Jangan Disia-siakan! Ini Ganjaran Luar Biasa dari Solat Tahajud di Bulan Ramadan

ilustrasi sholat
ilustrasi sholat

Ramadan menjadi momentum untuk kita semakin mendekatkan diri dengan Allah SWT. Selain menjalankan ibadah wajib, menguatkan amalan-amalan sunah juga menjadi salah satu cara kita semakin mendekatkan diri dengan Allah SWT.

Salah satu amalan sunah yang tak boleh dilewatkan saat bulan Ramadan adalah solat tahajud. Solat tahajud adalah solat yang dikerjakan pada malam hari stelah bangun tidur. Umumnya solat dilaksanakan di sepertiga malam terakhir sekitar pukul 02.00 hingga menjelang subuh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lantas seberapa istimewa solat tahajud? Mendiang ustaz Arifin Ilham dalam sebuah ceramahnya di tahun 2018 lalu menjelaskan bahwa salat tahajud adalah amal ibadah yang sangat istimewa dan sangat dicintai oleh Allah SWT dan sangat disukai Rasulullah SAW. Salat tahajud juga kata beliau merupakan tradisi yang dilakukan oleh orang-orang saleh.

”Mau tau tanda karakter utama seorang mukmin? Tahajud,” kata beliau dikutip dari saluran YouTube Tarekat Idrisiyyah, Jumat 20 Februari 2026.

Ustaz Arifin Ilham juga menjelaskan bahwa dalam surat Azariat ayat 17-18 menerangkan bahwa Hamba-hamba yang beriman itu sedikit sekali rehatnya di waktu malam. Dan di waktu sahur mereka banyak minta ampun kepada Allah SWT.

”Hamba-hamba yang beriman itu menjauhkan lambungnya, punggungnya dari tempat tidurnya karena takut murka Allah, takut neraka Allah. Mereka berharap amat sangat ridho rahmat ampunan surganya Allah,” jelas beliau.

Ustaz Arifin Ilham juga menjelaskan bahwa orang yang sering menunaikan ibadah solat tahajud di malam hari akan Allah lindungi dari hal-hal buruk.

”Sesungguhnya, bangun di tengah malam Tahajjud lebih tepat untuk khusyuk dan bacaan kali itu sungguh amat sangat mengesankan. Memang, awal kehidupan kita adalah hari dimulai dengan Qiyamul layl.  Maka nafsu yang liar, yang buas, yang ganas, nafsu yang maunya berbuat maksiat, berbuat zalim menjadi nafsu mutma'innah. Nafsu yang dijaga oleh Allah. Buahnya pun Allah cegah dirinya dari keinginan berbuat maksiat dan itu hadiah dari Allah bagi penikmat tahajud,” jelasnya.

Dijelaskan oleh Ustaz Arifin Ilham bahwa solat tahajud juga menjadi pembeda antara seorang mu'min dengan orang yang bukan mu'min.

”Apakah sama hamba-Ku yang bangun di tengah malam yang mengharapkan ridho-Ku rahmat-Ku, ampunan-Ku, takut dengan azab-Ku, takut dengan neraka-Ku dengan mereka yang lelap dalam peraduan tidur Sama nggak?  Diulang lagi oleh Allah pertanyaan ini sama nggak? Hamba yang mengenal-Ku, yang mencintai-Ku yang meridukan perjumpaan dengan-Ku dengan mereka yang tidak? Ayat ini Allah kunci dengan kalimat yang sangat indah ’Hanya hamba yang mengenal, yang mencintai, yang meridukan perjumpaan dengan-Ku, merekalah yang mengingat-Ku di tengah malam karena itulah penikmat sholat malam adalah hamba pilihan Allah,” kata beliau.

Tata Cara Solat Tahajud

Lantas bagaimana tata cara pelaksanaan solat tahajud? Melansir laman Ditejen Bimas Islam Kemenag RI,  salat Tahajud dapat dilaksanakan sebagaimana shalat-shalat sunnah lainnya, yaitu dua rakaat dan satu salam.

Adapun lafal niat dan doanya adalah sebagaimana berikut:

1. Mengucapkan niat solat Tahajud:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallî sunnatat tahajjudi rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ.

“Aku menyengaja solat sunnah Tahajud dua rakaat karena Allah ta’ala.”

 

2. Niat dalam hati bersamaan dengan takbîratul ihrâm, dan seterusnya sebagaimana pelaksanaan shalat pada umumnya sampai salam setelah dua rakaat.

 

3. Setelah salam atau selesai seluruh rangkaian shalat kemudian membaca doa yang dipanjatkan Rasulullah SAW  berdasarkan riwayat Imam al-Bukhari dan Muslim sebagaimana berikut:

اَللهم رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاءُكَ حَقٌّ، وَقَوْلُكَ حَقٌّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهم لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي. أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لآ اِلَهَ إِلَّا أَنْتَ. وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

Allâhumma rabbanâ lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta mâlikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haqq. Wa wa‘dukal haqq. Wa liqâ’uka haqq. Wa qauluka haqq. Wal jannatu haqq. Wan nâru haqq. Wan nabiyyûna haqq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haqq. Was sâ‘atu haqq. Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa ‘alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a‘lantu, wa mâ anta a‘lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Artinya: “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.”