Timnas Kamboja Mundur dari Cabor Sepakbola SEA Games 2025, Ada Drawing Ulang?
Kontestan cabang sepak bola putra SEA Games 2025 mengalami perubahan besar setelah Timnas Kamboja dilaporkan resmi mengundurkan diri dari ajang olahraga terbesar Asia Tenggara tersebut. Kabar ini dikutip dari berbagai media regional seperti Vietbao (Vietnam) dan Siamsport (Thailand) pada Kamis (27/11).
Menurut laporan Siamsport, Komite Olimpiade Kamboja telah mengirim dokumen resmi kepada Panitia Penyelenggara SEA Games 2025 di Thailand, yang berisi konfirmasi penarikan diri dari delapan cabang olahraga, termasuk sepak bola putra. Langkah ini membuat Kamboja kini hanya akan berpartisipasi di 13 cabang olahraga.
Selain sepak bola, cabang olahraga yang mereka tinggalkan antara lain judo, karate, pencak silat, petanque, gulat, wushu, dan sepak takraw. Sebelumnya, mereka juga lebih dulu menyatakan mundur dari muaythai dan biliar.
Cabang olahraga yang tetap diikuti Kamboja di SEA Games 2025 adalah renang, atletik, esports, anggar, senam, jujitsu, kickboxing, taekwondo, berkuda, jetski, triathlon, teqball, dan bola voli.
Faktor Keamanan Jadi Alasan Utama
Keputusan mundur ini dipicu oleh kekhawatiran Kamboja terhadap masalah keamanan dan keselamatan para atlet serta ofisialnya. Situasi politik dan dinamika keamanan regional disebut menjadi pertimbangan utama.
Komite Olimpiade Kamboja menegaskan tetap menghormati pelaksanaan SEA Games namun memilih untuk membatasi partisipasi demi keamanan.
“Kami tetap mengirim delegasi dan berharap semua pihak memahami situasi yang kami hadapi,” demikian pernyataan dari pihak Kamboja.
Dampak pada Cabang Sepak Bola: Grup A Hanya Diisi Dua Tim
Keputusan mundur dari cabang sepak bola putra menimbulkan implikasi serius pada struktur kompetisi. Grup A yang awalnya diisi tiga tim—Thailand, Kamboja, dan Timor Leste—kini hanya menyisakan dua peserta: Thailand dan Timor Leste.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: apakah akan dilakukan drawing ulang?
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari Panitia Penyelenggara SEA Games 2025 maupun Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF) terkait kemungkinan pengundian ulang grup sepak bola putra.
Jika tidak ada drawing ulang, Grup A akan menjadi grup dengan hanya dua tim, yang berpotensi memunculkan ketidakseimbangan format karena grup lain tetap terisi empat tim.
Menunggu Sikap Panitia dan AFF
- Sejumlah opsi kini terbuka untuk mengatasi kekosongan tersebut:
- Melakukan drawing ulang keseluruhan grup, atau
- Mempertahankan format lama dengan penyesuaian kuota lolos, atau
- Memindahkan satu tim dari grup lain ke Grup A.
- Namun hingga artikel ini ditulis, belum ada kepastian resmi.
Keputusan Kamboja ini tak hanya berdampak teknis, tetapi juga menimbulkan perhatian besar karena sepak bola SEA Games selalu menjadi cabang paling populer dan ditunggu jutaan penonton.