Erick Thohir Sebut PSSI Tak Didanai Pemerintah, Kecuali untuk Ini
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir mengatakan PSSI tidak akan mendapat dukungan dana dari pemerintah.
Meski begitu, Erick Thohir menyebut kategori pertandingan yang dipastikan tidak mendapat dana dari pemerintah adalah single event.
"Dan saya sudah konsultasi ke BPK tadi kita sudah kesepakatin ya. Tentu untuk PSSI kita tidak bisa mendapatkan pendanaan dari pemerintah khususnya yang single event," ucap Erick Thohir saat sesi konferensi pers, Selasa (23/9/2025) lalu.
Adapun single event merujuk pada beberapa kompetisi yang biasa diikuti Timnas Indonesia termasuk ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Timnas Indonesia tidak akan mendapat bantuan dana saat tampil di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Arab Saudi pada Oktober 2025 nanti.
Syarat Pendanaan dari Pemerintah
Meski begitu, ada pengecualian jika tim sepak bola Indonesia mengikuti ajang multi event bersama cabang olahraga (cabor) lain.
Pertandingan multi event yang umum diikuti adalah SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.
Nantinya, tim sepak bola akan mendapat bantuan dana namun masih perlu adanya pengecekan lebih lanjut.
"Tapi yang multi event nanti dari pihak BPK akan cek clearance-nya seperti apa. Karena kalau multi event itu semua cabor ya dibiayai," sambungnya.
Erick Thohir ingin adanya transparansi dan keadilan bagi cabor lainnya. Sebagai Menpora, ia ingin memastikan seluruh cabor mendapat jatah yang adil.
"Jadi saya kehati-hatian. Dan nanti ada beberapa keputusan yang juga kita jaga kepercayaan semua. Karena hari ini tugas terpenting saya untuk tadi olahraga Indonesia. PSSI hanya salah satunya. Tapi olahraga Indonesia yang terpenting," sambungnya.
Target Emas di SEA Games 2025
Erick Thohir menjelaskan bahwa Kemenpora sejauh ini belum dapat memastikan target emas untuk SEA Games 2025.
"Saya baru menerima chief demission barusan sama, Pak Menpora target emasnya berapa lah? Target emasnya kalian berapa? Kita sudah punya evaluasinya."
"Dan kita mau profesional Pak Ses ya dalam penilaian target emas apa saya gak pandang bulu," kata Erick Thohir dalam konferensi pers di Kantor Menpora, Jakarta, Selasa (23/9/2025).
Erick ingin menunggu kepastian anggaran mengingat saat ini hanya mendapat Rp10 miliar sehingga hanya mampu mengirimkan 120 atlet.
"Ya tunggu anggaran dulu. Kalau 10 miliar cuma 120 atlet. Artinya ya nanti kita lihat emasnya berapa. Karena kita hari ini sudah kehilangan 41 emas. Dari 87 kita kehilangan 41 emas," tambahnya.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa beberapa nomor juga tidak dipertandingkan sehingga mempengaruhi pada target emas.
"Dikarenakan banyak nomor yang tidak dipertandingkan. Bukan berarti kita kehilangan emas. Nomornya gak ada."
"Sekarang kita lagi gali lagi dari 46 bisa naik ke berapa? Kalau 46 ranking berapa? 6 kali ya? Kalau kita mau ranking 3 besar mungkin angkanya harus 80 ya kemarin 87 itu kan kira-kira 85 ke 90 lah."
"Itu kan realita angkanya. Kalau 120 (atlet), berapa emasnya? Nanti dihitung dulu emasnya," jelasnya.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.