Suara Fan Diaspora Indonesia Usai Kluivert Out, Berharap PSSI Tak Ulangi Kesalahan

Keputusan PSSI mengakhiri kerja sama dengan pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, bersama seluruh jajaran stafnya, menimbulkan beragam reaksi dari berbagai penjuru dunia.
Tidak hanya di dalam negeri, komunitas suporter diaspora Indonesia di luar negeri juga turut menyuarakan pandangannya.
Kepada Kompas.com, penggemar Timnas Indonesia dari Jepang, Arab Saudi dan Bahrain, menyampaikan pandangan mereka.
Pendukung Garuda dari bermacam penjuru dunia itu kompak menyampaikan satu pesan yaitu jangan lagi membangun dari nol.
Garuda Japan Harapkan PSSI Tak Hancurkan fondasi yang Sudah Dibangun
Perwakilan Garuda Japan, Audi Nefry menyayangkan keputusan PSSI yang dianggap terburu-buru.
Ia menilai, perubahan pelatih dari Shin Tae-yong (STY) kepada Patrick Kluivert di tengah jalan pada Januari 2025 silam, merusak fondasi yang telah dibangun dengan susah payah selama beberapa tahun terakhir.
“Harapannya siapa pun nanti pelatih pengganti PK, semoga bisa membawa lebih jauh lagi timnas Garuda kita. Tapi kalau dari kita di Jepang, sebetulnya berharap STY bisa kembali lagi melatih timnas kita, karena dia yang dari awal tahu dan membangun fondasi untuk timnas kita,” ujar suporter yang biasa disapa Nefry itu.
“Kalau sampai diganti dengan sosok baru lagi, sama saja dengan membangun fondasi dari awal lagi. Ini bisa sebagai pembelajaran berharga yang harus sangat mahal dibayar oleh PSSI tentunya,” imbuhnya.
Selain itu ia juga menegaskan bahwa keputusan mendadak seperti ini bisa menjadi “blunder ketiga” bagi federasi.
“Di saat jalan timnas sudah di on the track, jangan suka mengambil keputusan konyol yang malah mengubur harapan kita semua. Fondasi yang sudah lama dibangun dengan baik dihancurkan begitu saja."
"Sangat susah cari pelatih pengganti seperti pelatih sebelumnya yang tahu fondasi timnas kita, apalagi yang dekat dengan para pemain dan bisa menjadi sosok figur ayah di ruang ganti,” tutur Audi Nefry.
Garuda Saudi, suporter timnas Indonesia yang berada di Saudi saat menyaksikan timnas Indonesia berlaga di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Garuda Saudi Sebut Langkah PSSI Akhiri Kerja Sama dengan Kluivert Sudah Tepat
Adapun Garuda Saudi menilai keputusan PSSI memberhentikan Kluivert merupakan langkah yang perlu diambil demi masa depan tim nasional.
“Pertama-tama kami ucapkan kepada federasi beserta jajarannya yang sudah menerima aspirasi kami para suporter. Semua yang sudah dilakukan federasi saya yakin demi hasil terbaik, tapi memang tidak sesuai harapan dan memang harus ada yang bertanggung jawab,” ujar Muhammad Erlangga.
Menurutnya gaya permainan yang dibawa tim kepelatihan Patrick Kluivert tidak cocok dengan karakter pemain Indonesia. Ia menilai Timnas Indonesia belum mempunyai skuad yang mampu bermain gaya total football.
Ia juga melihat harapan sang pelatih asal Belanda akan bisa meredam isu seputar pemain diaspora justru tidak tercapai.
“Sangat disayangkan, harapan mendatangkan kepelatihan dari Belanda bisa meredam intrik-intrik dan rumor seputar pemain diaspora malah tidak terjadi, bahkan terkesan lebih dramatis,” imbuhnya.
Namun, di balik kritiknya, ia tetap memberi apresiasi terhadap Patrick Kluivert dan tim atas usaha terbaiknya dan berharap federasi bisa mendapatkan pengganti yang lebih baik.
"Memiliki visi permainan sesuai dengan ruh dan jati diri timnas Indonesia. Dan yang tidak kalah penting, melatih dengan nyali, hati, dan rasa memiliki terhadap Republik Indonesia. Indonesia butuh ditangani dengan hati, bukan janji,” kata Muhammad Erlangga.
Ilham Jamaluddin bersama anggota Garuda Bahrain jelang nonton timnas Indonesia menjalani laga putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia melawan Arab Saudi dan Irak di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah
Garuda Bahrain Ucap Terima Kasih untuk Kluivert, tapi PSSI Harus Lebih Bijak
Sementara itu, Garuda Bahrain melalui Ilham Jamaluddin, memberikan apresiasi kepada Patrick Kluivert dan stafnya atas dedikasinya. Ia juga mengapresiasi PSSI karena telah mendengar suara para suporter.
“Pertama kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Coach Patrick beserta jajaran staf karena sudah membawa timnas kita sejauh ini, walaupun hasilnya belum cukup membawa kita lolos langsung ke Piala Dunia 2026,” tutur pria yang berprofesi sebagai barista itu.
Untuk itu ia berharap PSSI bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan di masa depan dan tidak gegabah lagi dalam memilih pelatih untuk timnas agar kejadian semacam ini tidak terulang kembali.
Ia juga menyinggung keputusan kontroversial saat federasi mengganti Shin Tae-yong di tengah performa timnas yang justru sedang membaik.
“Kita semua pencinta sepak bola terkejut ketika PSSI mengganti STY di tengah jalannya kompetisi, padahal timnas di bawah asuhan STY sedang berada di jalur yang bagus,” sambungnya.
Ia berharap pelatih baru nanti mampu membawa Indonesia bermain lebih baik di ajang besar berikutnya.
“Siapa pun itu, semoga bisa membawa timnas kita jauh lebih baik lagi. Pastinya ada banyak agenda besar yang akan menanti, salah satunya Piala Asia 2027 di Arab Saudi nanti,” pungkas Ilham Jamaluddin.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.