Minta Maaf dengan Tulus, Nessie Judge Komit Buat Lebih Baik Lagi
YouTuber, Nessie Judge, akhirnya mengunggah video resmi permintaan maaf berjudul "My Sincere Apology | My sincere apologies. | Permohonan Maaf" di kanal YouTube-nya.
Nessie mengaku telah merenung dan akhirnya benar-benar memahami dampak atas kejadian yang baru-baru ini viral. Dia juga menyadari permintaan maaf sebelumnya belum menenangkan atau mewakili rasa sakit yang ditimbulkan. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
“Saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya atas apa yang muncul di video saya baru-baru ini, dan juga atas tanggapan saya setelahnya,” kata Nessie, dalam video, dikutip Minggu 9 November 2025.
Kesalahannya, lanjut Nessie, telah menyakiti banyak orang dan tidak ada alasan yang bisa membenarkannya. Warganet Indonesia pun turut menyambut hangat, yang kini kompak mengajak untuk menyudahi polemik dan memberikan dukungan penuh.
“Kak Nessie udah nemenin aku dengan konten2nya yg banyak memberi pelajaran dan juga menghibur. Kak nessie bukan konten kreator yg suka bikin rusuh ataupun suka cari muka dengan cara yg aneh2. Ketika ini kejadian aku juga lumayan kaget. Tapi I know kak nessie nggak bermaksud buruk. Well I hope kak Nessie bisa belajar dari kesalahan ini. Semangat terus kak. Aku tetap menunggu konten konten kakak yg bermanfaat ke depannya,” kata netizen.
“Ka nes, jadikan ini sebagai pembelajaran untuk ka nessie dan team ya... semoga ke depannya tidak ada kesalahan lagi dan bisa lebih baik lagi untuk memberikan konten yang tidak mengandung keributan. Semangat kalian,” timpal yang lain.
Di tengah tekanan publik yang masih panas, kolom komentar video permintaan maaf Nessie telah mencapai hampir 15 ribu dan justru dipenuhi oleh gelombang dukungan positif dari penggemarnya. Mereka sepakat untuk menerima maaf sang kreator dan mengajak warganet lain untuk menghentikan penghakiman.
Begitu juga, komentar dari warganet Jepang yang turut membanjiri laman YouTube Nessie Judge, baik yang pro dan kontra. Salah satunya datang dari akun @room1901.
“Saya orang Jepang, tapi saya ingin mengatakan ini untuk sesama orang Jepang. Permintaan maafnya sudah cukup. Rasanya kita terlalu memaksakannya. Terkadang netizen Jepang bertindak terlalu jauh dalam menyerang orang lain. Mungkin itu bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan saat melakukannya di dalam negeri, tapi dia, yang bukan orang Jepang, mungkin tidak terbiasa. Dan untuk Nessie. Saya belum melihat video Anda, tapi saya yakin Anda telah menghibur banyak orang. Jumlah subscriber Anda membuktikannya. Insiden ini mungkin meledak, tapi saya rasa itu menunjukkan betapa banyak perhatian yang Anda dapatkan. Semakin banyak penonton berarti semakin banyak pembenci, begitulah adanya. Teruslah membuat video-video hebat dan memberikan hiburan yang menyenangkan kepada dunia. Bertahanlah!” kata dia dalam bahasa Jepang.
Komitmen Perbaikan dan Evaluasi Tim
Nessie juga menjelaskan kenapa kesalahan bisa terjadi karena dirinya tidak mengawasi dengan ketat dan dia mengaku akan bertanggung jawab sepenuhnya atas kesalahan tersebut.
“Kami gagal menunjukkan rasa empati dan hormat terhadap korban. Dan untuk itu saya sangat menyesal,” ucapnya sambil membungkukkan badan yang menunjukkan permintaan maaf ala Jepang.
Nessie mengaku telah merenung dan akhirnya benar-benar memahami dampak atas kejadian ini. Dia juga menyadari permintaan maaf yang sebelumnya, belum cukup menenangkan atau mewakili rasa sakit yang ditimbulkan dan dirinya kembali melakukan permohonan maaf dalam video yang ditayangkan di akunnya.
“Saya akan terus belajar untuk berkarya dengan lebih empati dan penuh rasa hormat, respek dan pengertian. Kepada seluruh orang di Jepang, keluarga korban dan kepada semua yang merasa kecewa di Indonesia, saya menyampaikan permintaan yang tulus dari lubuk hati saya yang paling dalam,” jelasnya.
Sebelumnya, Nessie mendapat kecaman karena menjadikan foto Junko Furuta sebagai hiasan dinding saat membuat konten Halloween bersama NCT Dream.
Seperti diketahui, nama Junko Furuta menghebohkan negeri Sakura pada 1989. Junko Furuta merupakan siswi SMA Jepang yang diculik selama 40 hari, diperkosa, disiksa dan kemudian dibunuh oleh empat remaja laki-laki.
Oleh sebab itu, Nessie dihujat karena dianggap tidak berempati.