Alasan Timnas Kamboja Mundur dari Sepak Bola SEA Games 2025

Timnas Kamboja
Timnas Kamboja

 Timnas Kamboja U-23 dipastikan absen dari cabang olahraga sepak bola di SEA Games 2025. 

Media Vietnam, Viet Bao dalam laporannya menyampaikan, keputusan mengejutkan ini diambil karena pertimbangan keamanan dan keselamatan kontingen. 

Dalam dokumen resmi yang dikirim Komite Olimpiade Kamboja (NOCC) kepada Komite Penyelenggara SEA Games, Kamboja juga menyatakan mundur dari beberapa cabor lain seperti judo, karate, pencak silat, petanque, gulat, wushu, dan sepak takraw.

Timnas Kamboja

Dengan penarikan diri tersebut, Kamboja kini hanya berpartisipasi di 13 cabang dari total 21 cabang olahraga yang sebelumnya direncanakan.

"Alasan Kamboja mengumumkan pengunduran diri dari ajang-ajang tersebut karena masalah keamanan dan upaya untuk melindungi keselamatan atlet dan ofisial," tulis media itu, dikutip VIVA Sabtu, 29 November 2025.

Situasi ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik antara Kamboja dan Thailand terkait kondisi perbatasan. Imbasnya langsung terasa pada sektor olahraga, termasuk keputusan strategis NOCC untuk mengurangi jumlah kontingen demi mengutamakan keamanan.

Langkah mundur Kamboja juga dikonfirmasi lebih lanjut melalui surat resmi yang dikirim ke Federasi Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEAGF) dan Komite Penyelenggara SEA Games ke-33 (THASOC). 

Surat bertanggal Rabu 26 November 2025 itu menyebutkan penarikan diri dari delapan cabang kompetisi termasuk sepak bola putra-putri, sepak takraw, petanque, gulat, judo, karate, pencak silat, dan wushu.

"Penyesuaian ini dilakukan karena masalah keamanan yang signifikan, yang menimbulkan tantangan dalam menjamin keselamatan dan perlindungan atlet dan ofisial kami," demikian pernyataan NOCC dalam surat tersebut.

Keputusan ini berdampak pada penyusunan grup cabang sepak bola. Timnas Kamboja sebelumnya berada di Grup A bersama Thailand dan Timor Leste, dengan laga pembuka melawan Timor Leste dijadwalkan pada 6 Desember 2025. 

Setelah Kamboja resmi mundur, Grup A kini hanya menyisakan Thailand dan Timor Leste. Media lokal Thailand bahkan menyebut undian ulang mungkin diperlukan karena ketidakseimbangan jumlah peserta antar grup.

Saat ini, Grup B terdiri dari tiga tim sementara Grup C memiliki empat tim. THASOC disebutkan bakal berkoordinasi dengan Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF) untuk menentukan opsi terbaik demi menjaga kelancaran turnamen.

Menteri Edukasi, Pemuda, dan Olahraga Kamboja, Hangchuon Naron, mengakui adanya pertimbangan serius terkait konflik yang terjadi di perbatasan. Namun, ia menolak opsi boikot total untuk menjaga citra Kamboja di kancah internasional dan mempertahankan nilai-nilai persatuan kawasan.

"Keputusan untuk berpartisipasi dalam SEA Games bukanlah keputusan yang mudah," ujarnya kepada Khmer Times. 

"Kita tidak boleh membiarkan boikot memengaruhi hubungan dan peluang kaum muda di ASEAN, dan kita harus menunjukkan semangat sportivitas yang sesungguhnya,” tandasnya.