Kualitas Kesehatan di Wilayah Pedesaan Mulai Ditingkatkan: Sanitasi Dibenahi, Gizi Ibu-Anak Jadi Prioritas
Upaya meningkatkan kualitas kesehatan dasar di wilayah pedesaan terus digencarkan, salah satunya melalui program terintegrasi yang saat ini berlangsung di Desa Ciburayut, Kabupaten Bogor.
Berbagai intervensi kesehatan, mulai dari sanitasi, akses air bersih, peningkatan gizi ibu dan anak, hingga edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), kini menjadi fokus utama untuk memperbaiki kualitas hidup warga. Scroll untuk informasi selengkapnya, yuk!
Dari hasil pemetaan sosial, Desa Ciburayut menghadapi sejumlah tantangan yang cukup serius. Hanya sekitar 30 persen keluarga yang memiliki jamban sehat, risiko kekeringan masih tinggi, kasus stunting masih ditemukan, sementara ratusan anak tercatat putus sekolah. Situasi ini menunjukkan bahwa perbaikan kualitas kesehatan tidak bisa dilakukan setengah-setengah.
Direktur Utama MahaDasha Group, Saidinur, menjelaskan bahwa program Desa Berdaya dirancang untuk menjawab tantangan tersebut dengan pendekatan yang menyentuh kebutuhan paling mendasar masyarakat.
“Melalui program ini diharapkan setelah tiga tahun kualitas hidup masyarakat dapat meningkat serta Desa Ciburayut dapat berdiri sebagai desa tangguh dan berdaya agar dapat mengelola berbagai potensi dan menghadapi berbagai tantangan kesehatan maupun ekonominya secara mandiri,” ujar Saidinur dalam keterangannya, dikutip Selasa 9 Desember 2025.

Pada fase pertama yang telah berjalan di tahun 2024, program berfokus pada pembangunan Sarana Air Bersih (SAB), MCK, serta penguatan edukasi terkait kebersihan dasar dan gizi ibu-anak melalui para kader Posyandu. Perubahan awal ini mulai menampakkan hasil yang signifikan.
Tahun 2025 menjadi fase yang disebut sebagai fondasi penting. Berbagai kegiatan dilaksanakan untuk melanjutkan peningkatan kualitas kesehatan warga, di antaranya Edukasi PHBS di sekolah, edukasi bagi ibu hamil, revitalisasi Posyandu, hingga pembuatan Budikdamber (budidaya ikan dalam ember) untuk mendukung ketahanan pangan dan nutrisi harian.
Corporate Communication Manager MahaDasha Group, Rani Hartanti, menegaskan bahwa fokus tahun ini diarahkan pada pembenahan sanitasi dan transformasi kesehatan keluarga.
“Di tahun kedua, 2025 ini, kami menitikberatkan pada tranformasi sanitasi, kesehatan, ekonomi keluarga, serta pengembangan berkelanjutan demi mendorong kemandirian warga,” ujarnya.
Ia juga memaparkan target kesehatan yang ingin dicapai sepanjang 2025.
“Pada fase pertama outcome yang dicapai berupa peningkatan akses pangan bergizi berbasis lokal dan akses air bersih serta fasilitas sanitasi bagi 30 kepala keluarga. Sementara di tahun kedua ini, outcome yang diharapkan berupa peningkatan taraf ekonomi bagi 30 KK, peningkatan status gizi bagi 30 ibu hamil dan balita, serta dibangunnnya jamban sehat di 40 rumah,” jelas Rani.
Pemerintah desa pun merasakan langsung dampaknya. Kepala Desa Ciburayut, Dulloh, menyebutkan bahwa warga mulai merasakan perubahan nyata dalam aspek kesehatan dan kesejahteraan.
“Program Desa Berdaya benar-benar memberi dampak nyata bagi kami warga Ciburayut khususnya Kampung Citiis, Selaawi dan Pedurenan. Sanitasi membaik, Posyandu lebih kuat, dan ekonomi warga mulai bergerak,” kata Dulloh.