Yakin Capai Target, Menpora Erick Thohir Upayakan Bonus ASEAN Para Games Setara SEA Games
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, meyakini kontingen Indonesia bisa memenuhi target medali dan peringkat yang ditetapkan pemerintah pada ASEAN Para Games 2025 Thailand.
Selain itu, Menpora Erick Thohir juga mengajukan nominal bonus setara dengan yang diterima para peraih medali SEA Games 2025 Thailand.
Kontingen Indonesia baru saja dikukuhkan dan dilepas secara resmi oleh Menpora Erick Thohir di Balai Kota Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (10/1/2026) pagi WIB.
ASEAN Para Games 2025 bergulir pada 20-26 Januari 2026 dengan tim Indonesia mengirimkan 290 atlet yang tersebar ke-18 cabang olahraga (cabor).
Pemerintah melalui Kemenpora pun menargetkan tim Merah Putih finis di peringkat ketiga dengan target 82 medali emas.
Melihat kesiapan para atlet, Erick Thohir meyakini target yang dicanangkan dalam ASEAN Para Games ke-13 Tahun 2025 Thailand bisa tercapai.
“Tentu apresiasi yang setinggi-tingginya kepada NPC, Chef de Mission, beserta tim, dan para manajer atlet yang mempersiapkan dengan segala limitasi yang ada, tetapi targetnya masih 82 emas. Ini luar biasa,” kata Erick Thohir dalam keterangan resmi Kemenpora, Sabtu (10/1/2026).
Keyakinan itu didasari data yang menunjukkan bahwa kontingen Indonesia kerap mengakhiri keikutsertaannya di ASEAN Para Games dengan rata-rata menempati peringkat satu atau dua.
Bahkan, dalam tiga edisi terakhir, Indonesia selalu menjadi juara umum.
“Tinggal bagaimana kalau kita mau ranking dua ataupun ranking tiga, selain tuan rumah, kita harus memperhitungkan juga negara-negara tetangga seperti Vietnam dan Malaysia yang memang punya persiapan atlet yang baik juga,” kata Erick.
Perihal bonus untuk atlet ASEAN Para Games, Erick menyampaikan sudah mengajukan dan masih menunggu keputusan Presiden.
Diharapkan nilainya sama dengan bonus untuk atlet SEA Games, sebagaimana formula sebelum-sebelumnya.
"Tetapi bonus saja tidak cukup. Kemarin kami membuat program yang namanya literasi finasial, supaya bonus-bonus yang didapatkan itu benar-benar bermanfaat untuk masa depan," ucap pria 55 tahun tersebut.
"Bukan cuma bonus yang dipakai untuk keseharian, tetapi untuk masa depan. Program-program seperti inilah yang akan disinergikan salah satunya dengan NPC, dengan tokoh-tokoh yang peduli olahraga."
"Saya berharap tentu dengan segala kerendahan hati, kita konsolidasi untuk prestasi Indonesia, hari ini dan yang masa datang," tutur dia.
Selain bonus, Erick juga mengatakan Kemenpora tengah menggodok program jangka pendek, menengah, dan panjang yang di antaranya membahas kelanjutan karier para atlet setelah memasuki masa pensiun, sehingga akan dibuat roadmap jenjang karier dalam program pembinaan tenaga olahraga untuk disabilitas.
“Artinya kita sebagai pembina ini benar-benar memperhatikan para atlet seutuhnya, bukan saat mereka berjaya saja," tutur Erick.
"Bapak Presiden juga meminta saya mempelajari bagaimana nanti dana pensiun atlet yang kita sedang godok."
"Nah ini yang saya ingin lakukan bersama-sama tim saya, Pak Wamenpora, benar-benar mentransformasi supaya ini tidak hanya sebatas persiapan, tetapi juga pasca dari pertandingan itu sendiri,” imbuhnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang