Benarkah Akan Ada Pemutihan Tunggakan Paylater di Bawah Rp 1 Juta? Ini Penjelasannya
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan bahwa banyak masyarakat gagal membeli rumah subsidi.
Hal ini karena banyak masyarakat tercatat memiliki tunggakan paylater di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) milik Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Yang disayangkan, nilai tunggakan tersebut sebagian besar di bawah Rp 1 juta.
Hal itu diungkapkan Maruarar dalam kegiatan sosialisasi Kredit Program Perumahan (KPP) di Aula Husni Hamid, Kompleks Kantor Bupati Karawang, Jawa Barat, pada Senin (27/10/2025).
Usulan Pemutihan untuk Tunggakan Kecil
Maruarar mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan kepada Menteri Keuangan agar dilakukan pemutihan terhadap masyarakat yang memiliki tunggakan paylater dengan nilai kecil.
“Saya dapat banyak masukan dari masyarakat yang kena SLIK karena pinjol paylater dan sebagainya sehingga tidak bisa pinjam. Saya sudah usulkan kepada Pak Menteri Keuangan untuk diputihkan,” kata Maruarar.
Menurut dia, banyak warga tidak bisa mengajukan kredit rumah hanya karena tunggakan bernilai ratusan ribu rupiah.
“Untuk nilai tertentu kalau bisa diputihkan supaya rakyat tetap bisa mengajukan. Saya sudah sampaikan kepada Menteri Keuangan seperti itu,” ujarnya.
Minta Tindak Lanjut Tapera
Maruarar juga menyebut telah meminta data dari Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) untuk menindaklanjuti masalah ini. Ia berharap, langkah tersebut bisa membuka akses lebih luas bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk mendapatkan rumah subsidi.
“Karena kasihan rakyat kita, rakyat kecil. Karena pinjol dan sebagainya banyak yang tidak bisa mendapatkan program negara,” ucapnya.
Dukungan Pemerintah Daerah
Bupati Karawang Aep Saepuloh menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Karawang mendukung penuh pelaksanaan program Kredit Program Perumahan (KPP) yang digagas Kementerian PKP.
“Pemkab Karawang terus mendorong masyarakat agar bisa memanfaatkan program Kementerian PKP tersebut,” ujar Aep.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.