Top 5+ Cara Mengatasi Fenomena Kesepian di Era Modern Menurut Sosiolog
Perkembangan teknologi komunikasi seharusnya membuat manusia semakin dekat satu sama lain. Namun, kenyataannya, banyak orang justru merasa semakin kesepian di tengah kemajuan digital.
Sosiolog Nia Elvina menilai fenomena ini muncul karena masyarakat belum sepenuhnya siap menghadapi perubahan nilai yang dibawa oleh teknologi. Masih banyak yang belum memanfaatkannya untuk membangun kedekatan, tapi sekadar mengisi ruang hampa tanpa makna.
"Kesepian di era modern bukanlah hal yang datang tiba-tiba, melainkan dipengaruhi oleh cara masyarakat memanfaatkan teknologi dalam kehidupan sehari-hari," katanya kepada Kompas.com, Sabtu (27/9/2025).
Menurutnya, ada sejumlah langkah yang bisa dilakukan agar kesepian tidak semakin meluas di era modern.
Cara mengatasi fenomena kesepian di era modern
1. Menjadikan teknologi sebagai alat, bukan tujuan
Nia menekankan, masyarakat perlu kembali menempatkan teknologi pada fungsi utamanya.
“Ketika teknologi berkembang pesat, termasuk teknologi komunikasi, perkembangan ini tidak diikuti oleh kesiapan nilai yang seharusnya dipegang oleh masyarakat dalam menghadapi perkembangan teknologi ini,” katanya.
Artinya, ponsel, media sosial, atau aplikasi perpesanan sebaiknya tetap dianggap sebagai alat bantu, bukan pengganti interaksi nyata.
Dengan begitu, teknologi bisa mendukung ikatan sosial alih-alih membuat manusia semakin terasing.
Menelepon adalah salah satu cara untuk terhubung dengan ibu ketika terpisah jarak.
2. Perkuat ikatan dengan orang terdekat
Menurut Nia, masyarakat seharusnya menggunakan alat komunikasi untuk memperkuat kedekatan dengan orang-orang di sekitar.
“Saya kira masyarakat harus menyadari bahwa alat komunikasi yang ada menjadi alat untuk memperkuat ikatan dengan orang-orang yang secara fisik dekat dengan kita, misalnya keluarga, atau kawan-kawan kerja,” ujarnya.
Daripada hanya fokus menjalin koneksi di dunia maya, ia menyarankan agar teknologi lebih banyak digunakan untuk membangun komunikasi dengan keluarga, sahabat, maupun rekan kerja yang ada di kehidupan nyata.
3. Luangkan waktu untuk bertemu secara langsung
Interaksi tatap muka tetap menjadi kunci dalam mengatasi kesepian. Ia menilai pertemuan fisik dapat menghadirkan rasa kedekatan yang tidak tergantikan oleh teknologi.
“Lakukanlah interaksi secara langsung atau fisik secara intens, misalnya kalau kita kerja berpisah dengan Orang Tua, seminggu sekali pulang ke rumah,” saran sosiolog dari Universitas Nasional ini.
Melalui pertemuan langsung, seseorang dapat berbagi cerita, mengekspresikan emosi, serta merasakan dukungan yang nyata dari orang-orang terdekat.
4. Bangun kebiasaan berbagi cerita
Menurut Nia, membiasakan diri untuk bercerita dengan orang-orang terdekat bisa menjadi salah satu cara ampuh untuk mengurangi rasa sepi.
“Sehingga kita bisa berbagi cerita hari yang kita lalui dengan keluarga inti atau orang-orang terdekat kita,” jelasnya.
Kegiatan sederhana seperti makan bersama keluarga, ngobrol santai dengan pasangan, atau bertemu sahabat setelah bekerja, dapat memberikan rasa kebersamaan yang nyata.
5. Seimbangkan dunia nyata dan dunia digital
Kesepian di era modern sering kali muncul karena masyarakat lebih sibuk dengan dunia digital ketimbang kehidupan nyata. Ia menekankan perlunya keseimbangan antara keduanya.
Mengurangi waktu bermain gawai, lebih banyak hadir secara fisik, dan memanfaatkan teknologi untuk tujuan yang sehat bisa menjadi langkah penting. Dengan begitu, teknologi tetap mendukung kehidupan sosial tanpa menggeser esensi interaksi manusia.
Pentingnya kesadaran kolektif
Nia menilai kesadaran kolektif sangat diperlukan agar masyarakat tidak semakin terjebak dalam fenomena kesepian.
Jika teknologi dikelola dengan bijak, interaksi tatap muka tetap diprioritaskan, dan nilai kebersamaan dijaga, maka kesepian di era modern bisa diminimalkan.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.