Gunung Ile Lewotolok Erupsi 79 Kali dalam 6 Jam, Status Masih Siaga
Aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami peningkatan signifikan.
Dalam periode enam jam, Kamis (17/7/2025) pukul 00.00 hingga 06.00 Wita, tercatat sebanyak 79 kali letusan dari kawah gunung.
Petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok, Fajaruddin M Balido, melaporkan bahwa letusan yang terjadi disertai asap berwarna putih hingga kelabu setinggi 100 hingga 200 meter.
"Teramati 79 kali letusan dengan tinggi 100–200 meter dan warna asap putih dan kelabu," jelas Fajaruddin dalam keterangan resminya, Kamis (17/07/2025).
Gunung Ile Lewotolok Disertai Lontaran Material Pijar
Menurut Fajaruddin, letusan tersebut disertai lontaran material pijar ke berbagai arah, serta suara dentuman dan gemuruh dengan intensitas yang bervariasi.
“Letusan disertai dengan lontaran material pijar dan suara dentuman atau gemuruh yang bervariasi dari intensitas lemah hingga kuat,” ujarnya.
Secara visual, kawasan gunung tampak jelas meski sempat diselimuti kabut tipis.
Asap kawah terpantau bertekanan lemah dengan warna putih, intensitas tipis, dan ketinggian antara 25 hingga 50 meter di atas puncak.
Cuaca di sekitar gunung dilaporkan cerah dengan suhu udara 22–24 derajat Celsius dan angin bertiup lemah ke arah barat.
Terjadi 67 Gempa Embusan, Warga Diminta Jauhi Radius 3 Kilometer
Selain letusan, Gunung Ile Lewotolok juga mengalami 67 kali gempa embusan pada waktu yang sama.
Gempa tercatat memiliki amplitudo 1.9 hingga 9.7 mm dengan durasi 26 hingga 48 detik.
Menghadapi situasi ini, Fajaruddin mengimbau warga agar menjauhi area berbahaya di sekitar gunung.
“Kami mengimbau agar warga tidak memasuki dan melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 3 kilometer dari pusat erupsi,” tegasnya.
Saat ini, status Gunung Ile Lewotolok berada pada Level III atau Siaga, menandakan kondisi yang memerlukan kewaspadaan tinggi dari masyarakat di sekitar lereng gunung.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul .