Uniqlo Gandeng ESMOD Sulap Baju Bekas Jadi Koleksi Fesyen Kontemporer
Uniqlo adalah jenama yang dikenal luas dengan gaya dan potongan basic untuk mendukung aktivitas harian, sementara ESMOD adalah sekolah mode dan desain fesyen internasional dengan lulusan berbakat di lini couture maupun ready-to-wear seperti Hian Tjen dan Ria Miranda.
Bagaimana jadinya jika dua dunia dengan pendekatan desain yang berbeda itu disatukan?
Melalui pembukaan toko Uniqlo di Plaza Indonesia (PI), pertanyaan ini terjawab sudah. Uniqlo menggandeng ESMOD Jakarta untuk menghadirkan koleksi upcycle dari pakaian donasi pelanggan menjadi karya fesyen kontemporer yang tetap wearable.
Kolaborasi bertajuk “Remake Project with ESMOD Jakarta” itu menjadi bagian dari pembukaan toko Uniqlo Plaza Indonesia yang resmi dibuka pada Rabu, 27 Mei 2026.
Dalam pembukaan toko ke-78 Uniqlo di Indonesia ini, Uniqlo berupaya membawa pendekatan berbeda lewat instalasi fesyen berbasis keberlanjutan dan circular fashion.
“Ini datang dari sesuatu yang bagus dan kita juga ingin berkontribusi ke sesuatu yang lebih besar dan lebih baik juga,” ujar Director Corporate Affairs PT Fast Retailing Indonesia, Maria Irma Yunita, dalam sesi media di peresmian pembukaan toko Uniqlo, Plaza Indonesia pada Selasa (26/05).
Memberikan kehidupan baru pada baju bekas pakai
Director Corporate Affairs PT Fast Retailing Indonesia Maria Irma Yunita (kanan) dan Deputy Director of Academic Programs ESMOD Jakarta Guillaume Oger (kiri) dalam sesi media di peresmian pembukaan toko Uniqlo, Plaza Indonesia pada Selasa (26/05)
Sebanyak 16 look hasil karya 65 mahasiswa tahun pertama dan kedua ESMOD Jakarta dipamerkan di area toko melalui instalasi mannequin. Semua koleksi dibuat dari pakaian donasi pelanggan Uniqlo yang sebelumnya dikumpulkan lewat program RE.UNIQLO.
Deputy Director of Academic Programs ESMOD Jakarta, Guillaume Oger, mengatakan proyek ini menjadi pengalaman berbeda bagi mahasiswa karena mereka tidak memulai desain dari kain baru tapi dari pakaian yang sudah ada.
“Bagaimana mereka bisa mengubahnya, mengolahnya kembali, membuatnya wearable lagi, membuatnya punya cerita dan perjalanan baru,” kata Guillaume.
Menurut Guillaume, tantangan terbesar justru muncul karena setiap pakaian donasi memiliki bentuk, bahan, dan warna yang berbeda-beda. Para mahasiswa harus membongkar, menganalisis, lalu menyusun ulang material yang ada menjadi siluet baru tanpa menghilangkan aspek kenyamanan khas LifeWear Uniqlo.
Namun, Guillaume juga menambahkan kreativitas para mahasiswa tidak terhalang oleh kualitas kain dari baju bekas Uniqlo, karena Uniqlo menggunakan kain berkualitas tinggi untuk pakaian mereka.
Sentuhan kreatif mahasiswa ESMOD dalam koleksi upcycle
Maica Arjun (kiri) dan Jose (kanan), Mahasiswa ESMOD Jakarta, berpose di depan karya mereka yang dipajang di toko Uniqlo, Plaza Indonesia pada Selasa (26/05)
Salah satu mahasiswa ESMOD tahun kedua, Jose, menjelaskan kelompoknya mengusung tema “Not Your Basics” yang berfokus pada elevated basic dengan detail tersembunyi.
“Jaket ini dibuat dari sekitar empat celana yang dibongkar lalu disatukan lagi dengan pola baru,” ujar Jose kepada Kompas.com seusai acara.
Jose mengatakan prosesnya cukup menantang karena mereka hanya boleh menggunakan material dari celana bekas. Ukuran kain yang terbatas membuat timnya harus berkali-kali mengubah pola agar seluruh bagian jaket bisa tersusun dengan pas.
Menariknya, Jose menjelaskan kalau bagian lengan jaket dihiasi detail menyerupai pom-pom dari kain dengan pewarna alami. Warna kuning berasal dari kunyit, merah muda dari beetroot, dan biru dari indigo.
Kolaborasi bertajuk ?Remake Project with ESMOD Jakarta? di toko Uniqlo, Plaza Indonesia
Sementara itu, mahasiswa tahun kedua lainnya, Maica Arjun, mengangkat inspirasi dari benda-benda yang ditemui sehari-hari di jalan. Mulai dari palang penanda hingga simbol lalu lintas diterjemahkan menjadi detail siluet dan hidden panel pada busana.
“Temanya sendiri adalah ‘Still With You,’ jadi kita mengangkat benda sehari-hari yang kita lihat saat berangkat kerja atau kuliah, seperti penanda jalan, palang penanda, dan hal-hal lainnya seperti itu,” papar Maica kepada Kompas.com dalam kesempatan yang sama.
Busana yang ia tampilkan dibuat dari tiga potong celana Uniqlo, terdiri dari satu sweatpants putih dan dua celana denim. Menurut Maica, proses pengerjaan koleksi itu juga tidak mudah karena ia tengah menjalani student exchange di Paris sehingga proses desain dilakukan lintas negara bersama timnya.
Toko baru Uniqlo Plaza Indonesia hadirkan pengalaman berbeda
Toko Uniqlo di Plaza Indonesia
Selain menghadirkan koleksi upcycle bersama ESMOD, Uniqlo Plaza Indonesia juga membawa sejumlah fasilitas baru. Salah satunya layanan stylist assistant yang membantu pelanggan menemukan inspirasi styling sesuai karakter dan kebutuhan masing-masing.
Maria mengatakan layanan tersebut dihadirkan karena pelanggan Plaza Indonesia memiliki preferensi gaya yang cukup beragam dan cenderung premium.
“Kita ingin menghadirkan styling secara real life. Jadi stylist assistant namanya, nanti akan membantu pelanggan, mereka akan memberikan inspirasi styling melihat bagaimana karakternya pelanggan, kebutuhan mereka juga, apa kira-kira inspirasi styling yang cocok untuk pelanggan ini,” ujar Maria.
Tidak hanya itu, toko seluas 1.415 meter persegi ini juga menghadirkan area #JAKARTANEIGHBORHOOD yang menampilkan karya UKM lokal Jakarta. Berbagai aksesori, tas, sampai dengan perhiasan lokal dipadukan dengan koleksi LifeWear Uniqlo sebagai bagian dari dukungan terhadap pelaku kreatif lokal.
Ke depannya, instalasi koleksi upcycle ESMOD di toko Plaza Indonesia juga akan terus berganti setiap bulan.
Jika tertarik mencoba layanan stylist assistant atau melihat karya para mahasiswa ESMOD, kamu bisa mengunjungi toko Uniqlo di Lantai 3, Plaza Indonesia. Ada juga promo dan penawaran terbatas selama periode pembukaan UNIQLO Plaza Indonesia 27 Mei hingga 31 Mei 2026.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang