Baru Rujuk? Ini Cara Jaga Benih Cinta Agar Tak Padam Lagi
Memutuskan untuk kembali bersama setelah melalui pahitnya perceraian adalah langkah besar yang penuh keberanian.
Namun, kembalinya status pernikahan tidak secara otomatis membawa kembali letupan asmara yang pernah ada di awal perkenalan dulu.
Membangun kembali kemesraan dari puing-puing konflik membutuhkan lebih dari sekadar kerinduan, seperti komitmen untuk "menulis ulang" kisah cinta baru yang lebih sehat.
Menumbuhkan kembali kasih sayang dalam hubungan yang pernah kandas memerlukan kesabaran dan kemauan untuk berubah. Lalu, bagaimana cara menumbuhkan kembali benih-benih cinta setelah rujuk?
Psikolog klinis dewasa, Adelia Octavia Siswoyo, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa fondasi perasaan seharusnya sudah diletakkan bahkan sebelum langkah rujuk diambil.
"Benih cinta ataupun kasih sayang seharusnya justru terbentuk dan disadari sebelum keputusan rujuk diambil, sehingga bisa membicarakan kebutuhan satu sama lain terkait perasaan cinta tersebut," ujar Adelia saat dihubungi pada Senin (2/3/2026).
Ia juga mengingatkan agar setiap pasangan lebih bijak dalam mengambil keputusan rujuk ataupun cerai, karena perasaan manusia pastinya akan terus berubah.
Berhenti mengungkit masa lalu
Salah satu penghambat terbesar tumbuhnya rasa cinta setelah rujuk adalah kecenderungan untuk membahas kembali luka lama.
Pendiri layanan kesehatan mental Cup of Stories, Fitri Jayanthi, M.Psi., Psikolog, menekankan pentingnya bagi pasangan untuk memutus rantai ingatan negatif agar emosi positif memiliki ruang untuk berkembang.
Kecenderungan untuk terus menggali kepahitan masa lalu hanya akan membuat dinding pertahanan emosional tetap tebal.
Menurut Fitri, jika kesalahan masa lalu terus diingat, perasaan negatif akan semakin mendominasi diri sehingga cinta sulit untuk tumbuh kembali.
"Hal utama yang perlu dilakukan adalah menghindari mengungkit masa lalu. Karena jika semakin diingat, perasaan negatif semakin dominan, sehingga cinta sulit untuk tumbuh," ucap Fitri, Senin.
Menciptakan momen baru
Ilustrasi pasangan.
Setelah berhasil melepaskan bayang-bayang masa lalu, langkah selanjutnya adalah mengisi kekosongan emosional dengan pengalaman-pengalaman yang menyegarkan.
Alih-alih mencoba menghidupkan kembali pola lama, pasangan disarankan untuk membangun sistem hubungan yang benar-benar berbeda.
Fitri menyarankan agar pasangan mulai meluangkan waktu berkualitas berdua, dan rutin memberikan apresiasi atas setiap perubahan baik yang ditunjukkan oleh pasangan. Hal ini bertujuan agar hasil yang diperoleh pun berbeda dari pernikahan sebelumnya.
"Keduanya harus mulai membuat perasaan-perasaan positif baru dengan cara meluangkan waktu berdua kembali, saling mengapresiasi perubahan perilaku yang dilakukan pasangan, dan membuat sistem baru dalam hubungan yang berbeda dari masa lalu," terang Fitri.
Memahami love language pasangan
Memperbaiki hubungan pasca-rujuk juga berarti belajar "mengenal ulang" pasangan dengan cara yang lebih dalam.
Adelia menambahkan bahwa pemeliharaan rasa cinta akan jauh lebih efektif jika setiap pihak memahami cara pasangannya ingin dicintai melalui konsep love language.
Memahami bahasa kasih menjadi kunci agar perhatian yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan emosional pasangan.
“Memahami love language untuk bisa memelihara perasaan ini sesuai dengan kebutuhan pasangan. Ketika rujuk, hanya perlu mengembangkan perasaan sayang tersebut,” kata Adelia.
Pada akhirnya, menumbuhkan kembali benih cinta pasca-rujuk bukanlah sebuah momen instan, melainkan investasi harian yang harus dijaga secara konsisten oleh kedua belah pihak.
Dengan komunikasi yang terbuka mengenai kebutuhan masing-masing, perasaan sayang tersebut akan tumbuh lebih kokoh dibandingkan sebelumnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang