Dulu Kotor dan Tercemar Berat, Kini Sungai Cipinang Mulai Dibenahi
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LH/BPLH) dengan dukungan Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, sebagai bentuk komitmen tanggung jawab perusahaan terhadap pelestarian lingkungan.
Sungai Cipinang yang membentang sejauh 30,4 kilometer dari Situ Jatijajar, Depok, hingga Banjir Kanal Timur (BKT) di Jakarta Timur, menjadi sumber kehidupan bagi lebih dari 1,2 juta warga. Namun, peningkatan aktivitas penduduk membuat kualitas airnya menurun drastis hingga tergolong “cemar berat”. Karena itu, pemerintah menjadikannya sebagai pilot project pengelolaan sungai berbasis masyarakat.
Dalam festival ini, berbagai kegiatan dilakukan untuk memulihkan sungai, seperti penanaman pohon di Waduk Dukuh I, pengerukan sedimen di Kelurahan Dukuh, pelepasan ikan, bazar UMKM, hingga kegiatan memancing bersama komunitas.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Wakil Kepala BPLH, Diaz Hendropriyono, mengajak masyarakat untuk aktif menjaga kebersihan dan kelestarian alam.
“Sungai adalah sumber kehidupan. Kita harus menjaga airnya tetap bersih karena sungai menjamin kesejahteraan kita,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu 1 November 2025.
Diaz juga menekankan pentingnya menanam pohon di sekitar lingkungan. Ia menjelaskan, satu pohon dapat menghasilkan oksigen 1–50 kilogram per hari, sementara kebutuhan oksigen manusia mencapai sekitar 1 kilogram per hari. “Kita hidup butuh satu pohon. Karena itu, mari tanam sebanyak mungkin,” tegasnya.
Sementara itu, Corporate Secretary MIND ID, Pria Utama, menegaskan bahwa sungai memiliki peran penting bukan hanya bagi masyarakat, tetapi juga bagi keberlanjutan industri pertambangan. “MIND ID akan terus mendukung upaya konservasi sungai sebagai bagian dari komitmen menjaga keseimbangan alam,” ungkapnya.
Melalui Festival Sungai Cipinang 2025, pemerintah, masyarakat, dan sektor industri berharap dapat menciptakan ruang hidup yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.