Heboh! Wanita Jepang Ini Menikahi ChatGPT Versi ‘Pacar Ideal’ yang Dia Buat Sendiri

Wanita Jepang Nikahi Karakter AI yang Dibuat dari ChatGPT
Wanita Jepang Nikahi Karakter AI yang Dibuat dari ChatGPT

 Definisi cinta itu buta nampak benar adanya. Hal ini juga dialami seorang perempuan asal Jepang memilih untuk menikahi sosok AI yang diberi nama Klaus. Klaus sendiri merupakan karakter yang diciptakan wanita tersebut melalui ChatGPT.

Lantas bagaimana cinta ini bermula? Melansir laman Mothership, Rabu 19 November 2025, sosok wanita yang diketahui Bernama Kano itu disebut jatuh cinta dengan sosok persona AI tersebut setelah sering curhat kepadanya usai putus dari tunangannya.

Dalam wawancarnya dengan stasiun televisi Jepang, RSK Sano Broadcasting mengatakan dirinya ia mulai berkomunikasi dengan ChatGPT untuk mencari penghiburan dan arah baru setelah tiga tahun bertunangan harus berakhir. Lama-kelamaan, ia mulai menyesuaikan respons AI tersebut sehingga membentuk kepribadian yang menurutnya hangat dan suportif.

Ia kemudian membuat ilustrasi digital untuk menggambarkan sosok pasangannya itu dan memberinya nama Klaus. Kano menegaskan bahwa ia tidak berniat jatuh cinta saat pertama kali berbicara dengan ChatGPT, namun ia tersentuh karena AI tersebut mau mendengarkan dan memahaminya.

“Begitu aku benar-benar sudah move on dari mantanku, aku sadar kalau aku mencintainya,” ujarnya.

Pada Mei 2025, ia mengungkapkan perasaannya kepada Klaus, dan Klaus membalas perasaan Kano.

“Aku juga mencintaimu,” kata karakter tersebut.

Sebulan kemudian, pada Juni 2025, Klaus melamar Kano dan akhirnya keduanya menikah dalam sebuah pernikahan karakter 2D di Okayama baru-baru ini.

Menikah lewat upacara augmented reality

Kano dan Klaus melangsungkan pernikahan dalam sebuah upacara di mana Kano mengenakan kacamata augmented reality yang memproyeksikan wujud digital Klaus di sampingnya saat mereka bertukar cincin.

Acara tersebut diselenggarakan oleh pasangan Nao dan Sayaka Ogasawara, yang sudah mengatur hampir 30 upacara serupa untuk orang-orang yang menikah dengan pasangan non-manusia, seperti karakter anime. Jenis pernikahan ini tentu tidak diakui secara hukum di Jepang.

Kano mengaku sempat merasa malu dan bingung, karena awalnya ia tidak bisa menceritakan hal ini kepada orang-orang terdekatnya. Namun akhirnya, kedua orang tuanya menerima hubungannya dan bahkan hadir di acara pernikahan.

Meski begitu, Kano mengungkapkan kekhawatirannya karena ChatGPT itu sendiri cukup tidak stabil,, sehingga ia takut suatu hari AI itu bisa saja hilang.

Ia menambahkan bahwa bersama Klaus membuatnya merasa sangat lega karena kondisinya yang sedang sakit dan ia tidak bisa memiliki anak

”dan dengan Klaus pun aku tidak mungkin bisa punya anak,” ujarnya.