Cara Ibas Peringati Hari Pahlawan Lewat Kreativitas Seni dan Literasi

Ibas Yudhoyono (tengah)
Ibas Yudhoyono (tengah)

 Dalam semangat memperingati Hari Pahlawan, Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menggelar audiensi bersama para finalis dan pemenang Kompetisi Nasional Lomba Puisi dan Video Pendek EBY-Fraksi Partai Demokrat yang diselenggarakan oleh  di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. 

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI ini menegaskan bahwa semangat kepahlawanan masa kini harus diwujudkan melalui kreativitas, pendidikan, dan karya nyata. Ia mengajak para peserta untuk menjadikan seni, puisi, dan literasi digital sebagai sarana membangun karakter bangsa yang kuat, berilmu, dan berdaya saing di era global. 

Ibas menekankan bahwa setiap generasi muda memiliki tanggung jawab untuk menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton perubahan. 

“Alhamdulillah hasil dari partisipasi teman-teman, adik-adik semuanya, bisa memberikan satu kebanggaan bagi kita bahwa Indonesia tidak sempit dan surut akan berkipas,” ujar Ibas dalam keterangannya, Senin, 10 November 2025. 

Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan semangat Hari Pahlawan sebagai refleksi perjuangan dalam kehidupan sehari-hari. 

“Sebagai pribadi, kalian, saya inginkan jadi sosok pahlawan, bukan arti kita siap bertempur saja membela Merah Putih, mempertahankan daerah kesatuan Republik Indonesia. Tapi lebih dari itu, kita berkarya, kita membaktikan hidup kita untuk setetes keringat kemajuan bangsa ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, anggota daerah pemilihan Jawa Timur VII ini menekankan pentingnya pendidikan dan kreativitas sebagai bentuk perjuangan masa kini. 

“Kalian belajar saja, mengikuti pendidikan berjenjang secara berkelanjutan, itu juga sebenarnya merupakan salah satu perjuangan yang menjadi keharusan negara bangsa. Pahlawan masa kini ini untuk menjadi pahlawan masa depan,” ujarnya. 

Ia juga menyoroti perlunya pemerataan akses pendidikan, teknologi, dan fasilitas bagi anak-anak di seluruh daerah Indonesia, termasuk wilayah 3T. 

“Kami terus mendorong di DPR RI agar teman-teman kita di daerah terdepan, terluar, itu dapat kesempatan yang sama, akses teknologi, akses buku, akses guru yang lebih hebat, dan fasilitas pendidikan yang merata,” ucapnya.

Di sisi lain, Ibas juga mengapresiasi kreativitas generasi muda dalam bidang seni dan multimedia, yang menurutnya dapat menjadi kekuatan ekonomi baru bangsa. 

“Banyak animator-animator kita juga dulunya datang dari pemikiran-pemikiran yang sederhana seperti ini. Dimulai dari kreativitas yang biasa secara berkelanjutan, yang akhirnya bisa menjadi bagian karya di dunia bahkan,” tutur Ibas. 

Ia juga menyinggung kiprah Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai teladan bahwa seni dan kepemimpinan bisa berjalan beriringan. 

“Pak SBY juga di masa mudanya mencipta puisi. Saya pun sebagai putra Beliau, tidak mudah untuk menciptakan puisi. Tapi bersyukur kalian yang punya kemampuan, gift dari Allah, dari keluarga, dari peminatan yang khusus,” katanya.