3 Presiden RI Resmi Jadi Pahlawan Nasional, Ada Sosok Soeharto

Prabowo Subianto, pahlawan nasional, Soeharto, prabowo subianto, soekarno pahlawan nasional, gus dur pahlawan nasional, Soeharto pahlawan nasional, 3 Presiden RI Resmi Jadi Pahlawan Nasional, Ada Sosok Soeharto

Tiga presiden Republik Indonesia (RI) kini resmi berstatus pahlawan nasional. 

Dua di antaranya baru saja mendapat gelar tersebut pada peringatan Hari Pahlawan 2025.

Upacara penganugerahan digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (10/11/2025). 

Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung prosesi dan menyerahkan gelar secara simbolis kepada perwakilan keluarga.

Penetapan gelar pahlawan nasional tahun ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

Sebelumnya, satu presiden lebih dahulu mendapat gelar serupa. Kini, dua nama tambahan melengkapi daftar presiden yang diakui sebagai pahlawan bangsa.

Berikut daftar Presiden RI yang sudah dinobatkan sebagai pahlawan nasional.

1. Presiden ke-1 RI Soekarno

Soekarno ditetapkan menjadi pahlawan nasional pada Rabu (7/11/2012). Pemberian gelar dilakukan langsung oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Berdasarkan catatan , Rabu (7/11/2012), SBY juga menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada Wakil Presiden pertama RI Muhammad Hatta.

SBY menjelaskan, pemerintah memberikan gelar pahlawan nasional untuk Soekarno dan Hatta karena kedua tokoh ini merupakan putra terbaik bangsa.

Mereka juga sudah mendarmabaktikan hidupnya untuk mewujudkan Indonesia yang merdeka.

Bagi SBY, Soekarno dan Hatta merupakan lambang dan sumber inspirasi perjuangan seluruh bangsa Indonesia.

“Mereka pula adalah tokoh yang membangkitkan dan menyatukan bangsa untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan dengan tetes darah, harta dan jiwa. Perjuangan ini terus terpatri di lubuk hati paling dalam,” kata SBY.

Sebelumnya, Soekarno sudah menerima gelar pahlawan proklamator pada 1986 ketika Soeharto masih menjabat sebagai presiden.

2. Presiden ke-2 RI Soeharto

Soeharto baru ditetapkan sebagai pahlawan nasional dalam acara penganugerahan gelar di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (10/11/2025). 

Dikutip dari , Senin (10/11/2025), Soeharto dianugerahi gelar Pahlawan Nasional karena dinilai memiliki peran penting dan menonjol dalam perjuangan pada masa awal kemerdekaan.

Soeharto pernah menjabat sebagai Wakil Komandan Badan Keamanan Rakyat (BKR) Yogyakarta.

Pada periode tersebut, ia memimpin aksi pelucutan senjata tentara Jepang di kawasan Kota Baru pada tahun 1945.

Sebelum Presiden Prabowo menyerahkan gelar tersebut, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Soeharto termasuk dalam sepuluh tokoh yang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

Penetapan para tokoh itu telah melewati tahap finalisasi melalui rapat terbatas yang digelar di kediaman Prabowo, kawasan Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Minggu (9/11/2025).

Rapat tersebut dihadiri oleh Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK), Fadli Zon.

Prasetyo menambahkan, Presiden Prabowo telah menerima sejumlah masukan dari pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), serta berdiskusi dengan beberapa tokoh nasional sebelum menetapkan nama-nama penerima gelar tersebut.

"Tadi, juga kemudian Bapak Presiden mendapatkan masukan dari Ketua MPR, kemudian juga dari Wakil Ketua DPR, karena memang cara bekerja beliau,” ujar Prasetyo di Kertanegara, dikutip dari Antara, Minggu (9/11/2025).

“Beliau menugaskan beberapa untuk berkomunikasi dengan para tokoh, mendapatkan masukan dari berbagai pihak sehingga diharapkan apa yang nanti diputuskan oleh Bapak Presiden, oleh pemerintah itu, sudah melalui berbagai masukan," tambahnya.

Lebih lanjut, Prasetyo menyebut bahwa penganugerahan gelar Pahlawan Nasional merupakan bentuk penghormatan pemerintah terhadap jasa besar para pendahulu dan pemimpin bangsa.

Menurutnya, para tokoh yang ditetapkan telah memberikan kontribusi penting bagi negara.

"Sekali lagi, sebagaimana kemarin juga kami sampaikan, itu kan bagian dari bagaimana kita menghormati para pendahulu, terutama para pemimpin kita, yang apapun sudah pasti memiliki jasa yang luar biasa terhadap bangsa dan negara," pungkasnya.

3. Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

Gus Dur juga ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada Senin (10/11/2025).

Gelar tersebut diberikan kepada Gus Dur karena ia sudah memperjuangkan kemanusiaan, demokrasi, dan pluralisme di Indonesia.

“KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur adalah tokoh bangsa yang sepanjang hidupnya mengabdikan diri memperjuangkan kemanusiaan, demokrasi, dan pluralisme di Indonesia,” ujar narator saat membacakan jasa-jasa Gus Dur, dikutip dari , Senin (10/11/2025).

Sebelumnya, nama Gus Dur sudah diusulkan menjadi pahlawan nasional oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul.

Ia mengatakan, Gus Dur menjadi salah satu nama yang diusulkan menjadi pahlawan nasional oleh Kemensos.

Hal tersebut sempat dikatakan Gus Ipul di kompleks Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Rabu (23/4/2025).

Gus Ipul menambahkan, pihaknya mempertimbangkan nama Gus Dur sebagai pahlawan nasional sebagai bentuk untuk mengingat jasa-jasanya.

“Yang tentu akan dipertimbangkan lah ya. Kebaikan-kebaikannya juga harus jadi pertimbangan. Pak Harto, Gus Dur, atau juga seluruh pahlawan yang diusulkan itu pada dasarnya memiliki kelemahan dan kekurangan. Kenapa? Karena mereka manusia,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Kemensos, Rabu (23/4/2025).

“Semua pahlawan yang diusulkan manusia. Siapa pun pahlawan itu yang diusulkan itu manusia. Manusia itu tempatnya kesalahan. Jadi, enggak ada yang sempurna,” tambahnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.