Ramai soal Gunung Semeru Selalu Erupsi di Akhir Tahun, Ini Penjelasan PVMBG
Media sosial X diramaikan dengan unggahan yang menyebut bahwa Gunung Semeru selalu mengalami erupsi ketika akhir tahun.
Narasi tersebut mencuat setelah Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur mengalami erupsi pada Rabu (19/11/2025).
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menaikkan status aktivitas Gunung Semeru dari level III (Siaga) menjadi level IV (Awas) pada hari yang sama pukul 17.00 WIB.
Menanggapi situasi tersebut, seorang warganet melalui akun @Bb*** menilai bahwa Gunung Semeru seolah “ingin tampil” di akhir tahun melalui erupsi dan awan panas yang muncul.
Warganet lain dengan akun @Bu***** juga berkomentar bahwa Gunung Semeru dan Merapi kerap mengalami erupsi besar ketika memasuki akhir tahun.
“Semeru selalunya tiap akhir tahun erupsi,” cuit akun @chr****.
Lalu, benarkah Gunung Semeru selalu erupsi ketika akhir tahun?
Benarkah Gunung Semeru Selalu Meletus Ketika Akhir Tahun?
Kepala Tim Pengamatan Gunung Api PVMBG Heruningtyas Desi Purnamasari menjelaskan bahwa erupsi Gunung Semeru sebenarnya terjadi hampir setiap hari.
“Namun, biasanya intensitasnya kecil dan dampaknya hanya di area kawah saja sehingga tidak menjadi pemberitaan yang heboh,” ujar Heruningtyas kepada Kompas.com, Kamis (20/11/2025).
Ia menerangkan bahwa erupsi Gunung Semeru pada Rabu (19/11/2025) merupakan kejadian awan panas.
Kemunculan awan panas pun tidak hanya terjadi pada bulan Desember 2025, tetapi juga pernah terjadi pada November 2022.
“Tahun ini sudah tiga kali terjadi erupsi,” imbuh Heruningtyas.
Ia menambahkan, aktivitas erupsi gunung api memiliki pola periode tertentu, meski ada juga gunung yang erupsinya tidak teratur.
Heruningtyas menduga, tingginya curah hujan menyebabkan awan panas guguran muncul ketika Gunung Semeru erupsi.
Jejak Erupsi Gunung Semeru Saat Akhir Tahun
Dalam lima tahun terakhir, Gunung Semeru memang selalu menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi ketika akhir tahun.
Berikut jejak erupsi Gunung Semeru:
2020
Berdasarkan laporan Antara, Rabu (2/12/2020), gunung tersebut sudah mengalami peningkatan aktivitas vulkanik sejak Jumat (27/11/2020).
Hal itu ditandai dengan guguran lava pijar sebanyak empat kali dengan jarak luncur 200-300 meter.
Aktivitas vulkanik Gunung Semeru berlanjut hingga Selasa (1/12/2020 pukul 01.23 WIB.
Pada saat itu, Gunung Semeru memuntahkan awan panas guguran ke arah lereng selatan dan tenggara dengan jarak luncur satu kilometer yang disertai lontaran batu pijar.
2021
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Gunung Semeru mengalami erupsi pada Rabu (4/12/2021) sejak pukul 14.47 WIB.
Pukul 15.20 WIB, Pos Pengamatan Gunung Api mengamati guguran awan panas dengan arah luncuran ke Besuk Kobokan.
Erupsi Semeru pada 2021 menyebabkan 48 orang meninggal, 2.004 orang 18 orang luka berat, dan 17 orang luka ringan.
2022
Gunung Semeru erupsi secara berturut-turut sejak Jumat (2/12/2022) hingga Minggu (4/12/2022) dini hari.
Pada Minggu (4/12/2022), Gunung Semeru memuntahkan abu vulkanik setinggi sekitar 1.500 meter di atas puncak.
Kolom abu berwarna kelabu yang teramati bergerak ke arah tenggara dan selatan.
Sebelumnya, pada Sabtu (3/12/2022), Gunung Semeru juga mengeluarkan kolom abu putih hingga kelabu setinggi kurang lebih 500 meter yang mengarah ke bagian selatan.
Saat itu, erupsi terjadi sekitar pukul 05.20 WIB dan terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 20 mm serta durasi 75 detik.
Sehari sebelumnya, pada Jumat (2/12/2022), Gunung Semeru melontarkan abu putih hingga kelabu setinggi sekitar 500 meter yang kali ini mengarah ke bagian timur laut.
2023
Gunung Semeru juga dilaporkan erupsi pada Senin (25/12/2023) sekitar pukul 05.12 WIB.
Dikutip dari Antara, Senin (25/12/2023), tinggi kolom letusan yang teramati mencapai 1.000 meter di atas puncak atau kurang lebih 4.676 mdpl.
Sementara itu, kolom abu yang teramati menunjukkan warna kelabu dengan intensitas tebal ke arah selatan.
Rekaman seismograf menunjukkan, erupsi mencapai amplitudo maksimum 22 mm dengan durasi 248 detik.
2024
Tepat satu tahun kemudian pada tanggal yang sama, Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik.
Hal tersebut ditandai dengan tinggi letusan yang mencapai 700 meter di atas puncak atau 4.376 mdpl pada Rabu (25/12/2024).
Jumlah erupsi Gunung Semeru dalam sehari mencapai 16 kali terhitung sejak pukul 01.00 hingga 20.07 WIB.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.