Rahasia Kulit Wajah Natural Selebritas Jelang Oscar 2026
Musim penghargaan bergengsi bagi insan perfilman dan televisi, yang dimulai dari perhelatan Golden Globes, Grammy, Critics' Choice Awards, BAFTA, hingga puncaknya di ajang Academy Awards atau Oscar, selalu menjadi sorotan utama dunia hiburan internasional.
Untuk Oscar sendiri, tahun ini ajang penghargaan paling bergengsi itu akan digelar di Dolby Theatre di Los Angeles, California, Amerika Serikat (AS) pada Minggu (15/3/2026) waktu setempat, atau Senin (16/3/2026) pagi pada waktu Indonesia.
Di momen penting ini, wajah para selebritas menjadi pusat perhatian, terekam oleh banyak kamera, dan mejadi fokus bagi berbagai bidikan lensa jarak dekat.
Tuntutan untuk selalu tampil tanpa cela di depan kamera televisi telah mengubah pendekatan dasar dari perawatan estetika para pesohor tersebut.
Jika beberapa dekade lalu memiliki wajah yang kaku dan sepenuhnya tanpa kerutan dianggap sebagai standar untuk kebutuhan foto, kini tren telah bergeser.
"Publik menginginkan ekspresi wajah, tetapi di saat yang sama juga ingin kulit menjadi lebih halus dan kencang," ungkap seorang perawat spesialis estetika sekaligus pendiri klinik The Things We Do, Vanessa Lee, melansir LA Times, Minggu.
Tren estetika yang bergeser
Elle Fanning di Golden Globes 2026.
Pendekatan dunia kecantikan medis untuk ajang penghargaan besar saat ini sudah tidak lagi sekadar menutupi kekurangan wajah secara instan, melainkan menonjolkan keaslian fitur wajah alami.
"Saya pikir 10 tahun yang lalu, estetikanya adalah menempatkan Botox di mana-mana sehingga mereka tampil semulus mungkin di layar," ungkap Lee.
Pendekatan estetika tersebut terbukti merupakan sebuah kesalahan. Wajah yang kaku dan minim kerutan mungkin terlihat sempurna untuk kebutuhan foto statis di majalah.
Namun, wajah yang "beku" akibat prosedur berlebihan justru sangat membatasi kemampuan berekspresi para aktor, terutama ketika mereka harus menunjukkan ekspresi di depan layar.
Menghindari intervensi mendadak
Terkait tampilan di red carpet, Lee sangat merekomendasikan tenggat waktu yang jauh lebih panjang dan pendekatan bertahap, daripada intervensi mendadak pada menit-menit terakhir.
"Ketika seseorang bersiap untuk syuting, saya memastikan bahwa botoks, dysport, dan juvo, sudah menetap dan habis masanya pada saat karpet merah atau waktu syuting tiba. Biasanya sekitar 3-4 bulan sebelumnya adalah waktu kami akan melakukan persiapan," tutur Lee.
Pengaturan waktu seperti itu, menurutnya, akan mengubah hasil yang terlihat pada wajah sang pesohor. Saat seorang aktor atau aktris berada di kamera, fase perawatan yang paling terlihat sudah terlewati.
"Sehingga kulit mereka terlihat sangat sehat dan jauh lebih halus, tetapi mereka memiliki pergerakan yang penuh," jelas Lee.
Penyanyi Miley Cyrus menghadiri Academy Awards ke-97 atau Oscar 2025 di Dolby Theatre, Hollywood, Los Angeles, Minggu (2/3/2025) malam.
Perawatan permukaan menggantikan koreksi struktur
Korean glass stamping
Perawatan pada kulit kini perlahan mulai menggantikan metode perbaikan bentuk wajah secara mendalam.
Alhasil, prosedur yang tersisa pada minggu-minggu terakhir sebelum acara cenderung tidak lagi berfokus pada kerangka atau susunan wajah, melainkan lebih menitikberatkan pada perbaikan lapisan luar kulit.
Untuk menyiapkan kulit di depan kamera, Lee mengandalkan teknik Korean glass stamping, yang memasukkan faktor pertumbuhan ke lapisan kulit terluar demi menyempurnakan tekstur wajah.
"Jadi untuk karpet merah, kulit klien menjadi halus, cerah, tetapi tidak mengorbankan pergerakan apa pun," terang dia.
Teknik itu kerap dikombinasikan dengan serangkaian perawatan yang dirancang untuk memperhalus tekstur kulit, bukan untuk merombak atau mengubah bentuk aslinya.
Perawatan pico laser
Selanjutnya adalah perawatan pico laser yang dikenal mampu memecah pigmentasi, dan merangsang produksi kolagen tanpa memerlukan masa pemulihan yang memakan waktu lama.
"Pico untuk mencerahkan, meminimalkan ukuran pori-pori, dan sekadar membuat riasan minimalis lebih mudah menyatu dengan kulit," ungkap Lee.
Pendekatan yang diaplikasikan tersebut memang dilakukan secara berlapis, tetapi tetap ditahan agar tidak menjadi terlalu berlebihan.
"Hal yang paling penting adalah memastikan mereka merasa nyaman dengan kulit mereka sendiri, tetapi memiliki kilau yang sehat dan penampilan mereka terlihat segar dan cukup istirahat," pungkas Lee.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang