Tips Merawat Kulit di Perjalanan Mudik
Perjalanan mudik Lebaran sering kali membuat rutinitas perawatan kulit berubah. Perjalanan jauh, paparan AC di kendaraan, hingga debu selama perjalanan dapat membuat kulit lebih mudah kering dan sensitif.
Dermatologist dr. Arlene Rainamira, Sp.DVE., mengatakan bahwa kondisi tersebut dapat memengaruhi kesehatan skin barrier, yaitu lapisan pelindung kulit yang berfungsi menjaga kelembapan sekaligus melindungi kulit dari iritasi.
Maka dari itu, perawatan kulit tetap perlu diperhatikan selama perjalanan mudik agar kulit tidak mudah mengalami masalah.
Tips merawat kulit saat mudik
Gunakan pembersih yang lembut
Menurut dr. Arlene, salah satu hal penting yang perlu diperhatikan saat mudik adalah memilih pembersih kulit yang lembut atau gentle cleanser.
Sabun wajah maupun sabun mandi sebaiknya tidak menghasilkan terlalu banyak busa serta minim kandungan pewangi dan pewarna.
“Carilah sabun yang tidak banyak busa, tidak banyak pewangi, dan tidak ada pewarnanya sehingga lebih gentle untuk kulit,” ujarnya dalam acara Sensatia Ramadan Pure Moments di Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026).
Pembersih yang terlalu keras dapat membuat kulit makin kering, terutama setelah terpapar udara panas dan polusi selama perjalanan.
Jangan lupa gunakan pelembap
Perjalanan mudik yang panjang, baik menggunakan motor, mobil, bus, maupun transportasi umum lainnya, dapat membuat kulit lebih mudah kehilangan kelembapan.
Oleh sebab itu, penggunaan pelembap menjadi langkah penting untuk menjaga kondisi kulit.
Dr. Arlene menyarankan agar pelembap digunakan secara rutin minimal dua kali sehari setelah mandi.
“Aku sering mengingatkan bahwa pelembap sebaiknya dipakai minimal dua kali sehari, setelah mandi pagi dan malam,” jelasnya.
Penggunaan pelembap tidak hanya penting untuk wajah, tetapi juga untuk kulit tubuh agar skin barrier tetap terhidrasi dengan baik.
Gunakan sunscreen selama perjalanan
Paparan sinar matahari selama perjalanan mudik juga dapat memengaruhi kondisi kulit.
Menurut dr. Arlene, sunscreen tetap perlu digunakan meskipun seseorang berada di dalam kendaraan.
“Sunscreen itu tidak hanya dipakai di luar ruangan. Kalau kita dekat jendela atau terkena cahaya lampu dan blue light, itu juga dapat memengaruhi kulit,” katanya.
Karena itu, penggunaan sunscreen secara teratur dapat membantu melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet.
Cukupi kebutuhan cairan
Selain perawatan dari luar, hidrasi tubuh juga penting untuk menjaga kesehatan kulit selama mudik.
Dr. Arlene menyarankan untuk tetap mencukupi kebutuhan air putih, terutama bagi mereka yang mudik saat masih bulan puasa Ramadan.
“Empat gelas saat sahur dan empat gelas saat berbuka,” ujarnya.
Kecukupan cairan membantu menjaga hidrasi kulit sehingga skin barrier dapat bekerja dengan lebih optimal.
Hindari membersihkan kulit terlalu sering
Saat perjalanan mudik, sebagian orang mungkin merasa perlu membersihkan wajah lebih sering karena keringat atau pakai makeup lengkap.
Namun, dr. Arlene mengingatkan bahwa membersihkan kulit terlalu sering justru dapat membuat kulit kehilangan kelembapan alaminya.
Ia menyarankan agar pembersihan wajah dilakukan secukupnya, yaitu sekitar dua hingga tiga kali sehari.
Batasi penggunaan bahan aktif
Selain itu, penggunaan bahan aktif dalam skincare juga sebaiknya tidak berlebihan selama perjalanan mudik.
Paparan sinar matahari yang lebih intens dapat membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap bahan aktif tertentu.
Jika digunakan terlalu sering, bahan aktif dapat memicu iritasi seperti kemerahan atau kulit mengelupas.
Dengan menjaga rutinitas perawatan kulit yang sederhana serta memperhatikan hidrasi tubuh, kondisi skin barrier diharapkan tetap terjaga meskipun menjalani perjalanan mudik yang panjang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang