Teks Amanat Pembina Upacara Hari Pahlawan 10 November 2025

teks amanat pembina upacara, Hari Pahlawan, teks amanat pembina upacara Hari Pahlawan, Hari Pahlawan 2025, susunan upacara hari pah, teks amanat pembina upacara hari pahlawan, hari pahlawan tanggal berapa, upacara hari pahlawan 2025, Teks Amanat Pembina Upacara Hari Pahlawan 10 November 2025

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf telah menerbitkan pedoman upacara peringatan Hari Pahlawan 2025.

Ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Nomor: S-816/MS/PB.06.00/10/2025 yang diterbitkan pada 31 Oktober 2025.

Dalam surat itu, Kementerian Sosial mengatur beberapa hal penting, antara lain susunan upacara serta teks amanat pembina upacara yang akan digunakan pada peringatan Hari Pahlawan tahun ini.

Teks Amanat Pembina Upacara Hari Pahlawan 10 November 2025

Untuk diketahui, Hari Pahlawan diperingati untuk mengingat dan menghargai jasa para pahlawan yang terlibat dalam pertempuran di Surabaya pada 10 November 1945.

Peristiwa tersebut merupakan pertempuran besar antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Inggris.

Selain itu, pertempuran di Surabaya menjadi perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Sejarah juga mencatat bahwa pertempuran di Surabaya menjadi yang terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia.

Oleh sebab itu, peristiwa ini menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.

Untuk memperingati jasa para pahlawan, berikut teks amanat pembina upacara Hari Pahlawan 10 November 2025:

Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. Salam sejahtera untuk kita semua, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air.

Hari ini, di bawah langit Indonesia yang merdeka, kita menundukkan kepala penuh hormat mengenang para pahlawan bangsa. Mereka bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga hari ini.

Dari Surabaya hingga Banda Aceh, dari Ambarawa hingga Biak, mereka berjuang bukan demi dirinya sendiri, tetapi demi masa depan bangsa yang bahkan belum mereka kenal, yaitu kita semua yang berdiri di sini hari ini.

Para Pahlawan mengajarkan kepada kita bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit. Kemerdekaan lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan.

Karenanya, ada tiga hal yang dapat kita teladani dari para pahlawan bangsa:

1. Kesabaran para pahlawan

Mereka sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi, sabar menunggu momentum, dan sabar membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan. Mereka tetap bersabar meski menghadapi perbedaan pandangan dan jalan perjuangan.

Dari kesabaran itulah lahir kemenangan, karena mereka tahu bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa, tetapi ditempa oleh waktu dan keikhlasan.

2. Semangat untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya

Setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak berebut jabatan, tidak menuntut balasan, tidak mengincar apa yang ditinggalkan penjajah. Mereka justru kembali ke rakyat, mengajar, membangun, menanam, dan melanjutkan pengabdian.

Di situlah letak kehormatan sejati: bukan pada posisi yang dimiliki, tetapi pada manfaat yang ditinggalkan.

3. Pandangan jauh ke depan

Para pahlawan berjuang untuk generasi yang akan datang, untuk kemakmuran bangsa yang mereka cintai. Dan menjadikan perjuangan ini sebagai bagian dari ibadah, darah dan air mata mereka adalah doa yang tak pernah padam. Menyerah berarti meninggalkan amanah kemanusiaan.

Ini adalah modal besar bagi generasi kita saat ini. Semangat perjuangan yang pantang menyerah, adalah kekuatan bagi kita dan generasi mendatang untuk meneruskan cita-cita para pahlawan yang selama ini telah ditunaikan.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air.

Di masa kini, perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian. Namun semangatnya tetap sama; membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan.

Inilah semangat yang terus dihidupkan melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, mulai dari memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, hingga membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya.

Hari ini, mari kita bersyukur dan berjanji: bahwa kemerdekaan ini tidak akan sia-sia. Kita akan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara kita, bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, dan melayani lebih tulus.

Sebagaimana para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, maka kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam. Dengan bekerja, bergerak, dan berdampak.

Pahlawanku teladanku, terus bergerak, melanjutkan perjuangan.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.