Ciri-ciri Orang Kesepian Menurut Psikolog, Tak Cuma Merasa Sedih
Penggunaan gadget (gawai) justru bisa membuat seseorang semakin kesepian.
Menurut Psikolog Klinis, Praktisi, dan Edukator isu kesehatan mental Dra. Tika Bisono, MPsiT., Psikolog, kesepian pada era modern bukan sekadar merasa sendiri, tapi merupakan kondisi emosional yang bisa berdampak serius terhadap kesejahteraan mental seseorang.
“Kesepian di era modern seperti sekarang ini biasanya disebabkan karena penggunaan gawai yang membuat banyak orang semakin individualis,” kata Tika dalam Webinar Fenomena Kesepian pada Perantau: Bagaimana Mengatasinya, Sabtu (4/10/2025).
Tika menjelaskan, meski seseorang terlihat aktif di dunia maya, perasaan hampa tetap bisa muncul karena interaksi sosial yang terjadi tidak bersifat mendalam dan emosional.
Ciri-ciri orang kesepian
1. Kesepian bisa muncul di tengah keramaian
Ciri-ciri orang kesepian menurut psikolog kadang sulit diperhatikan. Seseorang bisa saja berinteraksi dengan orang banyak tapi merasa kesepian.
Tika menuturkan, kesepian bukan hanya tentang tidak memiliki teman atau keluarga di sekitar. Kondisi ini bahkan bisa dialami seseorang yang setiap harinya berinteraksi dengan banyak orang.
“Kesepian tidak hanya mengarah kepada keadaan individu yang sendiri, melainkan kondisi ketika individu merasa masih tetap merasa sendiri di tengah keramaian,” ujar Tika.
Artinya, seseorang bisa saja dikelilingi banyak orang, tapi tetap merasa tidak dipahami atau tidak memiliki kedekatan emosional yang bermakna.
Kondisi ini sering kali tidak disadari, padahal menjadi tanda awal gangguan kesejahteraan emosional.
2. Rasa hampa dan tidak nyaman jadi tanda awal
Ciri-ciri orang kesepian menurut psikolog kadang sulit diperhatikan. Seseorang bisa saja berinteraksi dengan orang banyak tapi merasa kesepian.
Kesepian biasanya menimbulkan perasaan tidak nyaman dengan pengalaman hidup yang sedang dijalani.
Tika menyebut, orang yang kesepian akan mengalami perasaan kehilangan dan kehampaan tanpa sebab yang jelas.
“Seseorang yang mengalami kesepian biasanya akan terasa tidak nyaman dengan pengalaman yang telah dilalui, ada rasa kehilangan, hampa,” katanya.
Kondisi ini dapat muncul secara perlahan dan terasa, seperti beban emosional yang sulit dijelaskan.
Seseorang mungkin tampak baik-baik saja dari luar, tapi di dalam dirinya sedang berjuang menghadapi perasaan sepi yang mendalam.
3. Munculnya perasaan murung dan kehilangan motivasi
Ciri-ciri orang kesepian menurut psikolog kadang sulit diperhatikan. Seseorang bisa saja berinteraksi dengan orang banyak tapi merasa kesepian.
Kesepian yang tidak segera diatasi bisa memicu gangguan emosional lain, seperti suasana hati yang murung, kehilangan motivasi, atau bahkan menurunnya kepercayaan diri.
“Gangguan perasaan lainnya yang dirasakan seperti murung, tidak memiliki motivasi, merasa tidak berguna, sedih, berfokus hanya pada kegagalan,” kata Tika.
Menurutnya, kondisi tersebut bisa membuat seseorang terjebak dalam pola pikir negatif yang berulang.
Hal ini memperkuat perasaan tidak berdaya dan semakin memperdalam kesepian yang dirasakan.
4. Ketidakpuasan terhadap lingkungan sosial
Ciri-ciri orang kesepian menurut psikolog kadang sulit diperhatikan. Seseorang bisa saja berinteraksi dengan orang banyak tapi merasa kesepian.
Tika menambahkan, akar dari kesepian kerap kali berhubungan dengan ketidakpuasan individu terhadap lingkungannya.
Ketika seseorang merasa tidak memiliki hubungan sosial yang berarti atau tidak mendapatkan dukungan emosional yang cukup, kesepian pun semakin menguat.
“Perasaan tersebut muncul karena ketidakpuasan individu terhadap lingkungan dan kehidupan sosial di sekitarnya,” jelas Tika.
Rasa ketidakpuasan ini bisa timbul dari berbagai hal, mulai dari relasi yang tidak sehat, rutinitas yang monoton, hingga tekanan sosial di tempat kerja atau komunitas.
Kesepian tak boleh diabaikan
Ia mengingatkan, kesepian bukanlah kondisi sepele. Jika dibiarkan, perasaan ini bisa berdampak pada kesehatan mental maupun fisik seseorang.
Kesepian yang berkepanjangan dapat meningkatkan risiko stres kronis, depresi, dan bahkan gangguan tidur.
Ia menyarankan agar setiap individu mulai menyadari tanda-tanda awal kesepian dan berani mencari dukungan, baik melalui interaksi sosial yang sehat maupun konsultasi dengan profesional.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.