Baru 9 dari 167 Dapur SPPG di Bandung Lolos Sertifikasi SLHS, Apa Penyebabnya?
Dari total 167 Dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, baru 9 dapur yang dinyatakan memenuhi syarat dan berhasil memperoleh Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung, Yuli Irnawati Musjasari, menyampaikan bahwa hingga saat ini ada 123 dapur yang sedang dalam proses pengajuan sertifikasi.
"Kalau yang mengajukan ada 123, tapi yang baru memenuhi syarat itu 9 dan sudah keluar SLHS-nya. Semua sedang berproses," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Kamis (13/11/2025).
Mengapa Proses Sertifikasi Baru Meloloskan 9 Dapur?
Yuli menjelaskan bahwa salah satu syarat utama memperoleh SLHS adalah pelatihan bagi para penjamah makanan atau pekerja dapur. Setiap dapur wajib mengikutkan minimal 20 hingga 25 penjamah dalam pelatihan.
Namun, dalam praktiknya, dapur-dapur yang mengajukan sertifikasi baru mengikutsertakan 10 hingga 15 orang.
"Pelatihannya harus 50 persen. Memang baru 10 atau 15 orang. Kalau semua bareng pelatihannya nanti dapur enggak ada yang masak, jadi harus bergantian," katanya.
Selain pelatihan, tahapan lain yang harus dipenuhi mencakup pemeriksaan air bersih, air minum, bahan pangan, hingga peralatan memasak. Proses ini, menurut Yuli, memerlukan waktu rata-rata 14 hari karena laboratorium sedang dipadati antrean.
"Jadi antre, itu kendala-kendalanya. Tapi terus berproses," ujarnya.
Yuli menambahkan bahwa proses sertifikasi tidak hanya menjadi tugas Dinkes. Sejumlah dinas terkait juga terlibat, termasuk dinas ketahanan pangan.
"Misalnya dinas ketahanan pangan, mereka memeriksa bahan baku pangan, keamanan dari mulai sayuran, telur, ayam, daging. Mereka juga melakukan," tuturnya.
Dengan berbagai kendala yang ada, pemerintah berharap seluruh dapur SPPG dapat segera memenuhi syarat SLHS agar pelayanan gizi di Kabupaten Bandung dapat berjalan lebih aman dan optimal.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.