Waketum PSSI Sebut Penunjukan Pelatih Timnas U20 Tak Lalui Rapat Exco
Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali, menekankan bahwa pemilihan pelatih untuk tim nasional Indonesia harus mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh organisasi.
Menurutnya, semua kandidat pelatih yang terpilih perlu dibawa ke rapat Exco PSSI, dan bukan ditentukan oleh individu tertentu.
"Pastinya Pak Mardji yang tahu karena dia diberi amanat," jelas Zainudin Amali dalam wawancara dengan Kompas TV pada program Sapa Indonesia Malam.
"Kita menerima hasil yang sudah diwawancarai oleh Pak Mardji. Jadi Exco nanti kita akan menerima itu," imbuhnya.
Amali menegaskan bahwa penting untuk melakukan proses yang benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Diputuskan oleh Exco, bukan oleh perorangan," tegasnya.
Dia juga memberikan contoh kasus penunjukan Nova Arianto sebagai pelatih Timnas U20 Indonesia yang baru, yang menurutnya tidak dilakukan melalui rapat Exco PSSI seperti yang seharusnya.
"Kenapa saya selalu menekankan mekanisme yang harus ditempuh? Karena itu memang aturan organisasi," ungkap Amali.
"Misalnya tadi, Nova Arianto diputuskan untuk menjadi Pelatih Timnas U20, kita kaget-kaget. Itu tidak lewat rapat Exco, tetapi sudah dikonperskan. Saya tidak tahu mekanisme apa yang dipakai," tambahnya.
Starting Timnas Indonesia, yang harus mengubur mimpi ke Piala Dunia 2026 usai mengalami kekalahan kedua kalinya di Grup B ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, kali ini oleh Irak, Minggu (12/10/2025) di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah.
Penunjukan Pelatih Timnas Indonesia Senior Mesti Lalui Mekanisme Organisasi
Dengan adanya kejadian ini, Amali berharap hal serupa tidak terjadi dalam pemilihan pelatih timnas senior.
"Makanya untuk di timnas senior, itu harus menggunakan mekanisme organisasi," tegasnya.
"Sehingga Exco bisa wawancara calon yang sudah pernah dilakukan saat pak Mochamad Iriawan, dan kita putuskan."
"Itu yang paling penting, mau siapa pun yang diputuskan yang penting jadi keputusan bersama," pungkasnya.
"Karena ini kan organisasi, bukan klub," ujar Zainudin Amali.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.