Kondisi Terkini Fanny Fadillah 'Bajaj Bajuri', Kesulitan Ekonomi hingga Hampir Jual Obat Terlarang
Aktor senior Fanny Fadillah, yang dikenal luas lewat perannya sebagai Ucup dalam sinetron legendaris Bajaj Bajuri, kini tengah menghadapi masa sulit dalam hidupnya.
Lama tak muncul di layar kaca, pria berusia 59 tahun itu mengungkapkan dirinya mengalami penurunan pekerjaan yang berdampak langsung pada kondisi ekonominya. Scroll lebih lanjut yuk!
Fanny Fadillah menceritakan bagaimana pandemi COVID-19 menjadi titik balik dalam kariernya.
"Saya 2019 masih syuting. Itu lumayan masih ada lah, masih punya kendaraan. Nah, begitu 2020 COVID itu kan, berhenti total. Kurang lebih 6 bulan boleh lagi syuting, tapi ada pembatasan," kata Fanny Fadillah, mengutip video YouTube Melaney Ricardo, Rabu 8 April 2026.
"Tapi kan terus dihajar sama yang kedua COVID itu. Di situ berhenti total sampai kurang lebih 3-4 tahun, sinetron enggak kesentuh. Cuma tahun lalu ya puji Tuhan dapat series cuma 30 series. Selebihnya cuma ada talk show, ada cameo-cameo film aja," imbuhnya.
Tak hanya persoalan pekerjaan, kondisi mental Fanny Fadillah juga terpukul akibat masalah pribadi yang datang bertubi-tubi. Ia mengaku harus berpisah dari sang istri, Elvita Novira, pada Juni 2021, lalu kehilangan sang ibu beberapa bulan setelahnya.
"Di 2021 itu, tambah diperburuk lagi dengan down mental-nya itu. Saya harus berpisah kan sama istri 2021 di bulan Juni, di bulan Oktober saya ditinggal ibu. Jadi dalam tempo beberapa bulan, wah itu bukan main," ungkapnya.
"Saya sebenarnya orang yang gampang tidur, sampai waktu itu enggak bisa tidur sama sekali. Sampai jam tiga baru tidur. Badan turun drastis, hampir 10 kilo saya hilang. Bukan enggak makan, bukan enggak apa. Pikiran," jelas Fanny.
Sebagai ayah dari dua anak, Fanny Fadillah mengaku sempat kebingungan dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Bahkan, anak bungsunya harus menunggak biaya sekolah hingga lebih dari satu tahun. Ia pun tetap menerima berbagai pekerjaan, termasuk menjadi MC, tanpa mempersoalkan besaran honor.
Kondisi finansial yang terpuruk membuat kehidupan Fanny Fadillah berubah drastis. Jika dulu ia memiliki rumah dan dua mobil saat masa kejayaan Bajaj Bajuri, kini ia hanya mengandalkan sepeda motor pinjaman dari kerabat. Beberapa barang elektronik di rumah pun terpaksa dijual untuk bertahan hidup.
"Untuk ngakalin gimana kasih jajan anak, kasih makan anak, beberapa barang elektronik saya jual di rumah. Saya tidur sekarang enggak pakai AC. TV tinggal satu dari empat," katanya.
"Sekarang aja saya masih apa nih, ya bukan meminta dikasihani. Posisi rumah pun dalam keadaan sudah masuk dalam proses lelang," lanjutnya.
Upaya untuk bertahan juga dilakukan dengan menggadaikan rumah ke bank. Namun, karena tidak adanya pemasukan tetap, ia kesulitan membayar cicilan hingga rumah tersebut terancam dilelang.
"Untuk ngakalin gimana caranya saya supaya bisa bertahan hidup, ini rumah saya gadaikan lewat bank. Tapi tetap habis karena enggak ada kerjaan kan. Akhirnya enggak sanggup bayar cicilan," ungkapnya.
Di tengah tekanan ekonomi dan beban mental, Fanny bahkan sempat memiliki pikiran untuk mengambil jalan pintas yang keliru. Ia mengaku hampir tergoda untuk menjual obat-obatan terlarang demi mendapatkan uang dengan cepat, namun akhirnya mengurungkan niat tersebut.
"Pernah hampir berpikiran untuk jelek banget itu. Jelek banget, pengin jual obat. Kan paling cepet," ungkap Fanny Fadillah.
"Tapi entah kenapa tahu-tahu di rumah kebetulan ada salib kan. Terus tiba-tiba aja sujud, berdoa. Jangan, ingat ada anak dua. Kalau sampai kita melakukan hal itu. Saya nangis, saya sujud," pungkasnya.