Strategi Mendag Budi Kejar Target Ekspor RI di Atas 7,1 Persen hingga Akhir 2025
Menteri Perdagangan, Budi Santoso berharap, Perjanjian Perdagangan Preferensial Indonesia-Tunisia (IT-PTA) yang sudah rampung dan siap ditandatangani pada Januari 2026 mendatang, akan bisa menjaga kinerja ekspor Indonesia tetap di atas 7,1 persen hingga akhir 2025 mendatang.
Dia menegaskan, pemerintah sendiri terus berupaya memperluas pasar global, sejalan dengan komitmen Indonesia terhadap keterbukaan perdagangan dan kerja sama ekonomi dengan berbagai negara di belahan dunia lainnya.
"Apalagi saat ini sejumlah perjanjian dagang internasional juga telah kita buat dan telah disepakati, antara lain dengan Uni Eropa, Kanada, Eurasia, Tunisia, hingga Peru," kata Budi di PPEJP Kementerian Perdagangan, kawasan Grogol, Petamburan, Jakarta Barat, Selasa, 25 November 2025.
Menteri Perdagangan, Budi Santoso
Budi memaparkan, nilai ekspor Indonesia periode Januari-Agustus 2025 telah meningkat sebesar 7,72 persen, mencapai US$185,13 miliar dibandingkan periode yang sama di tahun 2024 lalu. Selama periode ini, Indonesia bahkan telah mencatat surplus perdagangan sebesar US$29,14 miliar, hingga berhasil mempertahankan surplus perdagangan selama 64 bulan berturut-turut.
"Kita tunggu sampai Desember (tahun ini), mudah-mudahan (kinerja ekspor) tetap konsisten di atas 7,1 persen," ujarnya.
Karenanya, Budi berharap bahwa Perjanjian Perdagangan Preferensial Indonesia-Tunisia (IT-PTA) yang sudah rampung itu, akan bisa menggenapi berbagai upaya pemerintah mencapai target ekspor tersebut.
Dia bahkan merinci bahwa cakupan perjanjian IT-PTA tersebut antara lain meliputi soal pembukaan akses pasar barang termasuk penurunan dan penghapusan tarif, serta pengaturan aspek non-tarif seperti sejumlah standardisasi, anti-dumping, imbal dagang, serta prosedur kepabeanan dan fasilitasi perdagangan.
Melalui IT-PTA ini, Budi menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang diversifikasi dan perluasan pasar ekspor ke kawasan Afrika Utara dan Mediterania.
Dia melaporkan, sejak tahun lalu saja total nilai perdagangan Indonesia-Tunisia telah mencapai senilai US$169,3 juta. Dimana total investasi tercatat sebesar US$1,1 miliar, dan ekspor Indonesia ke Tunisia naik 0,9 persen dibandingkan tahun 2023 sebelumnya.
Ilustrasi Bisnis Ekspor
Budi juga berharap, IT-PTA ini juga akan mendongkrak daya saing produk Indonesia di pasar Tunisia, dan peluang ekspor bagi para pelaku UMKM melalui tarif preferensial. Hal itu seiring upaya untuk memperkuat kerja sama bilateral, yang akan menjadi landasan kerja sama perdagangan yang lebih luas bagi kedua negara.
Dengan adanya perjanjian IT-PTA tersebut, Budi pun mendorong agar para pelaku usaha bisa memanfaatkan peluang tersebut dengan sebaik-baiknya, supaya kinerja positif dari ekspor Indonesia ke depannya juga bisa tetap terjaga.
"Nah, kita ingin semua perjanjian, baik dengan Peru, Tunisia, atau dengan (negara) mana pun, itu harus segera dimanfaatkan dengan baik," ujarnya.