Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki Masih Tinggi, Status Awas Terus Berlaku

gempa bumi, magma, gunung lewotobi laki-laki, Nusa Tenggara Timur, Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki, Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki Masih Tinggi, Status Awas Terus Berlaku, Masyarakat dilarang beraktivitas di sekitar gunung, Gempa bumi signifikan dan letusan meningkat, Pola aktivitas magma terus menguat, Meningkatnya potensi erupsi di masa mendatang, Peringatan untuk masyarakat sekitar, Status awas ditetapkan pada 19 September 2025

 Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa hasil analisis visual dan instrumental menunjukkan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, masih tinggi. 

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, mengungkapkan bahwa status gunung api ini tetap berada pada Level IV (Awas).

Masyarakat dilarang beraktivitas di sekitar gunung

Wafid mengimbau agar masyarakat dan wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi dan 7 kilometer sektor barat laut hingga timur laut.

"Masyarakat dan wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi, serta 7 kilometer sektoral pada arah barat laut-timur laut," kata Wafid dalam laporannya, dikutip Antara, Minggu (21/9/2025).

Gempa bumi signifikan dan letusan meningkat

Berdasarkan pengamatan pada periode 20-21 September 2025, tercatat beberapa aktivitas kegempaan, termasuk 25 kali gempa letusan, enam kali gempa guguran, dan 33 kali gempa hembusan.

Selain itu, ada juga gempa tremor non-harmonik, gempa vulkanik dalam, serta gempa tektonik lokal dan jauh.

"Terjadi letusan dengan tinggi 1000-3000 meter dari puncak, kolom abu letusan berwarna kelabu terjadi guguran, namun secara visual, jarak dan arah luncurannya tidak teramati," ungkap Wafid.

Pola aktivitas magma terus menguat

Wafid juga menjelaskan bahwa aktivitas kegempaan didominasi oleh gempa letusan, low frekuensi, dan tremor menerus dengan amplitudo signifikan.

Real-time Seismic Amplitude Measurement (RSAM) menunjukkan fluktuasi tinggi dalam sepekan terakhir, menandakan bahwa suplai magma masih aktif.

"Pola energi kumulatif kegempaan juga memperlihatkan peningkatan, mengindikasikan akumulasi tekanan di dalam sistem magmatik," kata Wafid.

Meningkatnya potensi erupsi di masa mendatang

Dalam lima hingga tujuh hari terakhir, data tiltmeter menunjukkan adanya tren inflasi yang semakin jelas, menandakan bahwa tubuh gunung sedang mengalami penggembungan akibat suplai magma baru.

Data Global Navigation Satellite System (GNSS) juga menunjukkan adanya kenaikan komponen vertikal, yang semakin menguatkan indikasi migrasi magma ke kedalaman lebih dangkal.

"Pola ini mengindikasikan migrasi magma ke kedalaman lebih dangkal, sehingga potensi erupsi masih mungkin terjadi," jelas Wafid.

Peringatan untuk masyarakat sekitar

Wafid mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah setempat. Ia juga mengingatkan untuk tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.

"Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki diminta untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi," tambah Wafid.

Masyarakat yang terdampak hujan abu diharapkan memakai masker atau penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan.

Selain itu, wilayah yang perlu diwaspadai terkait potensi banjir lahar hujan termasuk Desa Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

Status awas ditetapkan pada 19 September 2025

Sebelumnya, Gunung Lewotobi Laki-laki dinaikkan statusnya dari Level III Siaga menjadi Level IV Awas pada Jumat (19/9/2025) malam.

Keputusan ini diambil setelah pemantauan aktivitas vulkanik dari 11 hingga 19 September 2025 menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan.

"Setelah evaluasi menyeluruh, maka tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki dinaikkan dari Level III Siaga menjadi Level IV Awas terhitung sejak 19 September 2025 pukul 21.00 Wita," ujar Wafid.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul . 

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.