Rutin Lari Bisa Perpanjang Usia Sampai 3 Tahun, Benarkah? Ini Temuan Studi
Lari bukan cuma sekadar olahraga untuk mengisi waktu luang. Kenyataannya,
berlari memiliki dampak kesehatan yang besar dalam jangka panjang.
Studi mengatakan aktivitas yang kerap dilakukan untuk menjaga kebugaran tubuh ini memiliki kaitan dengan peluang hidup lebih lama. Simak selengkapnya di sini.
Cukup 5-10 menit saja per hari
Mengutip artikel Harvard Medicine, sebuah studi dari Progress in Cardiovascular Diseases yang dilakukan sejumlah peneliti menemukan bahwa olahraga kardiovaskular seperti lari punya manfaat besar seperti menurunkan risiko kematian sekaligus memperpanjang usia seseorag sampai sekitar tiga tahun.
Menariknya, manfaat lari yang disebutkan tidak harus dilakukan dalam durasi panjang seperti berjam-jam. Studi tersebut menunjukkan bahwa berlari selama 5-10 menit per hari dengan pace lambat saja sudah cukup untuk memberikan efek positif bagi tubuh.
Senada dengan studi tersebut, seorang fisiolog olahraga Janet Hamilton menganggap bahwa durasi berlari yang tidak memakan banyak waktu ini menjadi keunggulan tersendiri, apalagi bagi orang-orang yang tidak memiliki banyak waktu luang untuk berolahraga.
Mengutip dari Shape, Janet menegaskan bahwa fleksibilitas lari membuat olahraga ini tetap bisa dilakukan di tengah kesibukan, tanpa perlu fasilitas khusus atau waktu yang panjang.
Batas optimal berlari tidak lebih dari 5 jam per minggu
Ilustrasi Lari
Namun, penelitian tersebut menyebutkan ada batas optimal dari berlari yang memberikan manfaat kesehatan.Menurut penelitian, manfaat kesehatan dari berlari cenderung mencapai titik maksimal pada durasi sekitar 4,5 jam per minggu saja. Jadi, kalaupun durasi berlari dalam satu minggu ditingkatkan, penelitian mengatakan manfaat kesehatannya tidak bertambah secara signifikan.
Menurunkan risiko penyakit
Ilustrasi lari.
Sebelumnya, mereka juga melakukan penelitian terhadap lebih dari 55.000 orang selama 15 tahun. Penelitian tersebut mengaitkan aktivitas lari dengan penurunan risiko kematian akibat penyakit jantung dan stroke.Hasilnya, lari mampu menurunkan risiko kedua penyakit tersebut sampai 45 persen. Sementara itu, risiko kematian secara keseluruhan turun sampai sekitar 30 persen.
Lalu, studi lainnya menyebutkan bahwa selain memperpanjang peluang hidup, manfaat lari juga merambah sampai ke pencegahan penyakit lain, seperti menurunkan risiko kanker dan alzheimer, juga pembentukan tulang.
Janet mengatakan bahwa olahraga seperti berjalan, bersepeda, atau berenang tidak memiliki manfaat pembentukan tulang yang sama seperti berlari.
"Setiap kali kamu menghentakkan kaki di jalan, kamu memberi tekanan pada tulang dan tulang rawan, sama seperti pada otot, yang membuatnya kembali menjadi lebih kuat," jelas Janet.
Jadi, setelah membaca ini, apa kamu termotivasi untuk mulai rutin berlari?
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang