Pemecatan Shin Tae-yong sebagai pelatih Ulsan Hyundai (Ulsan HD) pada 9 Oktober 2025 menjadi perbincangan hangat.
Keputusan itu diambil setelah Ulsan HD mengalami kekalahan 0-3 melawan Gimcheon Sangmu dalam laga K-League 1.
Meskipun baru menangani tim selama sepuluh pertandingan, pemecatan Shin dipicu oleh ketegangan yang melibatkan para pemain senior dan manajemen klub.
Friksi di Balik Pemecatan Shin Tae-yong
Ulsan HD mengungkapkan bahwa pemecatan Shin Tae-yong tidak hanya disebabkan oleh hasil buruk di lapangan, tetapi juga adanya dugaan kekerasan verbal dan fisik, serta kualitas latihan yang rendah.
Dugaan ini muncul meskipun Shin dengan keras membantah semua tuduhan tersebut.
Dalam wawancaranya dengan KBS, media milik negara Korea Selatan, Shin menanggapi tuduhan tersebut dengan membela diri.
Jurnalis olahraga Korea Selatan, Steve Han, memberikan penjelasan tentang perbedaan sudut pandang antara Shin dan Ulsan HD.
Menurut Han, kedua belah pihak memiliki versi yang berbeda, namun keduanya memiliki kebenaran tersendiri.
Kepemimpinan Shin yang Kontroversial
Steve Han mengungkapkan bahwa Shin Tae-yong mengakui menggunakan kata-kata kasar dan menarik telinga pemain, tetapi dia menekankan bahwa itu hanya bagian dari gaya bercandanya yang sudah terbiasa.
"Dia bilang itu caranya mencairkan suasana dan menunjukkan bahwa dirinya santai," kata Han.
Namun, gaya kepemimpinan Shin yang lebih santai dan informal tidak diterima dengan baik oleh para pemain Ulsan HD yang sebagian besar adalah bintang-bintang berpengalaman.
Ulsan HD merupakan tim dengan kualitas tinggi, dengan banyak pemain yang merupakan starter di tim nasional Korea.
Menurut Han, para pemain ini tidak bisa diperlakukan dengan cara yang sama seperti pemain muda.
Metode Latihan Shin yang Ketinggalan Zaman
Selain isu komunikasi, beberapa pemain juga mempertanyakan metode latihan Shin yang dinilai sudah ketinggalan zaman.
Shin diduga membawa perlengkapan golf di bus tim untuk bermain saat perjalanan, yang meskipun dibantah, tetap menjadi perbincangan di Korea.
Menurut Steve Han, pola konflik semacam ini bukan kali pertama terjadi dalam karier Shin, baik saat melatih Timnas Korea maupun di level klub sebelumnya.
Konflik-konflik serupa telah muncul terkait sikap dan cara Shin memperlakukan pemain di luar lapangan.
Shin Tae-yong Menyesal Setelah Pemecatan
Setelah pemecatan tersebut, Shin Tae-yong mengungkapkan rasa penyesalannya melalui unggahan di Instagram.
Dia meminta maaf kepada para penggemar Ulsan HD, menyatakan bahwa kegagalannya membawa tim kembali ke jalur kemenangan adalah kesalahannya.
"Saya gagal memimpin Ulsan HD untuk bangkit kembali. Ini salah saya, kelalaian saya. Saya gagal menjalankan tugas saya sebagai pelatih," tulisnya pada 15 Oktober 2025.
Meskipun situasi berakhir dengan tidak baik, Shin tetap berterima kasih kepada penggemar Ulsan HD atas dukungan yang diberikan selama masa jabatannya.
"Meskipun aku pergi dengan hubungan yang buruk, dan aku tidak bisa pergi dengan senyuman, ada sesuatu yang sangat ingin kukatakan. Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk semua penggemar," ungkap Shin.
Perpisahan yang Penuh Penyesalan
Shin Tae-yong menyatakan rasa kesedihannya setelah hanya dua bulan melatih Ulsan HD.
Ini adalah klub pertama yang dia tangani di K-League setelah 13 tahun absen di level klub. Shin mengungkapkan rasa patah hatinya karena tidak bisa lagi bersama dengan para penggemar yang telah memberikan sambutan hangat saat dia pertama kali datang ke Ulsan.
"Saya sangat sedih dan patah hati. Lebih dari segalanya, saya sedih karena tidak bisa lagi bersama para penggemar," tambah Shin.
Pemecatan Shin Tae-yong dari Ulsan HD menandai akhir yang penuh drama bagi pelatih yang sebelumnya sukses bersama Timnas Indonesia.
Ke depan, masa depan Shin Tae-yong masih penuh tanda tanya, dan pernyataan-pernyataan yang dia buat dalam wawancara terakhirnya pun belum menunjukkan kejelasan.
Sebagian artikel telah tayang di .
.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.