Sosok Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri yang Hilang Kontak dan Diduga Terjebak Banjir di Sitahuis
Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazri Penarik, hingga Jumat (28/11/2025) masih belum bisa dihubungi setelah banjir dan longsor menerjang Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah sejak Selasa (25/11/2025).
Hingga kini, belum ada informasi mengenai kondisi maupun lokasi pasti keberadaannya.
Putusnya jaringan komunikasi dan akses jalan yang tertutup material longsor menyebabkan proses pencarian berjalan sangat sulit.
Nasdem Membenarkan Hilangnya Kontak
Ketua DPP Nasdem Teritorial Sumut-Aceh, Bakhtiar Ahmad Sibarani, membenarkan bahwa komunikasi dengan Wali Kota Sibolga tidak lagi tersambung sejak bencana terjadi.
"Iya benar (sampai saat ini belum dapat berkomunikasi),"
ujar Bakhtiar saat dihubungi melalui akun Instagram resminya, Jumat (28/11/2025).
Pernyataan tersebut menandakan bahwa hilangnya kontak bukan sekadar gangguan biasa, melainkan akibat langsung dari dampak bencana.
Pesan Terakhir: Terjebak di Sitahuis
Bakhtiar menyebut komunikasi terakhir terjadi pada Selasa (25/11/2025) siang melalui pesan singkat. Dalam pesan itu, Akhmad Syukri menyampaikan bahwa ia terjebak banjir dan longsor di Kecamatan Sitahuis, Tapanuli Tengah, ketika dalam perjalanan menuju Sibolga.
Kondisi cuaca saat itu sudah memburuk, dan tidak lama setelah pesan terkirim, seluruh jaringan komunikasi di wilayah itu dinyatakan lumpuh total. Sejak saat itu, Wali Kota berusia 35 tahun tersebut tak lagi memberikan kabar.
Karier Politik dan Rekam Jejak
Akhmad Syukri dikenal sebagai salah satu pemimpin muda di Sibolga. Ia memulai karier politik sebagai Sekretaris DPD NasDem Sibolga, lalu dipercaya menjabat Ketua DPRD Sibolga periode 2019–2024.
Dukungan publik mengantarkannya terpilih sebagai Wali Kota Sibolga periode 2025–2030 bersama wakilnya, Pantas Maruba Lumbantobing. Keduanya dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan pada Februari 2025.
Lahir dan Dibentuk oleh Kota Pesisir
Syukri lahir di Sibolga pada 1 Oktober 1990. Ia menghabiskan masa kecil hingga SMA di Sibolga dan Pandan, sebelum melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Sosoknya dikenal dekat dengan komunitas pemuda dan aktif dalam organisasi lokal.
Informasi sementara dari pejabat daerah dan rekan separtai menunjukkan lokasi terakhir Syukri berada di kawasan Tapanuli Tengah pada hari terjadinya bencana.
Tak hanya Wali Kota, sejumlah kader politik di wilayah tersebut juga tidak bisa dihubungi. Ketua DPW NasDem Sumut, Iskandar ST, menyampaikan:
“Bukan hanya Wali Kota, semua kader di sana tidak bisa dihubungi.”
Proses Pencarian Terkendala Akses
Hingga kini, tim SAR gabungan masih menyisir sejumlah wilayah terdampak. Namun akses jalan yang tertutup material longsor, jaringan yang putus, listrik padam, dan medan ekstrem memperlambat proses pencarian.
Di tengah kondisi darurat, warga Sibolga berharap Wali Kota ditemukan dalam keadaan selamat. Selama menjabat, ia dikenal sebagai pemimpin yang kerap turun langsung ke lapangan.
Bencana yang melanda Sibolga dan Tapanuli Tengah telah menewaskan delapan warga di Kota Sibolga dan berdampak pada lebih dari 1.900 keluarga di Tapanuli Tengah.
Bakhtiar mengatakan ia kembali mencoba menghubungi Syukri pada Rabu (26/11/2025) pukul 11.33 WIB dan 17.32 WIB, namun tak mendapat respons.
"Dia sempat kirim pesan bahwa dirinya terjebak di Sitahuis dan jaringan mati total," ungkapnya.
Saat ini komunikasi hanya dapat dilakukan oleh mereka yang berada di luar wilayah bencana atau menggunakan jaringan berbasis satelit seperti Starlink.
"Kalau kami bisa menghubungi itu karena kami di luar Tapanuli Tengah dan Sibolga. Jaringan di wilayah bencana benar-benar putus," kata Bakhtiar.
Artikel ini tayang di Tribuntangerang.com dengan judul Sosok Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri yang Hilang saat Banjir di Tapteng, Ini Pesan Terakhirnya
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang