Erupsi Meningkat Tajam, Gunung Ile Lewotolok di NTT Naik Status Jadi Siaga

Erupsi Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, NTT
Erupsi Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, NTT

Badan Geologi melaporkan, Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami kenaikan status aktivitas vulkanik dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

Petugas Pemantau Gunung Ile Lewotolok, Stanislaus Arakian mengatakan, kenaikan status itu terhitung sejak hari ini, Minggu, 18 Januari 2026 pukul 11.00 WITA.

“Kenaikan status itu terjadi karena jumlah kejadian erupsi semakin meningkat tajam dari hari ke hari,” kata Stanislaus dikutip dari Antara, Minggu, 18 Januari 2026.

Visual Gunung Api Ile Lewotolok di Lembata, NTT, yang mengalami erupsi, Selasa, 14 Mei 2024.

Dia mengatakan, gunung yang pernah meletus pada 2020 dengan mengakibatkan banyak warga mengungsi itu, sudah menunjukkan peningkatan aktivitas erupsi pada 4 Januari 2026 dengan tinggi kolom abu mencapai 300 meter di atas puncak.

Dia mengatakan, pada 13 Januari 2026, terekam 341 kejadian gempa Erupsi. Di tanggal yang sama, mulai teramati aliran lava yang keluar dari kawah gunung tersebut, yang sebelumnya mengalir di dalam kawah.

Berdasarkan data kegempaan pada 1-15 Januari 2026, tercatat 2.713 kali gempa erupsi, 4.391 kali gempa embusan, lima kali gempa guguran, 834 kali tremor non-harmonik, tujuh kali gempa hybrid, 13 kali gempa vulkanik dangkal serta 25 kali gempa vulkanik dalam, delapan kali gempa tektonik lokal, dan delapan kali gempa tektonik jauh.

Selama 16-18 Januari 2026, mulai pukul 06.00 WITA, tercatat 831 kali gempa erupsi, 925 kali gempa embusan, dan satu kali gempa vulkanik dalam.

Secara visual, kata dia, gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Selain itu, teramati asap kawah berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang dengan tinggi berkisar 20-200 meter dari puncak.

Tinggi kolom erupsi berkisar 200-500 meter dari puncak berwarna putih, kelabu hingga hitam. Lontaran material erupsi menjangkau jarak 300 meter dari pusat erupsi, keluar kawah ke arah tenggara.

Erupsi disertai suara gemuruh lemah hingga sedang. Selain itu, terjadi guguran namun tidak teramati secara visual jarak dan arahnya, sedangkan aliran lava sektor barat dengan jarak 100 meter dari bibir kawah.