PVMBG Bantah Gunung Semeru Punya Pola Erupsi Setiap Akhir Tahun

Gunung Semeru, erupsi Gunung Semeru, PVMBG, gunung semeru, gunung semeru erupsi, gunung semeru meletus, gunung semeru hari ini, priatin hadi wijaya, PVMBG Bantah Gunung Semeru Punya Pola Erupsi Setiap Akhir Tahun

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Priatin Hadi Wijaya membantah anggapan bahwa Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur selalu erupsi saat akhir tahun.

Hal tersebut dikatakan Hadi merespons banyaknya cuitan di media sosial X bahwa Gunung Semeru pasti mengalami peningkatan aktivitas vulkanik ketika pengujung tahun.

“Tidak terdapat bukti ilmiah bahwa erupsi Gunung Semeru memiliki keterkaitan khusus dengan waktu akhir tahun,” ujar Hadi kepada Kompas.com, Jumat (21/11/2025).

“Dalam penyebutan teknis, istilah yang tepat adalah ‘erupsi’, sedangkan ‘meletus’ lebih merupakan istilah umum dalam bahasa sehari-hari,” tambahnya.

Erupsi Gunung Semeru Bersifat Persisten

Hadi menambahkan, aktivitas erupsi Gunung Semeru bersifat persisten dan dapat terjadi kapan saja sepanjang tahun. 

Persepsi adanya pola akhir tahun umumnya muncul karena kebetulan waktu dan ingatan masyarakat terhadap kejadian-kejadian besar yang terjadi pada periode tersebut.

Sementara itu, faktor musim hujan tidak memicu erupsi, melainkan hanya meningkatkan potensi runtuhan material, seperti awan panas guguran maupun lahar. 

Secara karakteristik, Gunung Semeru merupakan stratovolcano dengan tipe letusan dominan vulkanian dan strombolian yang terjadi secara berulang.

Gunung tersebut juga sering memproduksi awan panas guguran akibat runtuhan material dari puncak.

“Serta awan panas letusan yang terjadi yang merupakan produk dari erupsi yang cukup besar,” pungkas Hadi.

Gunung Semeru Embuskan Asap Setinggi 1.000 Meter

Untuk diketahui, Gunung Semeru kembali erupsi pada Rabu (19/11/2025).

PVMBG telah menaikkan status gunung tersebut dari level II (Siaga) menjadi level IV (Awas) pukul 17.00 WIB.

Setelah erupsi tiga hari lalu, Gunung Semeru masih menunjukkan aktivitas vulkanik yang ditandai dengan keluar asap setinggi 1.000 meter pada Sabtu (22/11/2025) dini hari.

Hal tersebut didasarkan pada hasil pengamatan petugas Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Dilansir dari Antara, Sabtu (22/11/2025), aktivitas secara visual menunjukkan bahwa Gunung Semeru dapat dilihat secara jelas walau sempat tertutup kabut pada level 0-II.

Sementara itu, asap kawah utama masih teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tinggi.

Hasil pengamatan Badan Geologi juga menunjukkan, cuaca di sekitar gunung dalam kondisi cerah hingga hujan.

Angin lemah bertiup ke arah tenggara dan selatan dengan suhu udara 21-24 derajat Celsius.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.