Mendag Busan Ungkap 3 Jenis Komoditas Pendongkrak Ekspor RI, Cek Rinciannya
Menteri Perdagangan, Budi Santoso alias Busan melaporkan, pertumbuhan ekspor periode Januari-September 2025 yang mencapai US$209,80 miliar atau tumbuh 8,14 persen (yoy), didorong oleh sejumlah komoditas dari sektor non-migas.
Dimana, secara kumulatif sektor non-migas sendiri berhasil mencatatkan peningkatan sebesar 9,57 persen menjadi US$199,77 miliar, pada periode Januari-September 2025 tersebut.
"Tiga komoditas non-migas utama dengan pertumbuhan ekspor tertinggi yakni kakao dan olahannya yang naik hingga 68,75 persen; aluminium dan barang daripadanya naik 68,22 persen; serta berbagai produk kimia naik 51,08 persen," kata Busan dalam keterangannya, Rabu, 5 November 2025.
Kakao dan Kopi Indonesia.
Busan memaparkan, sektor industri pengolahan mendominasi ekspor dengan kontribusi 80 persen, disusul pertambangan dan lainnya sebesar 12,74 persen, migas 4,78 persen, serta pertanian 2,48 persen.
Secara kumulatif, ekspor pertanian naik menjadi yang tertinggi sebesar 34,33 persen. Ekspor industri pengolahan juga naik sebesar 17,02 persen, namun sektor pertambangan dan lainnya turun 23,70 persen serta migas turun 14,09 persen secara kumulatif.
"Penurunan ekspor sektor pertambangan dan lainnya disebabkan oleh tren penurunan harga batu bara di pasar global," ujar Mendag.
Lebih lanjut, Busan memaparkan bahwa Tiongkok, Amerika Serikat (AS), dan India, masih menjadi pasar utama ekspor non-migas dengan nilai total ketiga negara tersebut mencapai sebesar US$83,52 miliar. Kontribusinya mencapai 41,81 persen dari total ekspor non-migas nasional pada periode Januari-September 2025.
Sementara negara tujuan ekspor dengan peningkatan tertinggi secara kumulatif antara lain Swiss dengan 228,88 persen; Bangladesh 41,98 persen; dan Singapura 36,81 persen. Namun jika berdasarkan kawasannya, ekspor ke Afrika Barat mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 74,53 persen, diikuti Asia Tengah sebesar 60,17 persen, dan Eropa Barat sebesar 52,40 persen.
Pada September 2025, total ekspor Indonesia mencapai 24,68 miliar atau turun 1,14 persen dibanding Agustus 2025. Namun, nilai ini naik 11,41 persen dibanding September 2024.
Kenaikan secara tahunan terutama didorong oleh ekspor nonmigas yang naik 12,79 persen meskipun ekspor migas tercatat turun 13,61 persen.