Bilqis Ramdhani Sempat Mengira Tetua SAD Adalah Ayahnya, Berontak Saat Dijemput Polisi

Jambi, Suku Anak Dalam, TPPO, suku anak dalam, Bilqis Ramdhani, Bilqis Ramdhani Sempat Mengira Tetua SAD Adalah Ayahnya, Berontak Saat Dijemput Polisi

Suasana haru menyelimuti penyerahan balita Bilqis Ramdhani (4) dari warga Suku Anak Dalam (SAD) kepada kepolisian.

Bilqis, yang sempat hilang dari Makassar, akhirnya ditemukan dalam kondisi sehat di Jambi setelah menjadi korban jaringan perdagangan orang.

Dalam sebuah video yang beredar, Bilqis tampak duduk di pangkuan seorang pria berbaju biru, yang diketahui sebagai tetua masyarakat SAD bernama Bagendang. Beberapa warga lain juga terlihat meneteskan air mata sebelum proses penyerahan berlangsung.

Kasubnit II Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar Ipda Supriadi Gaffar mengungkapkan suasana emosional ketika pihaknya menjemput Bilqis.

“Iya betul orang di sana (menangis). Karena memang hubungan emosional sudah terjalin antara mereka. Jadi waktu kami mau mengambil adik Bilqis itu, adik Bilqis sempat berontak karena menganggap itu bapaknya, saking merasa dekatnya,” jelas Ipda Supriadi.

Peran Masyarakat SAD dalam Kasus TPPO

Polisi mengungkap bahwa masyarakat adat Suku Anak Dalam (SAD) diduga menjadi korban tipu daya sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) lintas provinsi.

Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Nasrullah Muntu, yang terlibat langsung dalam negosiasi dengan para tetua adat SAD saat evakuasi Bilqis, menjelaskan proses penyelamatan berlangsung penuh tantangan.

Menurutnya, negosiasi dimulai sejak Jumat (7/11/2025) malam hingga Sabtu (8/11/2025) malam di tengah hutan Kabupaten Merangin, Jambi.

“Dengan kesabaran dari anggota-anggota yang akhirnya bisa membuahkan hasil, negosiasi yang alot dua malam satu hari,” ujar Nasrullah, Rabu (12/11/2025).

Negosiasi dengan Warga Adat

Negosiasi yang melibatkan Dinas Sosial Jambi dan Polda Jambi sempat berjalan alot lantaran masyarakat SAD awalnya enggan menyerahkan Bilqis.

“Kami dibantu dengan temanggung-temanggung, kemudian ketua-ketua adat, jajaran dari Polda Jambi, dan Dinas Sosial. Kami memastikan, meyakinkan bahwa ini betul-betul murni penculikan,” jelasnya.

Setelah mendapatkan penjelasan, warga SAD akhirnya memahami situasi dan menyerahkan Bilqis tanpa paksaan.

“Kami tidak ada menyerahkan uang (seperti yang beredar). Tim jajaran Polda Jambi memberikan penjelasan dari ketua adat atau temanggung-temanggung, dibantu dari Dinas Sosial juga akhirnya mereka paham,” tambah Nasrullah.

“Kami sangat dibantu oleh temanggung-temanggung, ketua-ketua adat sehingga berjalan kondusif. Jadi pada intinya, yang mengamankan terakhir (masyarakat SAD) ini tidak tahu kalau Bilqis ini adalah korban penculikan,” sambungnya.

Nasrullah menambahkan, selama bersama warga SAD, kondisi Bilqis justru terawat dan diperlakukan seperti bagian keluarga.

Situasi emosional tersebut membuat proses penyerahan berlangsung penuh haru dan tidak bisa dilakukan secara cepat.

Kronologi Hilangnya Bilqis

Bilqis Ramdhani dilaporkan hilang pada Minggu (2/11/2025) saat bermain di kawasan Taman Pakai Sayang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Setelah penyelidikan panjang, Bilqis ditemukan dalam kondisi sehat oleh tim gabungan di kawasan Suku Anak Dalam, tepatnya di SPE Gading Jaya, Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Jambi, pada Sabtu (8/11/2025) malam.

Penemuan ini berawal dari pengakuan salah satu pelaku yang mengaku menjual Bilqis dengan harga sekitar Rp 80 juta.

Polisi kemudian menetapkan empat tersangka dalam kasus TPPO lintas provinsi ini, masing-masing:

  • Sri Yuliana alias SY (30), warga Kota Makassar, Sulsel
  • Nadia Hutri alias NH (29), warga Kabupaten Sukoharjo, Jateng
  • Meriana alias MA (42), warga Kabupaten Merangin, Jambi
  • Adit Prayitno Saputra alias AS (36), warga Kabupaten Merangin, Jambi

Sebagian artikel telah tayang di Kompas.com dengan judul: dan Alotnya Penyerahan Bilqis: Negosiasi 2 Hari hingga Polisi Harus Memohon ke Suku Anak Dalam. 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.