Gara-gara K-Pop, Gen Z Indonesia Doyan Liburan ke Korea Selatan
Indonesia masuk daftar 10 besar negara penyumbang turis ke Korea Selatan terbesar pada 2024.
Dari total 16,3 juta kunjungan turis asing di Korea Selatan, Indonesia menempati peringkat sembilan sebagai negara dengan wisatawan terbanyak secara global, serta empat besar di Asia Tenggara.
"Untuk tahun ini saja, sepanjang Januari-September 2025 ada 267.834 kunjungan turis Indonesia ke Korea Selatan," kata Marketing Manager Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta Office, Dwita Rizki, dalam konferensi pers Korea Tourism Fair 2025, Kamis (6/11/2025).
Angka ini menunjukan adanya peningkatan 12,1 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024, serta peningkatan sebesar 36,2 persen dibandingkan sebelum pandemi Covid-19 pada 2019.
Dwita menuturkan, kunjungan wisatawan Indonesia ke Korea Selatan didominasi oleh turis berusia 20 tahunan alias Gen Z.
"Memang belakangan ini meningkat untuk tren family vacation. Keluarga-keluarga muda yang punya satu atau dua anak kecil," kata dia.
Pengaruh K-Pop
Kisruh SM Entertainment masih belum usai, akuisi saham Lee Soo Man oleh HYBE justru menimbulkan berbagai macam dampak.
Drama dan K-Pop di Indonesia mengambil memiliki pengaruh kuat terhadap peningkatan kunjungan anak muda Indonesia ke Korea Selatan.
"Untuk Indonesia, pengaruh K-Pop dan K-Drama itu besar sekali karena bagaimana pun juga ada drama-drama Korea yang cukup viral, seperti 'When Life Gives You Tangerine'," kata dia.
Begitu juga dengan film animasi "K-Pop Demon Hunters" yang belum lama tayang dan digemari oleh banyak generasi muda.
"Saking viralnya, ada yang langsung bikin konten tentang lokasi syuting K-Pop Demon Hunters melalui media sosial dan otomatis orang Indonesia yang tadinya enggak tahu Korea, lama-lama jadi tahu," sambung dia.
Sejauh ini, ibu kota Korea Selatan, Seoul, masih menjadi destinasi favorit turis asing saat melancong ke Negeri Ginseng tersebut.
Destinasi wisata Korea Selatan selain Seoul pun mulai dilirik, seperti Busan, Nami Island, dan Jeju.
Mereka yang berangkat dengan menggunakan paket wisata, disebut senang bepergian ke Nami Island.
"Kalau mereka yang pergi sendiri rata-rata lebih suka ke Busan daripada Jeju karena ke Jeju harus naik pesawat dari Seoul, sementara kalau ke Busan bisa naik kereta. Jadi belakangan ini meningkat banget yang lagi suka ke Busan," jelas Dwita.
Wisatawan Indonesia rata-rata menghabiskan empat hingga lima malam untuk mengeksplor berbagai destinasi wiasta saat berlibur ke Korea Selatan.
Musim libur akhir menjadi periode kunjungan turis Indonesia ke Korea Selatan paling tinggi setiap tahunnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.