Erupsi Dilaporkan Berhenti, Status Gunung Semeru Masih di Level Awas

Gunung Semeru, Jonggring Saloko, Puncak Mahameru, Ranu Kumbolo, gunung semeru, ranu kumbolo, erupsi Gunung Semeru, erupsi gunung semeru hari ini, Erupsi Gunung Semeru 18 November 2025, jonggring saloko semeru, kawah jonggring saloko, Erupsi Dilaporkan Berhenti, Status Gunung Semeru Masih di Level Awas

Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali meningkat pada Rabu (19/11/2025).

Pusat Vulkanologi menaikkan status dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas) pada pukul 17.00 WIB setelah terjadi erupsi.

Meski aktivitas erupsi berhenti pada pukul 18.11 WIB, otoritas terkait belum menurunkan status karena potensi bahaya masih mungkin terjadi.

Pemerintah daerah dan tim pengamatan gunung api terus melakukan pemantauan ketat untuk memastikan keselamatan masyarakat di sekitar wilayah rawan.

Status Awas Dipertahankan meski Erupsi Berhenti

Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan aktivitas Semeru masih menjadi perhatian utama meski erupsi sudah berhenti.

"Erupsi memang sudah berhenti, tetapi status Awas tetap dipertahankan demi keselamatan warga. Potensi aktivitas susulan masih bisa terjadi, sehingga kewaspadaan tidak boleh menurun," kata Bupati Lumajang Indah Amperawati saat meninjau lokasi terdampak awan panas Semeru di Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, Rabu malam, seperti dilansir dari Antara. 

Tim pengamatan Gunung Semeru yang berada di Pos Pengamatan Gunung Semeru di Gunung Sawur disebut tetap melakukan pemantauan visual dan instrumental.

"Meski lontaran material sudah tidak terlihat, potensi bahaya berupa guguran, awan panas, atau banjir lahar dingin tetap menjadi perhatian utama, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar alur sungai dan lembah," tuturnya.

Gunung Semeru, Jonggring Saloko, Puncak Mahameru, Ranu Kumbolo, gunung semeru, ranu kumbolo, erupsi Gunung Semeru, erupsi gunung semeru hari ini, Erupsi Gunung Semeru 18 November 2025, jonggring saloko semeru, kawah jonggring saloko, Erupsi Dilaporkan Berhenti, Status Gunung Semeru Masih di Level Awas

Bupati Lumajang Indah Amperawati memantau aktivitas Gunung Semeru dari Pos Gunung Sawur

Kawah Jonggring Saloko yang Kembali Bergemuruh

Gunung Semeru memiliki kawah Jonggring Saloko yang dikenal aktif menyemburkan asap setiap beberapa menit.

Kawah itu berada di kawasan Puncak Mahameru pada sisi tenggara dan menjadi pusat keluarnya material vulkanik berupa pasir, batu, dan asap.

Dilansir dari , saat jalur pendakian masih terbuka hingga puncak, pendaki dapat menyaksikan langsung aktivitas kawah tersebut. 

Namun dalam beberapa tahun terakhir, pendaki dilarang mendekat karena tingkat bahaya yang tinggi.

Akses pendakian kini dibatasi hanya sampai Ranu Kumbolo, danau seluas 15 hektar yang menjadi ikon jalur pendakian Gunung Semeru.

Imbas letusan pada Rabu sore, kini masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 8 kilometer dari puncak karena ancaman lontaran batu pijar.

Selain itu, masyarakat, pengunjung, dan wisatawan juga tidak diperbolehkan beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 20 kilometer dari pusat erupsi.

Gunung Semeru, Jonggring Saloko, Puncak Mahameru, Ranu Kumbolo, gunung semeru, ranu kumbolo, erupsi Gunung Semeru, erupsi gunung semeru hari ini, Erupsi Gunung Semeru 18 November 2025, jonggring saloko semeru, kawah jonggring saloko, Erupsi Dilaporkan Berhenti, Status Gunung Semeru Masih di Level Awas

Warga berkumpul saat terjadi letusan Gunung Semeru dari depan rumahnya, Rabu (19/11/2025).

Sekilas Tentang Gunung Semeru

Dilansir dari Antara, Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) adalah gunung tertinggi di Pulau Jawa.

Gunung ini menjadi bagian dari Seven Summits of Indonesia, mewakili puncak tertinggi dari wilayah kepulauan besar di Tanah Air.

Semeru yang memiliki puncak Mahameru dan kawah Jonggring Saloko tercatat memiliki sejarah erupsi sejak 1818.

Erupsinya kerap bersifat vulcanian, yakni letusan eksplosif yang bisa menghancurkan kubah dan lidah lava, serta strombolian yang terjadi 3–4 kali per jam dan membentuk kawah baru.

Di balik aktivitas vulkaniknya, Semeru tetap menjadi magnet bagi para pendaki.

Keindahan bentang alamnya, mulai dari jalur pendakian, padang hijau, hingga danau Ranu Kumbolo yang berada di ketinggian 2.389 mdpl, selalu menarik perhatian siapa pun yang melihatnya.

Namun potensi bahaya tetap menjadi bagian dari karakter Semeru. Di puncak Mahameru, pendaki tidak disarankan mendekat ke Kawah Jonggring Saloko karena adanya gas beracun.

Ancaman juga mengintai masyarakat yang hidup di sekitar lereng gunung yang termasuk salah satu gunung api paling aktif di Indonesia.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.