Banjir Lahar Gunung Semeru Terjang Permukiman, Petugas Imbau Evakuasi
Banjir lahar hujan Gunung Semeru kembali menerjang permukiman warga di Dusun Gumukmas, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jumat (21/11/2025).
Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru melaporkan banjir terjadi sejak pukul 14.33 WIB dengan getaran terekam seismograf dan amplitudo maksimal 45 milimeter.
Pantauan di lapangan menunjukkan, banjir mulai meluap ke area rumah warga sekitar pukul 14.45 WIB.
Petugas bergegas mengingatkan warga yang masih mencari barang di reruntuhan agar segera menjauh.
“Ayo, Pak, cepat turun, airnya di atas (Gunung Semeru) besar,” teriak Muhajir, salah satu petugas BPBD.
Ia menegaskan imbauan tersebut disampaikan setelah mendapat informasi dari PPGA mengenai intensitas banjir lahar yang besar. “Amaknya (banjir) sudah besar, kita tidak ingin ada korban,” ujarnya.
Petugas Perketat Akses ke Lokasi Terdampak
Aparat TNI dan Polri turut menjaga persimpangan menuju permukiman untuk mencegah warga masuk ke lokasi berbahaya.
Anang, petugas Koramil Pronojiwo, mengimbau warga mematuhi arahan petugas dan tidak mendekat ke area terdampak lahar hujan.
Ia mengingatkan bahwa material vulkanik yang masih panas di sepanjang sungai dapat memicu letusan sekunder jika terlintasi banjir atau diguyur hujan.
“Warga yang berupaya mengevakuasi diminta untuk menunda aktivitasnya karena sudah terkonfirmasi ada getaran banjir,” kata dia.
Aktivitas Kegempaan Semeru Meningkat
Dilansir dari Antara, pada hari yang sama, Gunung Semeru tercatat mengalami 45 kali gempa erupsi atau letusan dalam enam jam, sejak pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.
“Untuk pengamatan kegempaan tercatat 45 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 10-22 mm, dan lama gempa 58-184 detik,” ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Rudra Wibowo.
Selain itu, Semeru juga mencatat enam kali gempa guguran, delapan kali gempa hembusan, dan lima kali gempa tektonik jauh.
Pengamatan visual menunjukkan gunung tampak jelas hingga tertutup kabut, sementara cuaca mendung hingga hujan dan angin lemah ke arah tenggara.
Status Awas, PVMBG Keluarkan Rekomendasi Ketat
Rudra menjelaskan, status Gunung Semeru masih berada pada Level IV atau Awas. PVMBG menetapkan sejumlah rekomendasi, di antaranya:
Warga dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 20 km dari puncak.
Di luar zona tersebut, aktivitas juga dilarang 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.
Masyarakat dilarang berada dalam radius 8 km dari kawah atau puncak Semeru karena bahaya lontaran batu pijar.
PVMBG juga mengingatkan potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang sungai atau lembah berhulu di puncak Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai Besuk Kobokan.
Sebagian artikel telah tayang di Kompas.com dengan judul: .
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.