Menilik Sejarah Erupsi Gunung Semeru, Gunung Tertinggi di Jawa yang Kembali Menggeliat

BNPB, Badan Geologi, erupsi Gunung Semeru, status gunung Semeru, erupsi gunung semeru hari ini, Erupsi Gunung Semeru 18 November 2025, sejarah erupsi gunung semeru, erupsi terkini gunung semeru, status gunung semeru terkini, Menilik Sejarah Erupsi Gunung Semeru, Gunung Tertinggi di Jawa yang Kembali Menggeliat

Erupsi Gunung Semeru terjadi pada Rabu (18/11/2025) membuat masyarakat kembali menilik sejarah panjang aktivitas vulkaniknya yang terus berulang sejak abad ke-19.

Letusan Gunung Tertinggi di Jawa ini memunculkan awan panas yang meluncur sejauh 7 kilometer dari puncak atau kawah Jonggring Saloko.

Letusan pada Rabu sore hari juga membentuk kolom abu terpantau naik hingga 2.000 meter dan erupsi tercatat masih berlangsung saat laporan dibuat.

Kondisi ini menegaskan bahwa karakter letusan Gunung Semeru masih konsisten dengan pola historisnya.

Sejarah Erupsi Gunung Semeru Sejak Abad ke-19

Dilansir dari laman BNPB, catatan letusan Semeru sejak 1818 hingga 1913 memang tidak lengkap. 

Tetapi aktivitas yang signifikan mulai terekam jelas pada 1941-1942 ketika leleran lava Gunung Semeru mengalir dari 21 September 1941 hingga Februari 1942.

Aliran lava kala itu mencapai lereng timur pada elevasi 1.400-1.775 meter dan menimbun pos pengairan Bantengan.

Setelahnya, letusan beruntun Gunung Semeru terjadi pada 1945, 1946, 1947, 1950, 1951, 1952, 1953, 1954, serta periode 1955-1957, lalu berlanjut pada 1958, 1959, dan 1960.

Letusan 1 Desember 1977 menjadi salah satu yang paling menonjol, ketika guguran lava menghasilkan awan panas hingga 10 km di Besuk Kembar dengan endapan mencapai 6,4 juta m³ dan menyebabkan kerusakan pada lahan pertanian, jembatan, dan permukiman warga.

Aktivitas vulkanik Gunung Semeru berlanjut sepanjang 1978-1989, menunjukkan bahwa gunung ini merupakan gunung api aktif dengan periode erupsi yang sering berulang.

Pada era modern, PVMBG mencatat aktivitas signifikan Gunung Semeru pada 1990, 1992, 1994, 2002, 2004, 2005, 2007, dan 2008.

22 Mei 2008 memperlihatkan beberapa kali erupsi, termasuk empat guguran awan panas pada 22 Mei yang mengarah ke Besuk Kobokan sejauh 2.500 meter.

PVMBG menyebut aktivitas Semeru berpusat di kawah Jonggring Saloko di sisi tenggara Mahameru.

Tipe letusan Gunung Semeruyaitu vulkanian dan strombolian yang biasa terjadi 3-4 kali per jam, dengan karakter eksplosif yang menghancurkan kubah lava lama serta menghasilkan lidah lava baru.

BNPB, Badan Geologi, erupsi Gunung Semeru, status gunung Semeru, erupsi gunung semeru hari ini, Erupsi Gunung Semeru 18 November 2025, sejarah erupsi gunung semeru, erupsi terkini gunung semeru, status gunung semeru terkini, Menilik Sejarah Erupsi Gunung Semeru, Gunung Tertinggi di Jawa yang Kembali Menggeliat

Warga berkumpul saat terjadi letusan Gunung Semeru dari depan rumahnya, Rabu (19/11/2025).

Erupsi Terkini Gunung Semeru dan Luncuran Awan Panas

Dilansir dari Antara, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, melaporkan bahwa erupsi terkini terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. 

"Erupsi berupa awan panas masih berlangsung, jarak luncur sudah mencapai 7 km dari puncak, dan erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat," ujarnya.

Kolom abu teramati setinggi 2.000 meter atau 5.676 mdpl dengan warna kelabu tebal mengarah ke utara dan barat laut.

"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung," tuturnya.

PVMBG dan BNPB juga telah mengeluarkan rekomendasi kewaspadaan untuk masyarakat di sekitar lereng.

BNPB, Badan Geologi, erupsi Gunung Semeru, status gunung Semeru, erupsi gunung semeru hari ini, Erupsi Gunung Semeru 18 November 2025, sejarah erupsi gunung semeru, erupsi terkini gunung semeru, status gunung semeru terkini, Menilik Sejarah Erupsi Gunung Semeru, Gunung Tertinggi di Jawa yang Kembali Menggeliat

Gunung Semeru erupsi pada Rabu (19/11/2025).

Status Gunung Semeru Dinaikkan Jadi Awas Level IV

Dilansir dari Antara, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meningkatkan status aktivitas Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur menjadi Level IV (Awas), terhitung mulai Rabu pukul 17.00 WIB. 

"Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi terkait aktivitas Gunung Semeru. Persiapkan diri dengan perlengkapan sederhana seperti masker, air minum dan obat-obatan, serta pahami jalur aman di lingkungan masing-masing," kata Sekretaris Daerah Lumajang Agus Triyono di kabupaten setempat.

Sekda Lumajang sekaligus Ex officio BPBD Lumajang menginformasikan bahwa aktivitas Gunung Semeru kini meningkat menjadi Level IV (Awas) sejak pukul 17.00 WIB, setelah sebelumnya berada di Level II (Waspada) dan Level III (Siaga).

"Peningkatan status itu bersifat antisipatif. BPBD merekomendasikan agar masyarakat tidak berada dalam radius 8 kilometer dari kawah, serta memperhatikan sektor selatan hingga tenggara sejauh 20 kilometer dari pusat aktivitas," tuturnya.

Menurutnya, pemantauan intensif terus dilakukan untuk memastikan keselamatan warga yang berada di lereng Gunung Semeru.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.