Thrifting Hemat dan Aman, Ini Cara Jaga Kebersihan Baju Bekas ala Pembeli
Tren thrifting atau membeli pakaian bekas digemari anak muda, salah satunya Aika (19). Selain harga murah, thrifting juga dinilai menawarkan pengalaman tersendiri.
Meski pakaian yang dibeli merupakan barang bekas, Aika mengaku tak mempermasalahkannya. Baginya, yang paling penting adalah bagaimana cara merawat dan mencucinya dengan benar agar tetap higienis serta aman saat dipakai.
“Kalau habis nge-thrifting tuh juga harus memperhatikan kehigienisannya,” kata Aika saat ditemui Kompas.com di Depok Town Square, Senin (3/11/2025).
Aika bercerita, pengalamannya membeli pakaian thrift justru membuatnya belajar lebih banyak soal menjaga kebersihan. Saat ia membeli pakaian thrift pertamanya, ia langsung mencari tahu bagaimana cara mencuci baju bekas agar tetap aman digunakan.
“Kemarin tuh aku pas pertama kali nge-thrifting, aku langsung buka browser, cara nyuci baju thrifting karena kan aku dapat knowledge (pengetahuan) juga dari kakak aku. Kalau beli thrifting tuh, kalau misal kamu suatu hari bakal beli thrifting, kamu cara nyuci-nya tuh harus benar,” terang Aika.
Cara mencuci pakaian thrifting
Rendam air panas jadi cara paling sederhana
Pembeli thrift, Novi (18) dan Aika (19) di toko pakaian bekas atau thrifting di Depok Town Square, Jawa Barat, pada Senin (3/11/2025).
Sejak membeli pakaian bekas pertama itulah, Aika mulai menerapkan kebiasaan untuk selalu mencuci pakaian thrift dengan langkah tambahan agar lebih bersih.
Ia tidak hanya menggunakan detergen dan pewangi, tapi juga memastikan pakaian direndam di dalam air panas terlebih dahulu.
“Pokoknya ada elemen itu lah, air panasnya. Iya, pokoknya air panas. Jadi, aku kayak ngerendem di air panas, terus baru aku cuci pakai detergen, pakai pewangi biar kumannya benar-benar mati,” jelasnya.
Bagi Aika, kebersihan pakaian thrift adalah tanggung jawab pribadi. Meski pakaian tersebut datang dari luar negeri atau sudah pernah digunakan orang lain, ia percaya bahwa apa yang dibelinya bisa tetap aman dipakai selama dibersihkan dengan baik.
“Soalnya kan karena ini barang secondhand kan. Selain murah, kita juga harus memperhatikan kehigienisannya. Karena itu pada akhirnya di kita, di tangan kita, dan dipakai buat kita juga,” ucapnya.
Tak mau asal-asalan beli baju bekas
Suasana penjual baju bekas atau thrifting di Depok Town Square (Detos), Jawa Barat, Senin (3/11/2025). Salah seorang pembeli baju bekas, Aika gemar thrifting karena harga murah dan model unik. Ia tetap menjaga kebersihan dengan cara mencuci baju thrift pakai air panas. Ini ceritanya.
Kesadaran Aika untuk menjaga kebersihan pada pakaian thrift bukan tanpa alasan. Ia sempat mendengar cerita dari orang lain yang mengalami iritasi kulit akibat mengenakan pakaian thrift tanpa dicuci dengan benar.
“Dan ada juga orang yang beli thrifting tapi dia tuh asal-asalan aja. Jadi, dia kena penyakit kulit, kalau enggak salah. That’s why (itulah mengapa). Karena itu, jadi awareness (kesadaran) ke diri aku sendiri juga gitu,” tuturnya.
Meskipun demikian, bukan berarti membeli pakaian bekas berisiko besar pada kesehatan seseorang, hal itu tergantung cara perawatannya.
Menurutnya, mencuci dengan air panas atau merebus pakaian bisa menjadi solusi sederhana untuk membersihkan pakaian bekas.
“Ya bisa diakalin, dengan mencuci dengan baik. Walaupun belum 100 persen menjamin, tapi sepertinya kita masih bisa menggunakan alternatif pakai pembersih yang lebih efektif,” sebut Aika.
“Sebenarnya direbus aja bisa sih, cukup efektif. Tapi, mungkin masih ada cara lain,” tambahnya.
Harga murah, kualitas tetap worth it
Suasana penjual baju bekas atau thrifting di Depok Town Square (Detos), Jawa Barat, Senin (3/11/2025). Salah seorang pembeli baju bekas, Aika gemar thrifting karena harga murah dan model unik. Ia tetap menjaga kebersihan dengan cara mencuci baju thrift pakai air panas. Ini ceritanya.
Walaupun harus menaruh perhatian lebih pada kebersihan, Aika tetap menilai thrifting sebagai hal yang menguntungkan. Selain bisa menemukan barang-barang yang unik, ia juga mendapatkan pakaian dengan harga murah.
“Kemarin dapat Rp 10.000, dapat satu. Tapi, it’s super worth it (sepadan). Mungkin aku bakal batasin anggarannya di Rp 30.000,” sebut Aika.
Harga murah bukan berarti harus mengorbankan kebersihan. Selama tahu cara merawatnya, pakaian thrift tetap bisa dipakai dengan nyaman.
“Yang penting tahu cara membersihkannya aja. Kalau tahu caranya, ya aman. Dan malah dapat barang bagus dengan harga murah,” ucap Aika.
Larangan impor pakaian bekas ilegal
Seperti diketahui, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan rencana pelarangan impor pakaian bekas ilegal yang beredar di Indonesia.
"Jadi sekarang rupanya banyak barang ilegal, kita akan tutup. Nanti pakaian-pakaian itu juga yang ilegal-ilegal kita tutup semua," ujar Purbaya, dilaporkan , Senin (3/11/2025).
Lewat Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai, ia berencana bergerak lebih keras ke depannya terhadap impor pakaian-pakaian bekas ilegal dari luar negeri. Tujuannya untuk melindungi dan menghidupkan industri garmen dan tekstil domestik.
Menurut Purbaya, pedagang thrifting memang mencari nafkah dari pakaian bekas tersebut, tapi keuntungan yang didapatkan hanya bersifat jangka pendek.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.