Korban Awan Panas Gunung Semeru di Jembatan Gladak Perak Dirujuk ke RS Pasirian

erupsi Gunung Semeru, jembatan Gladak Perak, korban erupsi gunung semeru, Awan panas Gunung Semeru, Erupsi Gunung Semeru 18 November 2025, Korban Awan Panas Gunung Semeru di Jembatan Gladak Perak Dirujuk ke RS Pasirian, Kronologi Dua Korban Terkena Abu Awan Panas Semeru , Warga Diimbau Waspada Jalur Licin dan Tertutup Abu, Status Semeru Masih di Level IV Awas, Luncuran Awan Panas Mencapai 17 Kilometer  

Sepasang suami istri asal Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menjadi korban awan panas Gunung Semeru saat melintas di jembatan Gladak Perak pada Rabu (19/11/2025) malam.

Peristiwa itu terjadi ketika jalanan tiba-tiba licin dan tertutup abu panas dari erupsi Semeru.

Keduanya terjatuh dari motor dan mengalami luka bakar sebelum dievakuasi oleh petugas yang berada di lokasi.

Korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Pasirian, Kabupaten Lumajang, untuk mendapatkan penanganan intensif.

Kronologi Dua Korban Terkena Abu Awan Panas Semeru 

Sekda Lumajang Agus Triyono mengungkap kondisi kedua korban yang kini tengah mendapatkan perawatan.

"Korban mengalami luka bakar sekitar 20 persen setelah terjatuh saat melintas di jembatan Perak yang licin dan tertutup abu panas akibat erupsi Gunung Semeru yang disertai luncuran guguran awan panas," kata Agus, seperti dilansir dari Antara.

Menurut laporan yang diterima pemerintah daerah, motor yang dikendarai korban tergelincir setelah melewati bagian jalan yang dipenuhi abu vulkanik panas.

"Meskipun demikian, koordinasi cepat petugas di lapangan berhasil mengevakuasi korban tanpa terlambat, sehingga korban dirujuk ke RS Pasirian," ujarnya.

Sebelum dibawa ke rumah sakit rujukan, keduanya sempat mendapatkan perawatan awal di Puskesmas Candipuro untuk penanganan luka bakar.

Warga Diimbau Waspada Jalur Licin dan Tertutup Abu

BPBD Lumajang mengingatkan masyarakat yang masih berada di kawasan terdampak aktivitas Semeru untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di jalur rawan licin dan daerah yang tertutup abu panas.

"Pentingnya mematuhi imbauan evakuasi dan menghindari zona berbahaya. Keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama. Pergerakan di area terdampak harus dikendalikan agar tidak menambah korban," kata Agus.

Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi fokus dalam penanganan peningkatan aktivitas Gunung Semeru.

Upaya pengendalian mobilitas masyarakat di kawasan rawan kini diperketat untuk mencegah insiden serupa.

Respons cepat lintas sektor juga diterapkan untuk memastikan korban mendapatkan perawatan memadai, sekaligus menegaskan kesiapsiagaan tim mitigasi bencana di wilayah tersebut.

erupsi Gunung Semeru, jembatan Gladak Perak, korban erupsi gunung semeru, Awan panas Gunung Semeru, Erupsi Gunung Semeru 18 November 2025, Korban Awan Panas Gunung Semeru di Jembatan Gladak Perak Dirujuk ke RS Pasirian, Kronologi Dua Korban Terkena Abu Awan Panas Semeru , Warga Diimbau Waspada Jalur Licin dan Tertutup Abu, Status Semeru Masih di Level IV Awas, Luncuran Awan Panas Mencapai 17 Kilometer  

Kondisi Jembatan Gladak Perak, Lumajang usai diterjang awan panas guguran Gunung Semeru, Rabu )19/11/2025)

Status Semeru Masih di Level IV Awas

Pemerintah Kabupaten Lumajang mengimbau warga agar tetap tenang menyusul kenaikan status Gunung Semeru dari Siaga menjadi Awas pada Rabu petang.

Badan Geologi Kementerian ESDM menetapkan peningkatan status aktivitas Semeru menjadi Level IV (Awas) mulai pukul 17.00 WIB.

"Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi terkait aktivitas Gunung Semeru. Persiapkan diri dengan perlengkapan sederhana seperti masker, air minum dan obat-obatan, serta pahami jalur aman di lingkungan masing-masing," kata Agus Triyono.

Ia menjelaskan bahwa status Awas ini bersifat antisipatif, termasuk rekomendasi agar masyarakat tidak berada dalam radius 8 kilometer dari kawah, serta menjauhi sektor selatan hingga tenggara sejauh 20 kilometer dari pusat aktivitas.

Luncuran Awan Panas Mencapai 17 Kilometer  

Saat Semeru berada pada Level III (Siaga) pukul 16.00 WIB, awan panas guguran meluncur hingga 17 kilometer.

Luncuran awan panas tersebut mencapai area bawah jembatan Gladak Perak, lokasi jatuhnya pasangan suami istri tersebut.

"Masyarakat diminta tetap tenang, tidak mendekati kawasan rawan, dan memahami informasi resmi yang disampaikan oleh BPBD. Setiap kenaikan status gunung api adalah langkah kesiapsiagaan, bukan untuk menakut-nakuti," katanya.

Agus menambahkan, dengan kesiapsiagaan sederhana dan mengikuti arahan resmi, masyarakat dapat menghadapi kondisi ini dengan lebih aman.

BPBD Lumajang memastikan pembaruan informasi terkait aktivitas Semeru akan terus disampaikan, sementara warga diminta mengandalkan sumber informasi resmi dan menghindari rumor yang belum terverifikasi.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.