Top 5+ Cara Cegah Bullying di Lingkup Sekolah Menurut Psikolog

Bullying, perundungan, bullying, bullying di sekolah, mencegah bullying, mencegah bullying di sekolah, bagaimana mencegah bullying di sekolah, mencegah bullying di lingkup sekolah, 5 Cara Cegah Bullying di Lingkup Sekolah Menurut Psikolog, 1. Membangun budaya positif di lingkungan sekolah, 2. Menyediakan sistem pelaporan dan penanganan bullying yang jelas, 3. Memantau perubahan perilaku anak, 4. Memperkuat kolaborasi antara sekolah dan orangtua, 5. Mengedukasi guru dan siswa mengenai dampak bullying

Kasus perundungan atau bullying di sekolah masih menjadi isu serius di berbagai daerah.

Bullying tidak hanya berdampak pada kondisi emosional dan mental anak, tapi juga memengaruhi prestasi, kepercayaan diri, dan kualitas hubungan sosial mereka di sekolah. Oleh karena itu, upaya pencegahan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja.

Psikolog Grace Eugenia Sameve, M.A., M.Psi., Psikolog menuturkan, pencegahan bullying harus menjadi tanggung jawab bersama antara sekolah, guru, orangtua, dan seluruh lingkup pendidikan.

Berikut sejumlah langkah pencegahan bullying yang dapat dilakukan sekolah dan orangtua secara kolaboratif.

Cara mencegah bullying di sekolah 

1. Membangun budaya positif di lingkungan sekolah

Pencegahan bullying dimulai dengan membangun budaya positif di lingkungan sekolah.

Menurut Grace, sekolah perlu menanamkan perilaku saling menghargai, empati, dan sikap terbuka di antara siswa maupun guru.

It takes a village! Perlu partisipasi semua warga sekolah dan kolaborasi yang terintegrasi,” kata Grace saat dihubungi Kompas.com, Jumat (15/11/2025).

Langkah ini dapat dilakukan dengan mengadakan program rutin yang menanamkan nilai karakter, seperti kegiatan kelas yang mendorong kerja sama, diskusi empati, dan pelatihan anti-bullying yang melibatkan semua siswa.

Ketika sikap positif menjadi kebiasaan, peluang terjadinya perundungan akan semakin kecil.

2. Menyediakan sistem pelaporan dan penanganan bullying yang jelas

Bullying, perundungan, bullying, bullying di sekolah, mencegah bullying, mencegah bullying di sekolah, bagaimana mencegah bullying di sekolah, mencegah bullying di lingkup sekolah, 5 Cara Cegah Bullying di Lingkup Sekolah Menurut Psikolog, 1. Membangun budaya positif di lingkungan sekolah, 2. Menyediakan sistem pelaporan dan penanganan bullying yang jelas, 3. Memantau perubahan perilaku anak, 4. Memperkuat kolaborasi antara sekolah dan orangtua, 5. Mengedukasi guru dan siswa mengenai dampak bullying

Mencegah bullying di sekolah harus menjadi tanggung jawab bersama antara sekolah, guru, orangtua, dan seluruh lingkup pendidikan.

Sarana pengaduan yang aman dan obyektif sangat penting dalam mencegah perundungan.

Anak sering kali takut melapor karena khawatir dianggap mengadu atau mendapatkan balasan dari pelaku. Maka dari itu, sekolah perlu menyediakan mekanisme pelaporan yang mudah, rahasia, dan responsif.

“Selain membiasakan sikap baik dan terbuka dengan sesama, pastikan ada sarana untuk mengadu atau menyelesaikan isu yang objektif, jika diperlukan,” jelasnya.

Sistem ini dapat berupa kotak aduan, layanan konseling, hotline sekolah, atau laporan langsung ke guru pendamping yang bertugas.

Adanya kanal yang jelas membuat siswa merasa terlindungi dan berani menyampaikan masalah sejak awal sebelum berkembang menjadi kekerasan.

3. Memantau perubahan perilaku anak

Bullying, perundungan, bullying, bullying di sekolah, mencegah bullying, mencegah bullying di sekolah, bagaimana mencegah bullying di sekolah, mencegah bullying di lingkup sekolah, 5 Cara Cegah Bullying di Lingkup Sekolah Menurut Psikolog, 1. Membangun budaya positif di lingkungan sekolah, 2. Menyediakan sistem pelaporan dan penanganan bullying yang jelas, 3. Memantau perubahan perilaku anak, 4. Memperkuat kolaborasi antara sekolah dan orangtua, 5. Mengedukasi guru dan siswa mengenai dampak bullying

Mencegah bullying di sekolah harus menjadi tanggung jawab bersama antara sekolah, guru, orangtua, dan seluruh lingkup pendidikan.

Grace mengingatkan bahwa tanda bullying sering kali terlihat dari perubahan perilaku, baik di rumah maupun di sekolah.

“Pantau di keseharian di sekolah maupun di rumah dan jika dinilai memberikan perilaku yang berbeda, maka cari tahu penyebabnya,” ujarnya.

Perubahan yang perlu diwaspadai, antara lain anak menjadi lebih pendiam, enggan pergi ke sekolah, kehilangan minat belajar, atau menunjukkan tanda-tanda cemas dan takut.

Jika gejala ini muncul, orangtua dan guru perlu bekerja sama mencari akar masalah dan memberikan dukungan kepada anak.

4. Memperkuat kolaborasi antara sekolah dan orangtua

Grace menegaskan, pencegahan bullying hanya dapat berhasil jika sekolah dan orangtua memiliki komunikasi yang baik serta saling percaya.

“Orangtua dan sekolah harus saling berkolaborasi dengan baik,” ujar Grace.

Kolaborasi ini dapat dilakukan melalui pertemuan berkala, pelatihan parenting di sekolah, diskusi kelas orangtua-guru, dan forum komunikasi orangtua.

Semakin terbuka komunikasi antara dua pihak, semakin cepat masalah dapat diidentifikasi dan diatasi.

Selain itu, kolaborasi memberi pesan kuat kepada siswa bahwa lingkungan di sekitar mereka bersatu dalam menciptakan ruang yang aman.

5. Mengedukasi guru dan siswa mengenai dampak bullying

Bullying, perundungan, bullying, bullying di sekolah, mencegah bullying, mencegah bullying di sekolah, bagaimana mencegah bullying di sekolah, mencegah bullying di lingkup sekolah, 5 Cara Cegah Bullying di Lingkup Sekolah Menurut Psikolog, 1. Membangun budaya positif di lingkungan sekolah, 2. Menyediakan sistem pelaporan dan penanganan bullying yang jelas, 3. Memantau perubahan perilaku anak, 4. Memperkuat kolaborasi antara sekolah dan orangtua, 5. Mengedukasi guru dan siswa mengenai dampak bullying

Mencegah bullying di sekolah harus menjadi tanggung jawab bersama antara sekolah, guru, orangtua, dan seluruh lingkup pendidikan.

Program edukasi mengenai dampak psikologis dan sosial dari bullying perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Siswa harus memahami bahwa perundungan bukanlah hal sepele dan dapat mengakibatkan trauma jangka panjang.

Guru pun perlu dibekali pelatihan agar dapat mendeteksi tanda awal bullying serta menanganinya dengan tepat.

Dengan edukasi yang terstruktur, seluruh warga sekolah dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan suportif bagi setiap siswa.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.