Riset Ungkap Metode Jalan Kaki yang Bikin Panjang Umur, Tak Perlu 10.000 Langkah!
Target 10 ribu langkah per hari sudah lama jadi standar kesehatan yang dipercaya banyak orang. Padahal, angka itu sebenarnya lahir dari kampanye iklan pedometer Jepang pada 1960-an, bukan hasil penelitian medis.
Kini, riset terbaru mengungkap bahwa manfaat berjalan kaki tidak sesederhana mengejar angka tertentu setiap hari. Scroll untuk info lebih lengkapnya, yuk!
Dalam berbagai studi, berjalan kaki tetap diakui punya dampak besar untuk kesehatan. Namun manfaat signifikan mulai terlihat sejak 8.000 langkah. Di atas angka itu, efeknya cenderung datar, sehingga kepercayaan terhadap “magis” 10 ribu langkah mulai dipertanyakan.
Beberapa ilmuwan bahkan menilai bahwa kecepatan berjalan jauh lebih menentukan daripada total langkah.
Mengenal Brisk Walk dan Manfaatnya
Ilustrasi jalan kaki / jogging
Melansir dari The Independent, Senin, 24 November 2025, riset baru menunjukkan bahwa berjalan cepat lebih dari 100 langkah per menit, memberi dampak besar pada kesehatan jantung. Mengganti jalan santai 14 menit dengan brisk walk selama tujuh menit saja, sudah dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung hingga 14 persen.
Analisis terhadap lebih dari 450 ribu orang dewasa di Inggris juga menemukan bahwa orang yang terbiasa berjalan cepat sepanjang hidup bisa memiliki usia biologis hingga 16 tahun lebih muda dibanding mereka yang berjalan lambat.
Menariknya, manfaat ini tidak hanya berlaku bagi orang yang aktif sejak muda. Pada usia 60 tahun pun, menambahkan 10 menit brisk walk setiap hari diperkirakan mampu menambah sekitar satu tahun harapan hidup.
Kecepatan berjalan bahkan disebut sebagai prediktor risiko kematian akibat penyakit jantung yang lebih kuat dibanding tekanan darah, kolesterol, diet, tingkat obesitas, hingga total aktivitas fisik.
Tidak Semua Manfaat Butuh Jalan Cepat
Meski unggul untuk kesehatan jantung, brisk walk tidak otomatis unggul untuk semua aspek kesehatan. Dalam konteks penurunan risiko kanker, misalnya, peneliti belum melihat perbedaan signifikan antara berjalan cepat dan berjalan santai. Yang penting adalah tetap bergerak dan tidak duduk terlalu lama.
Memecah waktu duduk dengan aktivitas ringan seperti mondar-mandir perlahan terbukti memberikan efek positif pada metabolisme. Pola sederhana seperti ini memberi dampak lebih besar daripada yang banyak orang bayangkan.
Efek Positif untuk Otak dan Kesehatan Mental
Berjalan kaki juga membawa manfaat untuk otak. Aktivitas ini dapat meningkatkan kreativitas hingga dua kali lipat dan mengaktifkan bagian otak yang berhubungan dengan memori serta imajinasi. Banyak orang sudah mempraktikkannya tanpa sadar, seperti berjalan sambil menyusun ide atau menenangkan pikiran.
Manfaat mental ini umumnya lebih terasa ketika berjalan di ruang terbuka atau area hijau. Konsep “nature prescriptions” bahkan mulai digunakan untuk mendorong pasien meningkatkan aktivitas fisik sambil memperbaiki kesehatan mental.
Kalau Anda sedang mencari cara agar panjang umur atau hidup lebih lama dan lebih sehat, latihan sederhana ini bisa jadi pilihan paling realistis. Tidak harus 10 ribu langkah, tidak harus lari. Cukup berjalan setiap hari, dan sesekali tingkatkan tempo Anda.