500.000 Tiket Batal, Ketegangan China–Jepang Guncang Wisata Negeri Sakura

China, Jepang, jepang, ketegangan china dan jepang, 500.000 Tiket Batal, Ketegangan China–Jepang Guncang Wisata Negeri Sakura, 500.000 tiket pesawat dibatalkan dalam tiga hari, Dampak ke industri Jepang: Saham turun, acara budaya dibatalkan, Pelaku usaha di Jepang tidak khawatir, Besarnya peran turis China dalam pariwisata Jepang, Perjalanan tetap diminati, ketegangan diprediksi sementara

Ketegangan diplomatik antara China dan Jepang kembali memanas setelah pernyataan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, tentang kemungkinan keterlibatan militer Jepang jika China menyerang Taiwan.

Dampaknya langsung terasa pada sektor pariwisata dan budaya, ratusan ribu perjalanan warga China ke Jepang dibatalkan, sejumlah film Jepang ditunda penayangannya di China, hingga visa dan kegiatan pertukaran budaya dihentikan sementara.

500.000 tiket pesawat dibatalkan dalam tiga hari

Analis penerbangan Hanming Li menyebut data keberangkatan menunjukkan sekitar 500.000 tiket penerbangan menuju Jepang dibatalkan hanya dalam waktu 15–17 November.

Setidaknya tujuh maskapai China, termasuk tiga maskapai negara, menawarkan pembatalan gratis.

Beberapa rute juga dihentikan sepenuhnya. Sichuan Airlines membatalkan seluruh penerbangan Chengdu–Sapporo hingga akhir Maret 2025, sementara Spring Airlines membatalkan sejumlah penerbangan menuju Jepang.

Langkah ini terjadi setelah China memperingatkan warganya agar tidak bepergian atau belajar ke Jepang. Agen perjalanan di China bahkan menghentikan proses pengajuan visa individu.

Dampak ke industri Jepang: Saham turun, acara budaya dibatalkan

Lonjakan pembatalan perjalanan memukul sektor ritel dan pariwisata Jepang. Saham perusahaan-perusahaan wisata anjlok setelah pengumuman peringatan dari China.

Selain itu, beberapa kegiatan pertukaran budaya Jepang–China dan rilis tahunan survei hubungan kedua negara dibatalkan.

China, Jepang, jepang, ketegangan china dan jepang, 500.000 Tiket Batal, Ketegangan China–Jepang Guncang Wisata Negeri Sakura, 500.000 tiket pesawat dibatalkan dalam tiga hari, Dampak ke industri Jepang: Saham turun, acara budaya dibatalkan, Pelaku usaha di Jepang tidak khawatir, Besarnya peran turis China dalam pariwisata Jepang, Perjalanan tetap diminati, ketegangan diprediksi sementara

Ilustrasi Kastil Nagoya di Jepang

Di bidang hiburan, setidaknya dua film Jepang menunda penayangan di China. Bahkan film animasi populer Demon Slayer: Infinity Castle dilaporkan mengalami penurunan penjualan karena sentimen negatif.

Pemerintah Jepang merespons dengan mengirimkan diplomat senior, Masaaki Kanai, ke Beijing guna meredakan ketegangan.

Jepang juga memperingatkan warganya di China untuk meningkatkan kewaspadaan karena meningkatnya sentimen anti-Jepang di media China.

Pelaku usaha di Jepang tidak khawatir

Meskipun angka pembatalan perjalanan sangat besar, pelaku usaha di Jepang menunjukkan sikap yang cukup tenang.

Di distrik Asakusa, Tokyo, manajer toko perhiasan Shiina Ito mengatakan jumlah turis China memang berkurang, tetapi penjualan tidak menurun karena pelanggan lokal kini lebih leluasa berbelanja.

Hal serupa disampaikan Yuki Yamamoto, manajer restoran udon terkenal di Ginza. Meski sekitar separuh pelanggan biasanya adalah turis China, ia mengatakan belum ada perubahan signifikan dalam penjualan setelah peringatan perjalanan dari Beijing.

Besarnya peran turis China dalam pariwisata Jepang

China merupakan sumber wisatawan terbesar bagi Jepang. Dalam sembilan bulan pertama 2025, tercatat hampir 7,5 juta wisatawan China—sekitar 25 persen dari total turis asing.

Dengan nilai tukar yen yang lemah, pengeluaran turis China di Jepang bahkan 22 persen lebih tinggi dibanding wisatawan dari negara lain.

China, Jepang, jepang, ketegangan china dan jepang, 500.000 Tiket Batal, Ketegangan China–Jepang Guncang Wisata Negeri Sakura, 500.000 tiket pesawat dibatalkan dalam tiga hari, Dampak ke industri Jepang: Saham turun, acara budaya dibatalkan, Pelaku usaha di Jepang tidak khawatir, Besarnya peran turis China dalam pariwisata Jepang, Perjalanan tetap diminati, ketegangan diprediksi sementara

Ilustrasi Gunung Fuji

Itulah sebabnya, sebagian bisnis, terutama yang ketergantungan tinggi pada turis China, mulai merasakan dampaknya. Keiko Takeuchi, pemilik Gamagori Hotel, mengaku menerima pembatalan beruntun.

60 persen tamu kami adalah wisatawan China. Kami berharap situasi cepat membaik, meski sepertinya butuh waktu,” ujar dia dilansir dari Channel News Asia.

Perjalanan tetap diminati, ketegangan diprediksi sementara

Walaupun ketegangan meningkat, banyak pihak di industri pariwisata percaya ini bukanlah tren permanen.

Wu Weiguo, manajer agen perjalanan di Shanghai, menyebut 90 persen klien grupnya membatalkan perjalanan. Namun ia tetap yakin minat warga China terhadap Jepang tidak akan hilang.

“Mereka percaya kualitas layanan tinggi dan harga belanja terjangkau. Orang Tiongkok akan terus ingin berkunjung ke Jepang,” ujarnya.

Pemerintah Jepang juga menepis kekhawatiran berlebihan. Menteri Transportasi Yasushi Kaneko mengatakan penurunan turis China bukan sesuatu yang perlu dibesar-besarkan, terutama karena kunjungan dari negara lain terus meningkat.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.