Erupsi Gunung Semeru, 129 Pendaki di Ranu Kumbolo Berhasil Dievakuasi
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memastikan seluruh 129 pendaki yang berada di kawasan Ranu Kumbolo saat erupsi Gunung Semeru berhasil bergerak menuju Ranupani pada Kamis.
"Kependakiannya 129 orang, kalau total semuanya 187 orang (bukan 178 orang seperti diberitakan sebelumnya, red) itu termasuk dengan saver, petugas TNBTS, porter, dan Pendamping Pendakian Gunung Semeru Terdaftar (PPGST). Saat ini mereka sedang perjalanan menuju Ranupani," ujar Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, melalui sebuah siaran video yang diterima di Kota Malang, Jawa Timur, dikutip dari ANTARA.
Rudijanta menegaskan seluruh pendaki dan pihak terkait dalam kondisi aman. Menurutnya, mereka tidak terdampak erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Rabu karena aliran material mengarah ke sektor selatan hingga tenggara.
"Sedangkan posisi Ranu Kumbolo berada di sisi utara," katanya.
TNBTS juga kembali mengimbau masyarakat untuk mematuhi zona bahaya yang telah ditetapkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Sementara itu, Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, menyampaikan bahwa tim dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) telah bersiaga di Ranupani menunggu kedatangan rombongan pendaki.
"Evakuasi terkendali dan dikoordinasi oleh petugas (TNBTS) bersama rekan-rekan dari saver, aman semuanya," ujar Endrip.
Ia menambahkan, perjalanan dari Ranu Kumbolo menuju Ranupani biasanya memakan waktu 2,5 hingga 4 jam. "Itu perjalanan normal," katanya.
TNBTS telah resmi menutup jalur pendakian Gunung Semeru pascaerupsi. Penutupan ini disahkan melalui surat pemberitahuan bernomor PG.17/T.8/TU/HMS.01.08/B/11/2025 tentang Penutupan Pendakian Gunung Semeru.
Kebijakan itu juga merujuk pada rekomendasi PVMBG mengenai radius bahaya delapan kilometer dari puncak serta sektoral hingga 20 kilometer ke arah selatan-tenggara.
Penutupan berlangsung hingga kondisi Gunung Semeru dinyatakan benar-benar aman untuk aktivitas pendakian.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.