Kisah Mualaf Paul Pogba: Temukan Kedamaian Lewat Islam, Ucap Syahadat di Usia 20 Tahun

Paul Pogba saat di Juventus
Paul Pogba saat di Juventus

 Paul Pogba, salah satu gelandang paling berbakat di dunia sepak bola modern, memiliki perjalanan spiritual yang menginspirasi banyak orang. Di tengah gemerlap kariernya bersama Manchester United dan Juventus dan kini AS Monaco, Pogba justru menemukan makna hidup sejati melalui agama Islam.

Keputusan menjadi mualaf bukanlah hal instan bagi Pogba. Ia mengaku melalui proses panjang pencarian jati diri, hingga akhirnya menemukan ketenangan batin yang selama ini ia cari.

“Saya banyak bertanya tentang hidup dan tujuan saya. Islam memberi saya semua jawabannya,” ungkap Pogba dikutip dari The Independent Kamis, 16 Oktober 2025.

Paul Pogba jalani ibadah umroh

Lahir dari ibu seorang Muslimah dan ayah non-Muslim, Pogba tumbuh di lingkungan yang beragam secara budaya dan keyakinan. Ia mulai mengenal Islam saat remaja, melalui diskusi bersama teman-teman dan ibunya. Pada 2012, di usia 20 tahun, Pogba mantap mengucapkan dua kalimat syahadat.

“Semuanya berawal ketika saya sering berdoa bersama teman-teman Muslim. Saat itu, saya merasakan kedamaian yang belum pernah saya rasakan sebelumnya,” ujarnya.

Islam Ubah Cara Pandang Pogba terhadap Hidup

Sejak menjadi mualaf, Pogba mengaku hidupnya berubah total. Ia merasa lebih rendah hati, lebih sabar, dan lebih bersyukur. Dalam wawancara dengan Sky Sports, pemain asal Prancis ini menegaskan bahwa Islam memberinya arah hidup yang jelas dan ketenangan jiwa.

“Islam bukan tentang terorisme atau kekerasan seperti yang banyak orang kira. Islam adalah kedamaian, rasa syukur, dan saling menghormati,” tegasnya.

Pogba kerap terlihat berdoa sebelum dan sesudah pertandingan. Ia juga tetap menjalankan puasa Ramadan meski dalam jadwal latihan ketat. Bahkan di sela kompetisi, Pogba beberapa kali menunaikan umrah. Bagi Pogba, shalat dan puasa bukan sekadar kewajiban, melainkan bentuk rasa syukur atas kehidupan.

“Salat membuat saya sadar tentang pentingnya bersyukur dan memohon ampun. Itu menjadi sumber ketenangan saya setiap hari,” katanya.

Ketekunan Pogba dalam menjalankan ibadah menarik perhatian banyak pihak. Salah satunya jurnalis Inggris, Reshmin Chowdhury, yang menceritakan bagaimana Pogba tetap berpuasa saat bermain di Europa League 2019.

“Saya bertanya bagaimana dia bisa tetap bermain sambil puasa. Dia hanya tersenyum dan menunjuk ke langit, berkata, ‘Allah membantu kita!’” kenang Chowdhury.

Meski pernah diterpa cedera panjang dan kasus doping pada 2023, Pogba tetap tegar. Ia meyakini setiap ujian memiliki hikmah tersendiri. “Terkadang kita bertanya, kenapa ini terjadi? Tapi Islam mengajarkan bahwa semua sudah ditulis. Nikmati dan syukuri,” ujarnya.

Bagi Pogba, menjadi Muslim berarti memberi manfaat bagi sesama. Ia meneladani sosok Muhammad Ali, legenda tinju dunia yang juga mualaf.

“Ali adalah pahlawan saya. Ia berdiri untuk kebenaran saat dunia menentangnya. Bahkan senyum kepada seseorang pun sudah dianggap sedekah. Itulah yang ingin saya bagikan kepada dunia,” ucap Pogba.

“Islam membuat saya damai, dan saya ingin dunia tahu bahwa kedamaian itulah wajah sejati agama kami,” tutupnya.