Perbedaan CNG dan LPG, Mana yang Lebih Hemat dan Aman untuk Rumah Tangga?

Antrian warga beli LPG 3 kg
Antrian warga beli LPG 3 kg

Pemerintah mulai menyiapkan penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif pengganti LPG tabung 3 kilogram untuk rumah tangga. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan impor LPG yang selama ini membebani anggaran energi nasional.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bahkan menargetkan implementasi awal penggunaan CNG bisa dimulai secara bertahap tahun ini, khususnya di kota-kota besar di Pulau Jawa. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Program tersebut kini masih dalam tahap persiapan, mulai dari desain tabung, pengujian keamanan, hingga pola distribusi. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman. 

Ia mengatakan, pemerintah sedang fokus memastikan aspek keselamatan sebelum CNG digunakan masyarakat luas. Pasalnya, karakteristik CNG berbeda dibandingkan LPG yang selama ini dipakai rumah tangga.

“Tahun ini,” ujar Laode Sulaeman di Jakarta, Selasa kemarin. Menurut dia, tekanan CNG jauh lebih tinggi dibandingkan LPG sehingga membutuhkan tabung dengan spesifikasi khusus.

“Dalam setiap tahapan-tahapan uji tabung kami lakukan, kemudian uji tekanan, dan lain-lain. Ini memang faktor yang paling penting,” ucap Laode.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga menjelaskan bahwa CNG bukan teknologi baru. Selama ini bahan bakar tersebut telah digunakan di sektor hotel, restoran, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah pun mulai membuka peluang konversi bertahap dari LPG ke CNG apabila hasil uji coba dinyatakan layak.

Lalu, apa sebenarnya perbedaan CNG dan LPG? Berikut penjelasannya sebagaimana dirangkum pada Kamis, 7 Mei 2026.

Perbedaan CNG dan LPG

1. Bahan Baku

Perbedaan utama antara CNG dan LPG terletak pada sumber energinya. CNG berasal dari gas alam yang sebagian besar mengandung metana. Gas ini kemudian dikompresi hingga tekanannya sangat tinggi agar mudah disimpan dan didistribusikan.

Sementara itu, LPG atau Liquefied Petroleum Gas berasal dari hasil pengolahan minyak bumi dan gas cair yang mengandung propana serta butana. Karena berasal dari gas alam domestik, pemerintah menilai CNG lebih potensial untuk mengurangi impor energi.

2. Tekanan Gas

CNG memiliki tekanan jauh lebih tinggi dibandingkan LPG. Laode menyebut tekanan CNG mencapai sekitar 250 bar, sedangkan tekanan LPG hanya berada di kisaran 5 sampai 10 bar. Perbedaan tekanan ini membuat tabung CNG harus dirancang lebih kuat dan memiliki sistem keamanan khusus. Tekanan tinggi juga menjadi alasan pemerintah melakukan serangkaian uji keselamatan sebelum program dijalankan.

3. Bentuk Penyimpanan

LPG disimpan dalam bentuk cair di dalam tabung, sedangkan CNG tetap berbentuk gas meski telah dimampatkan. Karena volumenya diperkecil hingga sekitar 1 persen dari ukuran awalnya, CNG dapat disimpan dalam tabung bertekanan tinggi. Sementara LPG lebih mudah dicairkan sehingga selama ini lebih praktis untuk distribusi rumah tangga.

4. Harga dan Subsidi

Pemerintah menyebut subsidi CNG diperkirakan lebih murah dibandingkan LPG. Bahlil mengatakan seluruh bahan baku CNG tersedia di dalam negeri sehingga biaya pengadaan dinilai lebih efisien.

Selain itu, pemerintah juga menemukan cadangan gas baru di Kalimantan Timur yang berpotensi digunakan untuk kebutuhan domestik. Subsidi CNG diperkirakan sekitar 30 persen lebih murah dibandingkan subsidi LPG. Meski begitu, skema subsidi dan mekanisme distribusinya masih dikaji lebih lanjut.

5. Dampak Lingkungan

CNG dikenal sebagai salah satu bahan bakar fosil yang lebih ramah lingkungan dibandingkan minyak bumi maupun batu bara. Gas alam menghasilkan emisi karbon lebih rendah sehingga banyak digunakan sebagai bahan bakar kendaraan di berbagai negara. Sementara LPG juga relatif lebih bersih dibandingkan minyak tanah, namun emisi CNG dinilai lebih rendah.

6. Infrastruktur dan Distribusi

LPG saat ini sudah memiliki jaringan distribusi luas hingga ke daerah-daerah. Sebaliknya, penggunaan CNG masih membutuhkan pengembangan infrastruktur baru, termasuk tabung khusus dan sistem distribusi yang aman.

Karena itu, pemerintah akan memulai implementasi CNG secara bertahap di kota-kota besar Pulau Jawa terlebih dahulu sebelum diperluas ke seluruh Indonesia.

7. Keamanan Penggunaan

Dari sisi keamanan, LPG dan CNG sama-sama membutuhkan penanganan khusus. Namun karena tekanan CNG jauh lebih tinggi, pengawasan terhadap kualitas tabung dan sistem distribusi menjadi faktor yang sangat penting.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk mendeteksi kebocoran, gas CNG biasanya diberi aroma khusus agar mudah dikenali pengguna. 

Meski masih dalam tahap kajian, CNG kini mulai dipandang sebagai salah satu solusi energi alternatif yang berpotensi menggantikan LPG di masa depan. Selain memanfaatkan sumber daya gas alam domestik, langkah ini juga diharapkan dapat menekan impor energi dan mengurangi beban subsidi pemerintah.