses beasiswa bagi anak-anak berprestasi, meski berasal dari keluarga tidak mampu.
Christian, yang merupakan anak seorang tukang tambal ban, sempat mengubur impiannya kuliah di luar negeri karena keterbatasan ekonomi keluarga.
“Ayah saya dari Alor, NTT, dan ibu saya dari Sumatera Utara,” ujar Christian seusai acara perkenalan 16 Sekolah Garuda di SMAN Unggulan MH Thamrin, Rabu, seperti dikutip dari Antara.
“Tapi melihat situasi ekonomi orang tua, saya sempat mengubur mimpi itu dan berencana kuliah di PTN saja,” imbuhnya.
Menurutnya, program pemerintah ini bisa menghidupkan lagi harapannya.
“Dengan adanya program Sekolah Garuda dari Bapak Presiden, saya yakin cita-cita saya dan teman-teman bisa terwujud,” ucapnya.
Siswa berprestasi
Meski dalam keterbatasan, Christian termasuk siswa berprestasi.
Ia diterima melalui jalur siswa unggulan dari keluarga tidak mampu dengan nilai rata-rata 90 saat SMP.
SMAN Unggulan MH Thamrin mensyaratkan nilai minimal 88 untuk bisa diterima, sehingga persaingan ketat menjadi tantangan tersendiri bagi Christian.
“Ayah dan ibu selalu mendukung saya. Ayah selalu memberi uang jajan cukup walaupun pekerjaannya berbeda dengan orang tua teman-teman lain. Beliau juga mengajarkan saya untuk selalu rajin belajar,” tuturnya.
Berkat ketekunan belajar, Christian berhasil menyingkirkan ribuan calon siswa lain untuk masuk ke SMAN Unggulan MH Thamrin.
Setiap tahun, sekolah ini hanya menerima 88 siswa dari ribuan pendaftar.
“Ibu saya sampai menangis waktu tahu saya diterima di sini. Katanya, ‘Makasih ya, nak, kamu sudah berusaha.’ Padahal waktu tes, saya lagi sakit,” ungkap Christian.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan, Sekolah Garuda diharapkan dapat menjadi wadah mencetak calon pemimpin masa depan serta memfasilitasi anak-anak yang ingin menjadi peneliti atau praktisi industri unggul.
“Harapannya, anak-anak dari Sekolah Garuda, baik program transformasi maupun sekolah baru yang akan dibentuk, bisa menjadi mahasiswa di perguruan tinggi unggulan dunia,” ujar Brian.
Sekolah Garuda merupakan salah satu dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo yang bertujuan memperluas akses pendidikan unggul, menumbuhkan karakter kepemimpinan menuju Indonesia Emas 2045, serta meningkatkan prestasi akademik siswa sekaligus membangun jiwa pengabdian masyarakat.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.