Letak Gunung Semeru dan Rekam Erupsinya

Gunung Semeru, letusan Gunung Semeru, letak Gunung Semeru, Lokasi Gunung Semeru, gunung semeru, erupsi Gunung Semeru, letusan gunung semeru, lokasi gunung semeru, letak gunung semeru, Semeru erupsi, Letak Gunung Semeru dan Rekam Erupsinya

Letak dan rekam aktivitas Gunung Semeru menjadi informasi yang perlu diketahui setelah erupsi beruntun, Rabu (19/11/2025).

Gunung Semeru yang terletak di wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami peningkatan status dari level III (siaga) menjadi level IV (awas) hanya dalam satu jam pada Rabu.

Dikutip dari , Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM, Hadi Wijaya, menyebutkan bahwa peningkatan status bermula dari pukul 16.00 WIB ketika status Semeru naik dari level II (waspada) ke level III.

Satu jam kemudian, tepatnya pukul 17.00 WIB, status Semeru naik lagi dari level III menjadi IV.

Profil Gunung Semeru

Dikutip dari , Gunung Semeru merupakan gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian puncak mencapai 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Puncaknya dikenal sebagai Mahameru, sementara kawah aktifnya dinamai Jonggring Saloko.

Dalam naskah kuno Tantu Panggelaran, gunung Semeru disebut sebagai gunung yang dibawa oleh Dewa Brahma dan Dewa Wisnu untuk menjadi pasak Pulau Jawa.

Mahameru diyakini sebagai tempat bersemayam para dewa dan menjadi penghubung antara Bumi dan Kahyangan.

Karena itu, tradisi sesaji di gunung Semeru dilakukan setiap 8-12 tahun.

Sebagian kisah rakyat juga mengaitkan letusan Gunung Semeru dengan ramalan Jayabaya bahwa Pulau Jawa suatu hari akan terbelah.

Secara nasional, Gunung Semeru menempati posisi ketiga gunung api tertinggi di Indonesia setelah Gunung Kerinci dan Gunung Rinjani.

Gunung ini menjadi salah satu destinasi pendakian terpopuler berkat bentang alamnya, termasuk keberadaan tiga danau, yaitu Ranu Pani, Ranu Regulo, dan Ranu Kumbolo yang dilalui di jalur pendakian.

Lokasi Gunung Semeru dan kondisi geografis

Informasi mengenai letak Gunung Semeru menjadi salah satu hal penting yang dibahas ketika menyoroti aktivitas vulkaniknya.

Lokasi Gunung Semeru berada di Provinsi Jawa Timur, tepatnya membentang di wilayah administratif Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang.

Kawasan ini berada dalam pengelolaan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Akses menuju lokasi gunung Semeru terbilang mudah, membuatnya menjadi jalur favorit pendaki dari berbagai daerah.

Akses pendakian gunung tertinggi Pulau Jawa ini dimulai dari Pasar Tumpang dan dilanjutkan dengan pendaftaran Simaksi di pos Ranu Pani.

Pendaki dapat mengakses izin melalui situs resmi bookingsemeru.bromotenggersemeru.org.

Rute pendakian melewati:

  • Pos 1 (Ranu Pani)
  • Pos 2
  • Pos 3
  • Pos 4
  • Ranu Kumbolo
  • Tanjakan Cinta
  • Oro-oro Ombo
  • Cemoro Kandang
  • Jambangan
  • Kalimati (batas vegetasi)

Letak Gunung Semeru yang berada pada zona pertemuan berbagai lembah dan aliran sungai juga menjadi alasan, mengapa erupsi Gunung Semeru memiliki dampak signifikan terhadap wilayah di sekitarnya, terutama di sektor tenggara yang dilalui Besuk Kobokan.

Rekam letusan Gunung Semeru

Gunung Semeru, letusan Gunung Semeru, letak Gunung Semeru, Lokasi Gunung Semeru, gunung semeru, erupsi Gunung Semeru, letusan gunung semeru, lokasi gunung semeru, letak gunung semeru, Semeru erupsi, Letak Gunung Semeru dan Rekam Erupsinya

Warga berkumpul saat terjadi letusan Gunung Semeru dari depan rumahnya, Rabu (19/11/2025). Menurut rekaman MAGMA Indonesia, dari sepanjang 2025 gunung tertinggi di Pulau Jawa ini sudah meletus sebanyak 2.802 kali.

Riwayat erupsi Gunung Semeru cukup panjang. Aktivitas vulkanik terekam sejak tahun 1818, meski dokumentasinya mulai lengkap pada periode 1941-1942.

Pada rentang tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat leleran lava berlangsung dari 21 September 1941 hingga Februari 1942 dengan dampak mencapai elevasi 1.400-1.775 mdpl.

Material erupsi bahkan sempat menimbun pos pengairan Bantengan.

Setelah 1942, erupsi Gunung Semeru berikutnya berlangsung beruntun mulai dari 1945–1960.

Hingga pada 1 Desember 1977, guguran lava menghasilkan awan panas guguran meluncur sejauh 10 km ke arah Besuk Kembar dan Besuk Kobokan.

Sejak Gunung Semeru meletus pada 1 Desember 1977, aktivitas vulkanik berlanjut hingga 1989.

Kemudian, PVMBG merekam aktivitas vulkanik Gunung Semeru pada 1990, 1992, 1994, 2002, 2004, 2005, 2007, dan 2008.

Pada 22 Mei 2008, tercatat empat kali awan panas guguran meluncur sejauh 2.500 meter ke arah Besuk Kobokan.

Terbaru pada tahun ini, Semeru erupsi telah ribuan kali. Menurut rekaman MAGMA Indonesia, dari sepanjang 2025 gunung tertinggi di Pulau Jawa ini sudah meletus sebanyak 2.802 kali.

Menurut data PVMBG, aktivitas Semeru berpusat di kawah Jonggring Saloko, di sisi tenggara puncak Mahameru.

Tipe letusan gunung ini merupakan kombinasi strombolian dan vulkanian. Karakter pertama, khas letusan strombolian di mana terjadi pembentukan kawah dan lidah lava baru.

Sedangkan, karakter kedua adalah letusan eksplosif yang dapat menghancurkan kubah dan lidah lava yang telah terbentuk sebelumnya.

(Sumber: Kompas.com/Yefta Christopherus Asia Sanjaya,Puspa Setyaningrum)

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.