Karboksi Terapi, Perawatan Wajah dengan CO2 untuk Cerahkan Kulit

karboksi terapi, Karboksi Terapi, Perawatan Wajah dengan CO2 untuk Cerahkan Kulit

Berbagai perawatan kulit kini makin berkembang dan kian diminati, terutama bagi mereka yang ingin menjaga kesehatan dan penampilan kulit wajah.

Salah satu perawatan kulit yang dapat dilakukan adalah karboksi terapi, yaitu metode yang bertujuan membantu membuat kulit tampak lebih glowing, halus, dan kencang.

Menurut Co-Founder Eva Mulia Clinic dr. Eddy Wijaya, karboksi terapi merupakan prosedur yang memanfaatkan gas karbon dioksida (CO2) untuk merangsang kondisi kulit dari dalam.

“Nama tindakannya karboksi terapi. Gel yang digunakan dalam perawatan ini akan melepaskan gas CO2 ke dalam jaringan kulit,” ujarnya.

Cara Kerja Karboksi Terapi

Dalam prosesnya, perawatan dimulai dengan membersihkan wajah untuk memastikan kulit dalam kondisi siap menerima treatment.

Setelah itu, dokter atau terapis akan mengoleskan gel khusus ke permukaan kulit. Gel ini kemudian ditutup dengan masker yang berfungsi membantu proses pelepasan gas CO2.

Saat masker mulai bekerja, pasien biasanya akan merasakan sensasi tertentu, seperti berdenyut dan sedikit panas. 

Bagi sebagian orang, sensasi ini bisa terasa mengejutkan di awal, terutama bagi yang baru pertama kali mencoba.

Menurut dr. Eddy, sensasi tersebut merupakan reaksi normal yang menandakan bahwa gas CO2 sedang bekerja dan masuk ke dalam jaringan kulit.

Gas ini akan merangsang tubuh untuk meningkatkan aliran darah ke area tersebut. Ketika sirkulasi darah meningkat, suplai oksigen ke kulit juga ikut bertambah secara signifikan.

“Pas masukin gel CO2 itu, metabolisme kulit makin cepat, sirkulasi darah makin cepat, otomatis suplai oksigennya bertambah berkali-kali lipat di kulitnya,” terang dr. Eddy.

Manfaat bagi Kesehatan dan Tampilan Kulit

Dengan meningkatnya metabolisme dan sirkulasi darah, karboksi terapi dapat memberikan sejumlah manfaat bagi kulit.

Salah satu efek utamanya adalah merangsang produksi kolagen, yaitu protein yang berperan dalam menjaga kekencangan dan elastisitas kulit.

Kolagen yang terbentuk dengan baik dapat membantu mengurangi tampilan garis halus, membuat kulit terasa lebih kenyal, serta memperbaiki tekstur kulit secara keseluruhan.

Selain itu, peningkatan aliran darah juga membantu proses detoksifikasi alami kulit. Racun atau sisa metabolisme yang menumpuk di jaringan kulit dapat lebih mudah dikeluarkan, sehingga kulit terlihat lebih segar dan sehat.

“Efek yang diharapkan adalah kulit tampak lebih glowing, lebih halus, dan terasa lebih kencang,” ucap dr. Eddy.

Frekuensi dan Keamanan Perawatan

Salah satu keunggulan karboksi terapi adalah minimnya efek samping serta tidak memerlukan waktu pemulihan atau downtime.

Menurut dr. Eddy, perawatan ini cukup aman untuk dilakukan secara rutin, misalnya setiap dua minggu sekali, tergantung pada kebutuhan dan kondisi kulit masing-masing individu.

Lebih dari itu, dr. Eddy mengatakan, jika hasil perawatan dirasa masih kurang optimal setelah beberapa kali tindakan, pasien dapat mempertimbangkan perawatan lanjutan.

Menurutnya, tindakan seperti laser atau skin booster bisa menjadi pilihan untuk membantu meningkatkan hasil sesuai kebutuhan kulit.

Namun, ia menambahkan bahwa prosedur tersebut umumnya memiliki downtime sehingga memerlukan waktu pemulihan sebelum kulit kembali normal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang